Senin, 25 Mei 2026
light_mode

“Yohanna”, Potret Sunyi dari Sumba: Ketika Kemanusiaan Menjadi Bahasa Bersama

  • account_circle Erwin Lubis
  • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
  • print Cetak

Film Yohanna tidak sekadar hadir sebagai tontonan, melainkan sebagai cermin yang memantulkan realitas sosial yang kerap luput dari perhatian. Berlatar Sumba, Nusa Tenggara Timur, film ini mengajak penonton menelusuri lapisan-lapisan kemanusiaan—dari luka akibat bencana hingga keteguhan harapan yang tumbuh di tengah keterbatasan.

JAKARTA, HITVberita Mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 9 April 2026, film “Yohana” karya sutradara Razka Robby Ertanto ini mengusung pendekatan realisme yang kuat.

Penonton tidak ditempatkan sebagai pengamat yang berjarak, melainkan seolah hadir langsung di tengah kehidupan masyarakat yang bergulat dengan akses pendidikan terbatas, layanan kesehatan yang minim, serta kemiskinan yang bersifat struktural.

Kisahnya berpusat pada seorang biarawati muda yang menjalankan misi kemanusiaan pascabencana. Namun, narasi film berkembang melampaui perjalanan personal tokohnya. “Yohanna” menjadi ruang refleksi tentang ketimpangan sosial dan daya tahan manusia menghadapi situasi yang tidak ideal.

“Saya ingin film ini tetap berpijak pada realitas. Apa yang terlihat di Sumba adalah kenyataan yang dialami banyak orang. Ini bukan sekadar cerita, tetapi pengalaman yang dekat dengan kehidupan,” ujar Razka kepada HITVberita, Selasa (7/4/2026)

Ia menambahkan, versi bioskop disusun dengan alur linear agar pesan yang dibangun dapat diterima lebih luas tanpa kehilangan kedalaman emosi.

Di balik layar, produser eksekutif Wendra Lingga menegaskan bahwa “Yohanna” lahir dari dorongan kemanusiaan, bukan pertimbangan komersial. Baginya, film ini adalah medium untuk menyampaikan empati yang melampaui batas identitas.

“Kemanusiaan tidak mengenal sekat agama, suku, atau latar belakang. Cerita ini adalah tentang kita semua,” kata Wendra.

Ia menyebut keterlibatannya dalam proyek ini sebagai panggilan hati, sebuah respons personal terhadap realitas yang diangkat film tersebut.

Diproduksi oleh Summerland, Reason8 Films, dan Pilgrim Film, serta dibintangi Laura Basuki, “Yohanna” lebih dulu mencuri perhatian di panggung internasional.

Film ini melakukan debut dunia di International Film Festival Rotterdam 2024, lalu meraih penghargaan Sutradara Terbaik di Jakarta Film Week 2024.

Tak hanya itu, di Jogja-NETPAC Asian Film Festival, Yohanna memborong lima penghargaan sekaligus: Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Storytelling Terbaik, Akting Terbaik, dan Sinematografi Terbaik.

Deretan capaian tersebut menegaskan posisi film ini sebagai karya yang tidak hanya kuat secara naratif, tetapi juga matang secara artistik.

Pada akhirnya, Yohanna berbicara dengan bahasa yang sederhana namun mendalam: tentang harapan yang tumbuh di tengah keterbatasan, tentang solidaritas yang lahir dari luka bersama, dan tentang kemanusiaan sebagai nilai universal yang tak lekang oleh perbedaan.

