Belitung Masuk 50 Kota Prioritas Nasional, Bupati: Amanah Besar dari Presiden untuk Membangun Daerah yang Lebih Hijau dan Modern
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
- visibility 70
- print Cetak

Bupati Belitung H. Djoni Alamsyah Hidayat. (Dok/Foto/Is/Hitv)
Penulis: Iswandi
Editor: AYS Prayogie
HITVBERITA.COM | Belitung – Masuknya Kabupaten Belitung dalam daftar 50 kota prioritas nasional periode 2025–2029 disambut dengan penuh rasa syukur dan optimisme oleh Pemerintah Kabupaten Belitung. Penetapan itu, menurut Bupati Belitung H. Djoni Alamsyah Hidayat, menjadi bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap potensi Belitung sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi baru berbasis pariwisata dan lingkungan.
“Perhatian Presiden ini tentu menjadi tanggung jawab besar bagi kami di Pemerintah Kabupaten Belitung untuk mempercepat pembangunan yang terarah, inklusif, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Bupati Djoni di Tanjung Pandan, Rabu (15/10/2025).
BELITUNG menjadi satu dari 10 kota pariwisata nasional yang mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto, dalam program pemerataan pembangunan yang dikoordinasikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Kebijakan itu merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yang menekankan keseimbangan pembangunan antara Pulau Jawa dan luar Jawa.
“Pemerintah merancang pembangunan 50 kota baru dan kawasan prioritas untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih merata antarwilayah,” ujar Menteri PUPR Dody Hanggodo, saat mengumumkan daftar kota prioritas di Jakarta.
Rancang Kota Modern yang Ramah Lingkungan
BUPATI Djoni menyebut, selama enam bulan terakhir Pemerintah Kabupaten Belitung telah bekerja sama dengan National Urban Development Project (NUDP) dan Integrated City Planning (ICP) dalam menyusun Desain Besar Kota Tanjung Pandan.
Desain tersebut, katanya, menempatkan Belitung bukan sekadar destinasi wisata, melainkan kota modern yang tertata, produktif, dan ramah lingkungan—kota yang tumbuh dengan keseimbangan antara ekonomi, budaya, dan alam.
“Lebih jauh, kami juga tengah mempersiapkan Belitung menjadi Carbon Island, yakni pulau dengan sistem pembangunan rendah emisi, udara bersih, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” kata Djoni.
BUPATI menambahkan, visi itu diwujudkan melalui slogan baru Kabupaten Belitung:
“Tinggal di Belitung satu hari, panjang umur satu jam.”
MENURUTNYA, slogan tersebut bukan sekadar ajakan, melainkan gambaran nyata kualitas udara Belitung yang termasuk terbaik di Indonesia—sekaligus simbol komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Kota Wisata Hijau dan Menyehatkan
KEMENTERIAN PUPR melalui program Visi 608 menjadikan pembangunan 50 kota prioritas sebagai langkah strategis menuju pemerataan infrastruktur dan kualitas hidup masyarakat.
Selain kota pariwisata seperti Belitung, daftar itu juga mencakup kawasan industri, pendidikan, dan perdagangan, dari Medan hingga Jayapura.
Bagi Belitung, masuknya nama daerah itu ke dalam program nasional diyakini akan menjadi momentum penting untuk melangkah menuju masa depan yang lebih hijau dan menyehatkan.
“Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan semangat masyarakat, Belitung akan menjadi contoh sukses kota wisata modern, hijau, dan menyehatkan—kota yang maju secara ekonomi, kuat secara budaya, dan lestari secara lingkungan,” tutur Bupati Djoni.
IA menegaskan, amanah dari Presiden ini akan menjadi energi baru bagi jajaran pemerintah daerah untuk bekerja lebih keras, menghadirkan perubahan nyata, dan menjadikan Belitung sebagai bagian penting dari arah pembangunan nasional.
“Kami siap menjadikan perhatian Presiden ini sebagai energi untuk bekerja lebih keras dan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat Belitung dan Indonesia,” pungkasnya.
(///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar