Minggu, 19 Apr 2026
light_mode

Presiden RI Akan Berpihak ke Mana di Tengah Ancaman Perang Dunia Ketiga?

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
  • print Cetak

 

Oleh:
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH
Pakar Hukum Internasional, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Dewan Etik MIO Indonesia 

Dunia saat ini berada pada fase paling genting sejak berakhirnya Perang Dunia Kedua. Ketegangan geopolitik global tidak lagi sekadar wacana diplomatik, melainkan telah menjelma menjadi kesiapsiagaan militer nyata antara dua kekuatan besar dunia beserta blok sekutunya. Pertanyaan besar pun muncul: di mana posisi Indonesia jika perang dunia ketiga benar-benar pecah?

SEBAGAI negara berdaulat yang berada di kawasan strategis Indo-Pasifik, Indonesia tidak boleh menutup mata. Ancaman perang global bukan isu jauh di luar negeri, melainkan potensi bahaya yang dapat menyeret bangsa ini ke pusaran konflik terbesar abad ini.

Dunia Terbelah dalam Dua Blok Kekuatan

SAAT ini, dunia praktis terbagi ke dalam dua blok besar. Di satu sisi, Amerika Serikat bersama sekutunya, termasuk NATO dan Israel. Di sisi lain, Rusia yang didukung oleh China, Korea Utara, dan Iran. Ketegangan antara kedua kubu ini terus meningkat, mulai dari perang terbuka di Ukraina, konflik berkepanjangan di Timur Tengah, hingga rivalitas ekonomi dan teknologi antara Amerika dan China.

Perang Ukraina bukan semata konflik regional. Ia adalah medan uji kekuatan, penguras logistik, sekaligus strategi jangka panjang untuk melemahkan Rusia sebelum konfrontasi global mencapai titik puncaknya. Biaya perang yang mencapai ribuan triliun rupiah per tahun dan jatuhnya korban jiwa dalam jumlah besar menunjukkan bahwa dunia tengah dipaksa memasuki babak baru peperangan modern.

Perlombaan Senjata dan Teknologi Perang

SEJAK berakhirnya Perang Dunia Kedua, negara-negara besar tidak pernah benar-benar berhenti bersiap. Selama lebih dari 80 tahun, dunia menyaksikan perlombaan senjata paling masif dalam sejarah manusia: rudal jarak jauh, senjata nuklir, kapal selam strategis, drone tempur, kapal tanpa awak, hingga konsep “perang bintang” di angkasa luar.

Industri persenjataan dibangun secara rahasia di Amerika, Eropa, Rusia, dan Asia. Pangkalan militer didirikan tidak hanya di darat dan laut, tetapi juga di wilayah udara dan luar angkasa. Semua ini disiapkan dengan satu tujuan utama: bertahan hidup dan menguasai dunia.

Kepentingan Ekonomi di Balik Perang

PERANG modern tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu terkait erat dengan kepentingan ekonomi global: penguasaan sumber daya alam, energi, pasar dunia, jalur perdagangan, hingga pengendalian populasi dan teknologi. Para pemilik modal besar dunia—para miliarder global—pada dasarnya sedang berjudi atas masa depan umat manusia.

Perang dagang antara Amerika dan China sejak 2010 hingga 2025 membuktikan bahwa dominasi global kini tidak hanya ditentukan oleh senjata, tetapi juga oleh industri, teknologi chip, dan kekuatan ekonomi. China, dengan strategi jangka panjangnya, berhasil menguasai pasar global, termasuk industri elektronik dan persenjataan, yang membuat Amerika mengambil langkah-langkah proteksionis ekstrem.

Indo-Pasifik dan Ancaman Langsung bagi Indonesia

YANG paling mengkhawatirkan, Amerika Serikat secara terbuka mengalihkan fokus potensi medan Perang Dunia Ketiga ke kawasan Indo-Pasifik, bukan lagi Timur Tengah. Kawasan ini adalah jalur strategis perdagangan dan militer dunia—dan Indonesia berada tepat di jantungnya.

Samudra Indo-Pasifik bersinggungan langsung dengan Indonesia, China, Jepang, Korea, Australia, dan Asia Tenggara. Jika perang besar pecah di kawasan ini, Indonesia hampir pasti terdampak, baik sebagai sasaran strategis maupun sebagai medan perebutan pengaruh militer.

Indonesia Tidak Bisa Netral dalam Kehancuran Global

DALAM kondisi seperti ini, saya menilai Indonesia tidak boleh terjebak dalam ilusi bahwa posisi nonblok akan sepenuhnya melindungi kita. Sejarah membuktikan, negara dengan posisi geografis strategis justru menjadi sasaran pertama perebutan pengaruh kekuatan besar.

Presiden Republik Indonesia, Jenderal (Purn) H. Prabowo Subianto, harus menyiapkan seluruh instrumen negara—dari pertahanan, diplomasi, hingga ketahanan pangan dan energi—untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Indonesia harus siap mempertahankan kedaulatan, bahkan jika itu berarti terlibat langsung dalam dinamika konflik global demi menjaga eksistensi bangsa.

