Minggu, 1 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Bara di Ambon, Seruan Damai di Tengah Puing

Bara di Ambon, Seruan Damai di Tengah Puing

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
  • visibility 32
  • print Cetak

Oleh AYS Prayogie

Senja berganti malam di Ambon. Suara azan dari masjid terdengar lirih, berpadu dengan dentang lonceng gereja di kejauhan. Dua suara itu seakan menjadi pengingat: meski sempat dilanda bara, doa dan harapan untuk kedamaian tidak pernah berhenti mengalun dari tanah para basudara.

SIANG itu, Selasa (19/8/2025), asap tipis masih mengepul dari tumpukan kayu yang hangus terbakar di Desa Hunut Durian Patah, Kecamatan Teluk Ambon.

Di sudut jalan, tampak beberapa warga duduk termenung menatap sisa rumah mereka yang kini hanya berupa puing.

Bau kayu terbakar pun masih menyengat, bercampur dengan aroma tanah basah setelah petugas pemadam kebakaran berjam-jam berjibaku melawan api.

“Semua sudah habis. Kami hanya sempat lari menyelamatkan diri,” ujar salah seorang ibu, warga Desa Hunut Durian Patah, sambil menggandeng tangan dua anaknya. Ia pun tak kuasa menahan tangis, mengenang rumah dan barang berharga miliknya, yang musnah seketika.

Bentrok yang dipicu peristiwa penikaman pada siang hari itu menjalar cepat. Warga panik, sebagian berlarian, sebagian lagi berusaha menolong tetangga. Dalam hitungan jam, belasan rumah di Desa Hunut terbakar. Sirene mobil pemadam meraung di antara jerit tangis warga.

WALI Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, turun langsung meninjau lokasi. Dengan wajah serius, ia pun dengan tegas menyerukan agar masyarakat menahan diri dan tidak terprovokasi.

“Saat ini aparat kepolisian masih mengidentifikasi pelaku. Kita serahkan sepenuhnya kepada pihak keamanan untuk menangkap pelaku,” ujar Wattimena saat itu, di hadapan warga.

Ia memastikan, Dinas Pemadam Kebakaran bergerak cepat sehingga api dapat dikendalikan meski belasan rumah luluh lantak.

PULUHAN personel TNI dan Polri dikerahkan untuk meredam meluasnya konflik. Sejak sore, aparat berjaga di jalan utama desa. Malam harinya, lampu sorot kendaraan taktis menyinari perkampungan yang baru saja dilanda amuk massa.

“Saat ini seluruh personel dari Polri sudah berada di lokasi kejadian agar situasi tetap aman dan terkendali,” tegas Wattimena.

Kehadiran aparat sedikit melegakan warga, meski ketakutan masih terasa. Banyak yang memilih bermalam di rumah keluarga terdekat atau tempat ibadah untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

BAGI masyarakat Ambon, peristiwa di Hunut-Durian Patah ini seakan membuka kembali luka lama. Dua dekade lalu, Ambon pernah menjadi episentrum konflik komunal yang mengguncang Indonesia.

Konflik Ambon pecah pada Januari 1999, berawal dari bentrokan kecil di Terminal Batu Merah, yang kemudian meluas menjadi kerusuhan bernuansa agama. Gelombang kekerasan melanda hingga 2002, menelan lebih dari 5.000 korban jiwa dan memaksa ratusan ribu warga mengungsi. Rumah ibadah, sekolah, dan permukiman banyak yang rata dengan tanah.

Perdamaian baru mulai terbangun setelah ditandatanganinya Perjanjian Malino II pada Februari 2002. Sejak itu, Ambon perlahan bangkit, membangun kembali rasa persaudaraan yang sempat terkoyak. Meski demikian, bara kecil kerap muncul, mengingatkan bahwa kerukunan di Maluku adalah proses panjang yang harus dijaga bersama.

SERUAN DAMAI

WALI Kota Ambon Bodewin M. Wattimena kembali mengingatkan pentingnya menjaga persatuan.

“Kami berharap situasi semakin kondusif. Masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi. Mari kita jaga keamanan dan ketertiban di Kota Ambon bersama basudara semua,” ujarnya.

Seruan itu bergema di tengah trauma warga yang masih teringat kerusuhan lama. Ambon yang kini dikenal sebagai city of music dan simbol keragaman, kembali diuji untuk meneguhkan perdamaian yang telah dirintis dengan susah payah.

