Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Badai Ancaman PHK dan Solusinya

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 6 Apr 2025
  • print Cetak

Oleh: Saiful Huda Ems

Kebijakan tarif resiprokal oleh Donald Trump, telah berpengaruh pada perekonomian dunia, khususnya Indonesia. Bahkan bagi negara-negara tertentu, ada yang dikenai tarif lebih tinggi, melebihi tarif yang ditetapkan Pemerintahan Amerika Serikat untuk Indonesia, yakni 32 % dari basis tarif sebesar 10 % yang diterapkan Amerika Serikat kepada semua negara dan tarif yang dikenakan AS saat ini.

Industri-industri di Indonesia yang terdampak oleh kebijakan tarif Donald Trump tersebut diantaranya adalah; Tekstil, Garmen (Sepatu), Elektronik, Pertambangan, Smelter, Mebeul, Perkebunan Kelapa Sawit, Perkebunan Karet dll. Para pekerja di sektor industri-industri tersebut telah terancam di PHK, bahkan malahan sebagian sudah memberlakukan PHK pada ribuan karyawannya.

Presiden Partai Buruh atau KSPI, Bang Said Iqbal telah menguraikan persoalan ini sangat detail dan cerdas, beliau sebagai Presiden Partai Buruh dan KSPI telah mengajukan rekomendasi pada Pemerintahan Prabowo Subianto antara lain; Pembentukan Satgas PHK, Melakukan renegosiasi terhadap neraca perdagangan antar Pemerintahan Indonesia dengan Pemerintahan Amerika Serikat.

Selain itu, Bang Said Iqbal juga mengingatkan Pemerintahan Prabowo Subianto, agar jangan menjadikan Indonesia sebagai sasaran empuk perpindahan pasar AS dari satu negara ke Indonesia. Industri dalam negeri haruslah dilindungi. Indonesia ini untuk penjualan sangat murah, namun pasarnya sangat bersar.

Karena itu Presiden Partai Buruh dan KSPI ini meminta agar PERMENDAG NO.8 Tahun 2023 segera dicabut, karena sangat memudahkan impor China yang datang ke Indonesia. Jika tidak, maka sebagaimana hasil riset Litbang KSPI dan Partai Buruh, PHK akan makin tinggi. Badai PHK gelombang kedua dalam kurun waktu 3 bulan kedepan diperkirakan akan mencapai 50.000 orang.

PHK tidak bisa dihindari namun bisa dikurangi. Olehnya Bang Said Iqbal meminta berhati-hati dalam menentukan Kebijakan Upah bagi buruh atau pekerja. Bang Said Iqbal memberikan contoh; orang yang kerja di Brebes pindah kerja ke Cirebon, karena beda upah 500.000 dan jarak tempuhnya hanya 15 menit.

Selama ini data PHK dari Pemerintah selalu berbeda dengan data yang sebenarnya terjadi di lapangan. Ini karena data dari Pemerintah itu diperoleh dari Disnaker Daerah, yang didapat dari laporan perusahaan yang menghindari pesangon karyawan dll. Berbeda dengan data lapangan yang disiarkan oleh KSPI misalnya, yang memiliki Serikat Pekerja di perusahaan-perusahaan, sehingga laporannya lebih akurat.

Beberapa menteri yang terkait takut dimarahi oleh presiden, olehnya mereka tidak pernah transparan dalam memberitakan soal besarnya buruh yang terkena PHK. Tidak demikian halnya dengan laporan PHK yang diberikan oleh Partai Buruh atau KSPI yang tidak mempunyai beban apa-apa selain ingin mengangkat nasib jutaan buruh itu sendiri.

Situasi ekonomi dan sosial di atas sangat memerlukan perhatian khusus dari Pemerintah Indonesia khususnya, dan warga negara pada umumnya. Sebab jika tidak diperhatikan, maka badai ekonomi, sosial dan politik ke depan akan dahsyat sekali. Demonstrasi ke depan tidak akan lagi didominasi oleh adik-adik Mahasiswa, melainkan juga para buruh dan emak-emak di seluruh penjuru tanah air.

Pemerintahan Prabowo Subianto yang pejabatnya banyak didominasi oleh para pejabat titipan Jokowi, akan sempoyongan menghadapi ledakan demonstrasi, pengangguran dan kriminalitas yang diakibatkan oleh keterpurukan ekonomi dan hilangnya keteladanan dari para pemimpinnya.

Indonesia akan gonjang-ganjing, investor-investor dan investasi-investasinya akan berhamburan keluar, kabur, pindah keluar negeri (Capital Flight), Jokowi dan keluarganya akan diburu rakyat yang marah terhadap prilakunya yang telah menanamkan fondasi perekonomian yang rapuh dan dililit ribuan triliun hutang luar negeri.

Sadarkah kita sebagai bangsa terhadap ancaman ke depan bagi bangsa dan negara ini? Sadarkah kita sebagai warga negara yang selama ini tertipu oleh agitasi dan propaganda-propaganda Jokowi, yang menghamba pada gerombolan-gerombolan oligarky, dan yang sekarang kebijakan-kebijakannya telah dititipkan pada Prabowo dan anaknya Gibran Rakbuming Raka ini?.