Penutup

MEMASUKI tahun 2026, pertanyaan tentang kapan Perang Dunia Ketiga terjadi mungkin tinggal soal waktu. Yang lebih penting adalah menjawab satu pertanyaan mendasar: apakah Indonesia siap, dan ke mana arah keberpihakan nasional akan ditentukan?

Sejarah tidak menunggu negara yang lengah.


Narasumber/Penulis:
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, SH, MH
>Pakar Hukum Internasional
>Presiden Partai Oposisi Merdeka
>Pendiri/Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panitia Kongres PARFI Ke-18 dan Ketua Umum Terpilih Bertemu Wakil Menteri Hukum RI

    Panitia Kongres PARFI Ke-18 dan Ketua Umum Terpilih Bertemu Wakil Menteri Hukum RI

    • 0Komentar

    Panitia Pelaksana Kongres PARFI Ke-18 bersama Ketua Umum terpilih Adhi Kusuma Wahab (Ki Kusumo) melakukan kunjungan silaturahmi kepada Wakil Menteri Hukum Eddy OS Hiariej di Kantor Kementerian Hukum RI Jakarta, Senin (24/2/2025). HITVBERITA.COM | JAKARTA – Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua DPO terpilih Mutiara Sani, Ketua Panitia Kongres Yana Achbari, dan beberapa orang lainnya, seperti […]

  • Polsek Meral Tangani Dugaan Penganiayaan Ringan di Parit Benut

    Polsek Meral Tangani Dugaan Penganiayaan Ringan di Parit Benut

    • 0Komentar

    Polsek Meral memastikan tidak ada keterlibatan oknum anggota Polri dalam kasus dugaan penganiayaan ringan yang terjadi di Parit Benut, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun. KARIMUN | HITV – Polsek Meral, Polres Karimun, menangani kasus dugaan penganiayaan ringan yang terjadi di Parit Benut, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (11/1/2026) sekitar pukul […]

  • Pemkab Purwakarta Menangkan Sengketa Lahan SMPN 1 Babakancikao di Tingkat Kasasi MA

    Pemkab Purwakarta Menangkan Sengketa Lahan SMPN 1 Babakancikao di Tingkat Kasasi MA

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | Purwakarta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta akhirnya dapat mengakhiri masa kegelisahan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Sengketa lahan SMPN 1 Babakancikao, yang melibatkan Pemkab dengan 12 ahli waris Kartim bin Saipan, telah dimenangkan secara resmi di tingkat kasasi Mahkamah Agung (MA). Putusan kasasi dengan nomor registrasi 4763K/PDT/2025 dibacakan oleh Mahkamah Agung (MA) pada […]

  • Pemkab Lingga Dikritik Tak Fokus Kembangkan Wisata, Potensi Batu Ampar Dinilai Terabaikan

    Pemkab Lingga Dikritik Tak Fokus Kembangkan Wisata, Potensi Batu Ampar Dinilai Terabaikan

    • 0Komentar

    Kritik terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Lingga dalam mengelola sektor pariwisata mencuat. Sejumlah tokoh masyarakat menilai pemerintah daerah belum menunjukkan fokus dan keseriusan dalam mengembangkan potensi wisata yang ada, terutama di Desa Batu Kacang, Kecamatan Singkep. LINGGA, HITV — Ketua KDMP Desa Batu Kacang, Rio Agusronaldi, menyampaikan kekecewaannya terhadap minimnya perhatian pemerintah terhadap Pemandian Batu Ampar—salah […]

  • Edy Pratowo Apresiasi Kinerja Badan Publik Kalteng di Ajang Anugerah KIP 2025

    Edy Pratowo Apresiasi Kinerja Badan Publik Kalteng di Ajang Anugerah KIP 2025

    • 0Komentar

      Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo menyampaikan apresiasi atas meningkatnya kinerja badan publik di provinsi itu dalam mendorong keterbukaan informasi. HITVBERITA.COM | Palangka Raya — Apresiasi tersebut disampaikan saat Edy Pratowo mewakili Gubernur Agustiar Sabran pada Malam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik (KIP) 2025, di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Selasa (25/11/2025) […]

  • Aktor Kawakan Boy Tirayoh, Siap Maju Sebagai Calon Ketua Umum PB PARFI

    Aktor Kawakan Boy Tirayoh, Siap Maju Sebagai Calon Ketua Umum PB PARFI

    • 0Komentar

    Aktor Kawakan dan legendaris Charles Petrus Johanes Boy Tirayoh atau yang akrab disapa dengan panggilan Boy Tirayoh itu, lahir pada 25 Juli 1954 di Kota Semarang. Kendatipun usianya saat ini sudah bergulir di angka 70 Tahun, namun tampak kondisinya masih sehat dan bersemangat. Terlebih hingga saat ini dia pun masih terus eksis menapak kariernya sebagai […]

expand_less