HARAPAN WARGA

Meski kehilangan harta benda, sebagian warga tetap menyimpan asa.

“Jangan ada lagi darah, jangan ada lagi api. Kita semua orang Ambon, semua basudara,” kata seorang tokoh masyarakat Negeri Hitu dengan suara bergetar.

Senja berganti malam di Ambon. Suara azan dari masjid terdengar lirih, berpadu dengan dentang lonceng gereja di kejauhan. Dua suara itu seakan menjadi pengingat: meski sempat dilanda bara, doa dan harapan untuk kedamaian tidak pernah berhenti mengalun dari tanah para basudara. (///)

Cijantung, 24 Agustus 2025

Penulis adalah wartawan aktif media syber | Pemimpin Redaksi portal berita Hitvberita.com | Ketua Umum Organisasi Media Independen Online (MIO) Indonesia | Tinggal dan menetap di Wilayah Cijantung

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Pimpinan DPRD Kabupaten Purwakarta Dilantik

    Tiga Pimpinan DPRD Kabupaten Purwakarta Dilantik

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 31
    • 0Komentar

    HITVBerita.Com|Purwakarta – Ketua Pengadilan Negeri Purwakarta, Darma Indo Damanik, SH., MH., pimpin pelantikan tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purwakarta, periode 2024-2029 sebagai pimpinan. Acara pelantikan ke tiga pimpinan DPRD Purwakarta tersebut digelar di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Purwakarta, Jalan Pramuka, Desa Mekargalih, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, pada Rabu 25 September 2024. […]

  • Rakor Percepatan Infrastruktur Jabar, Om Zein: Purwakarta Siap Berkontribusi

    Rakor Percepatan Infrastruktur Jabar, Om Zein: Purwakarta Siap Berkontribusi

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Penulis: Raffa Christ Manalu Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memacu pembangunan infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat dengan menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Infrastruktur yang berlangsung di Aula Gedung Singaperbangsa lantai 3, Kantor Bupati Karawang, Kamis (18/9/2025). HITVBERITA.COM | Purwakarta – Rakor yang dihadiri Bupati Purwakarta,  Saepul Bahri Binzein dan para kepala daerah lainnya serta pejabat terkait […]

  • Polda Metro Jaya Tetapkan 8 Tersangka Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi

    Polda Metro Jaya Tetapkan 8 Tersangka Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Penulis: Raffa Christ Manalu Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya tetapkan sebanyak delapan orang tersangka dalam kasus tuduhan ijazah palsu Presiden ke-7 Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi). Hal itu disampaikan oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri saat konferensi pers di Jakarta, Jumat 7 November 2025. HITVBERITA.COM | Jakarta – “Telah menetapkan delapan […]

  • 0x1c8c5b6a

    0x1c8c5b6a

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    0x1c8c5b6a

  • Menjaga Alam, Menjaga Kehidupan: Pesan Ekologis Om Zein di Idul Fitri Purwakarta

    Menjaga Alam, Menjaga Kehidupan: Pesan Ekologis Om Zein di Idul Fitri Purwakarta

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2025
    • account_circle
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, atau yang lebih dikenal dengan Om Zein, menyampaikan pesan mendalam mengenai makna ekologis Idul Fitri dalam sambutannya saat pelaksanaan Salat Idul Fitri 1446 H, yang digelar di depan Masjid Agung Baing Yusuf hingga Alun-Alun Kiansantang, Pesanggrahan Padjajaran, pada Senin, 31 Maret 2025. HITVBERITA.COM | Purwakarta- Dalam kesempatan tersebut, Om Zein […]

  • Pencalonan Sekda DKI Disorot, Jejak Pemanggilan Uus Kuswanto oleh Kejati Mencuat ke Permukaan

    Pencalonan Sekda DKI Disorot, Jejak Pemanggilan Uus Kuswanto oleh Kejati Mencuat ke Permukaan

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Penulis: S Erfan Nurali HITVBERITA.COM | Jakarta — Proses pencalonan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta kembali terseret polemik. Nama salah satu kandidat, Uus Kuswanto, mencuat setelah terungkap bahwa ia pernah dipanggil Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta terkait penyelidikan dugaan korupsi di lingkungan Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI. Pemanggilan itu berlangsung pada Januari 2025, di tengah […]

expand_less