Adili Jokowi, maka para investor akan berpikir 1000 x untuk melarikan diri dari Indonesia, karena Indonesia upah pekerja sangat murah dan para pembelinya melimpah ruah. Satu pejabat di Eropa hanya butuh satu kendaraan, satu oknum pejabat di Indonesia butuh koleksi puluhan kendaraan. Sedangkan transportasi umum antar kotanya saja masih banyak yang rongsokan, itupun mending jika masih ada.

Satu pejabat di luar negeri hanya butuh menafkahi satu istri, satu oknum mantan (apalagi masih jadi) pejabat di Indonesia butuh menafkahi satu istri dan beberapa perempuan simpanannya. Tuh lihat Kang Ngemil contohnya ! Dimintai tanggung jawab oleh perempuan simpanannya malah ia mengelak dan lupa terhadap saham cair yang pernah diinvestasikannya. Apa yang terjadi kemudian? Kita lupa pada kasus korupsi besar yang diduga dilakukannya. Sapere aude! (SHE).

5 April 2025

Penulis adalah Lawyer dan Analis Politik

  • Penulis: Redaksi

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Audiensi Ninik Mamak Basa Nan Barampek Tiku dan PT AMP Plantation: Sengketa Ulayat Belum Temui Titik Tem

    Audiensi Ninik Mamak Basa Nan Barampek Tiku dan PT AMP Plantation: Sengketa Ulayat Belum Temui Titik Tem

    • 0Komentar

    Sengketa tanah ulayat antara kelompok adat Ninik Mamak Basa Nan Barampek Tiku dan PT AMP Plantation kembali mencuat dalam audiensi resmi yang digelar pada Senin (5/5/2025) siang di Aula Kantor RO PT AMP Plantation. HITVBERITA.COM | AGAM— Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut membahas klaim hak ulayat dan keabsahan penerbitan SPK replanting […]

  • MANTAN ARTIS CILIK PUPUT NOVEL TUTUP USIA

    MANTAN ARTIS CILIK PUPUT NOVEL TUTUP USIA

    • 0Komentar

    𝗛𝗜𝗧𝗩𝗕𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮.𝗖𝗼𝗺 | 𝗝𝗮𝗸𝗮𝗿𝘁𝗮 – Mantan Artis Cilik era 90 an Puput Novel, Minggu Malam 8 September 2024, Meninggal dunia di usia 50 tahun, di Rumah sakit MNC Jakarta Selatan pukul 18.30 wib. Mendiang Puput Novel, yang lahir di Jakarta 31 Agustus 1974, dikenal luas sebagai salah satu Ikon penyanyi cilik, yang sudah mulai berkarier sejak […]

  • Jembatan Penarek–Daek Putus, Sopir Truk Protes Lambannya Respons Pemerintah

    Jembatan Penarek–Daek Putus, Sopir Truk Protes Lambannya Respons Pemerintah

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | Lingga – Jembatan utama yang menghubungkan Pelabuhan Penarek dan Daek Kota putus akibat longsor. Akses vital antar-desa pun lumpuh total. Padahal, jembatan ini saban hari menjadi jalur utama lalu lintas masyarakat, terutama sopir pengangkut sembako dan kebutuhan pokok. Hampir sepekan sejak kerusakan terjadi, belum ada tanda-tanda perbaikan dari pemerintah daerah. Keluhan mengalir deras, […]

  • Prof Sutan Nasomal: Negara Tak Boleh Kalah oleh Spekulasi Orang Kaya

    Prof Sutan Nasomal: Negara Tak Boleh Kalah oleh Spekulasi Orang Kaya

    • 0Komentar

    Pakar Hukum Internasional dan Ekonom Nasional, Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH, MH, menegaskan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto dan negara tidak boleh kalah oleh strategi spekulatif para pengusaha kaya yang dinilai tidak berkontribusi optimal terhadap perekonomian nasional. JAKARTA | HITV – Hal tersebut disampaikan Prof Sutan saat menjawab pertanyaan para pemimpin redaksi media cetak […]

  • Pembukaan Musyawarah Daerah Ke -XI MUI Kota Sukabumi, Berjalan Sukses!

    Pembukaan Musyawarah Daerah Ke -XI MUI Kota Sukabumi, Berjalan Sukses!

    • 0Komentar

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, sukses menggelar Musda ke -XI dengan mengusung tema “Gerak Bersama Ulama, Umaro, dan Umat, Menuju Kota Sukabumi Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur”. (Dok/Foto/Dede) HITVBERITA.COM | SUKABUMI – Kegiatan Musda ini berlangsung hari ini, tanggal 18 Desember 2024 bertempat di Gedung Pusat Dakwah Islam Kota Sukabumi. Dan, Musda ke-XI tersebut […]

  • Mendiktisaintek: Presiden Tiga Kali Panggil Rektor dan Guru Besar, Kampus Diharapkan Ambil Peran Besar

    Mendiktisaintek: Presiden Tiga Kali Panggil Rektor dan Guru Besar, Kampus Diharapkan Ambil Peran Besar

    • 0Komentar

    Presiden Prabowo tiga kali undang rektor dan guru besar, tanda kampus harus jadi ujung tombak pembangunan nasional. JAKARTA | HITV – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyebut undangan Presiden RI Prabowo Subianto yang sudah tiga kali dalam setahun kepada para pimpinan perguruan tinggi dan guru besar sebagai sinyal kuat besarnya harapan […]

expand_less