Film ini mengingatkan, di tengah dunia yang rapuh, selalu ada ruang bagi empati untuk menemukan jalannya. (\•/)

Editor: Asep Yogi
Sumber: HITV Jakarta

  • Penulis: Erwin Lubis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Video Diduga Pesta Sabu di Sukatani Viral, Warga Minta Penelusuran Aparat

    Video Diduga Pesta Sabu di Sukatani Viral, Warga Minta Penelusuran Aparat

    • 0Komentar

    Sebuah video yang diduga memperlihatkan aktivitas pesta narkoba jenis sabu beredar luas di media sosial dan memicu keresahan publik. Rekaman berdurasi singkat itu disebut-sebut terjadi di wilayah Desa Cianting Utara, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta. PURWAKARTA, HITV— Dalam video tersebut, tampak sejumlah pria duduk melingkar di dalam sebuah ruangan. Mereka diduga mengonsumsi sabu secara bergantian. Namun, […]

  • Jembatan Garuda Diresmikan, Akses Warga Sunter Agung–Pademangan Timur Kini Lebih Lancar

    Jembatan Garuda Diresmikan, Akses Warga Sunter Agung–Pademangan Timur Kini Lebih Lancar

    • 0Komentar

    Mobilitas warga di kawasan Sunter Agung dan Pademangan Timur, Jakarta Utara, kini menjadi lebih mudah setelah diresmikannya Jembatan Garuda yang membentang di atas Anak Kali Sentiong, Jumat (8/5/2026). JAKARTA UTARA, HITV — Peresmian jembatan dilakukan Pangdam Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi di Jalan Pesanggrahan RW 01, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok. Infrastruktur tersebut menghubungkan […]

  • Amankan Pilkada 2024, Polres Purwakarta Kerahkan 585 Personel

    Amankan Pilkada 2024, Polres Purwakarta Kerahkan 585 Personel

    • 1Komentar

    Polres Purwakarta, Polda Jawa Barat, menurunkan sebanyak 585 personel untuk mengamankan pelaksanaan Pilkada serentak 2024 di Kabupaten Purwakarta. Para personel tersebut akan bertugas di 1.462 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 17 kecamatan pada 27 November 2024. Tampak dalam foto Kapolres Purwakarta AKBP Lilik Ardiansyah saat pimpin apel pergeseran pasukan. (Dok/foto/Raffa) HITVBERITA.COM | PURWAKARTA […]

  • Bupati Purwakarta Hadiri Pidato Kenegaraan Presiden Secara Virtual di DPRD

    Bupati Purwakarta Hadiri Pidato Kenegaraan Presiden Secara Virtual di DPRD

    • 0Komentar

    Penulis: Raffa Christ Manalu Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, bersama jajaran Forkopimda Purwakarta menghadiri kegiatan mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia secara virtual. Acara ini berlangsung di Ruang Rapat Utama DPRD Kabupaten Purwakarta, Jumat, 15 Agustus 2025, yang menandai momen penting dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. HITVBERITA.COM | Purwakarta – Kegiatan ini bukan […]

  • Ngosrek Bareng di Tajug Gede, Aksi Nyata Wujudkan Purwakarta Bersih

    Ngosrek Bareng di Tajug Gede, Aksi Nyata Wujudkan Purwakarta Bersih

    • 0Komentar

    Penulis: Yosefa Putri AM Kawasan Tajug Gede Cilodong, Kecamatan Bungursari, berdenyut dengan energi kebersamaan dalam kegiatan Ngosrek Bareng, yang dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Purwakarta, Norman Nugraha, merupakan komitmen Bupati, Saepul Bahri Binzein, dalam mewujudkan Purwakarta yang bersih dan sehat, pada Jum’at (12/9/2025). HITVBERITA.COM | Purwakarta – Kegiatan Ngosrek (Ngored, Bebersih dan Berseka) tidak sekadar membersihkan […]

  • Ketika Diplomasi Energi Mentok, Saatnya Indonesia Berdaulat dari Dalam

    Ketika Diplomasi Energi Mentok, Saatnya Indonesia Berdaulat dari Dalam

    • 0Komentar

    Oleh: Nandan Limakrisna Di tengah gejolak geopolitik global, satu fakta kembali menampar kesadaran kita: Indonesia masih sangat bergantung pada energi dari luar negeri. Setiap kali harga minyak naik, setiap kali jalur distribusi terganggu, setiap kali konflik memanas, yang ikut bergetar bukan hanya pasar global, tetapi juga APBN, nilai tukar rupiah, dan daya beli rakyat. Dalam […]

expand_less