Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Ketika Diplomasi Energi Mentok, Saatnya Indonesia Berdaulat dari Dalam

  • account_circle Prof Dr Nandan Limakrisna, ST, MT
  • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
  • print Cetak

Oleh: Nandan Limakrisna

Di tengah gejolak geopolitik global, satu fakta kembali menampar kesadaran kita: Indonesia masih sangat bergantung pada energi dari luar negeri. Setiap kali harga minyak naik, setiap kali jalur distribusi terganggu, setiap kali konflik memanas, yang ikut bergetar bukan hanya pasar global, tetapi juga APBN, nilai tukar rupiah, dan daya beli rakyat.

Dalam situasi seperti ini, pemerintah bergerak melalui jalur diplomasi. Itu wajar. Bahkan perlu. Namun ada satu kenyataan yang tidak bisa ditutup-tutupi: selama kita masih bergantung pada pasokan luar, posisi kita dalam negosiasi akan selalu terbatas. Kita bisa meminta, tetapi belum tentu bisa menentukan.

Diskon harga, prioritas pasokan, atau perlakuan khusus bukanlah sesuatu yang diberikan karena simpati. Dalam dunia energi global, semua ditentukan oleh kepentingan, posisi tawar, dan kekuatan sistem ekonomi. Negara yang kuat bukan yang paling sering bernegosiasi, tetapi yang paling sedikit bergantung.

Masalah Indonesia bukan sekadar pada hasil diplomasi yang belum optimal. Masalah yang lebih dalam adalah struktur ekonomi yang masih rentan. Kita terlalu lama membangun ekonomi yang bergantung pada arus luar, sementara kekuatan dari dalam belum benar-benar terorganisasi.

Ketika harga minyak naik, negara harus bekerja ekstra menjaga stabilitas. Anggaran ditekan, ruang fiskal menyempit, dan berbagai skenario darurat disiapkan. Ini menunjukkan satu hal: ketahanan kita masih bersifat reaktif, bukan struktural.

Kita seperti terus memadamkan api, tetapi belum membangun sistem yang membuat rumah kita tahan terhadap kebakaran.

Padahal Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Dengan lebih dari 280 juta penduduk, jutaan UMKM, serta sumber daya yang melimpah, Indonesia memiliki semua syarat untuk membangun kekuatan ekonomi dari dalam. Namun potensi itu masih berjalan sendiri-sendiri, belum terintegrasi dalam satu sistem yang saling menguatkan.

Di sinilah perubahan arah harus dilakukan.

Indonesia tidak cukup hanya memperkuat diplomasi. Indonesia harus membangun kedaulatan ekonomi rakyat.

Kedaulatan ini bukan berarti menutup diri dari dunia. Tetapi memastikan bahwa kebutuhan dasar bangsa—energi, pangan, dan ekonomi rakyat—memiliki fondasi yang kuat dari dalam negeri. Ketika fondasi ini kokoh, gejolak global tidak lagi menjadi ancaman besar, melainkan hanya tantangan yang bisa dikelola.

Salah satu pendekatan yang dapat mempercepat hal ini adalah membangun sistem ekonomi berbasis komunitas melalui Snowball Business Model (SBM). Dalam model ini, masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen dan promotor dalam satu ekosistem yang saling terhubung. Pasar tidak lagi dicari keluar, tetapi dibangun dari dalam.

Jika model seperti ini dikembangkan secara luas melalui koperasi, desa, dan jaringan UMKM, maka arus ekonomi akan berputar di dalam negeri. Ketergantungan terhadap pasar dan pasokan luar akan berkurang, dan posisi Indonesia dalam percaturan global akan meningkat secara alami.

Pertanyaan yang harus kita jawab bukan lagi “berapa harga minyak dunia hari ini”, tetapi “seberapa kuat sistem ekonomi kita menghadapi perubahan harga itu”.

Selama kita masih bergantung, setiap krisis global akan terasa sebagai ancaman. Tetapi jika kita berdaulat, krisis global hanya akan menjadi ujian yang bisa dilewati.

Diplomasi tetap penting. Tetapi tanpa kekuatan dari dalam, diplomasi hanya menjadi upaya jangka pendek.

Saatnya Indonesia berhenti sekadar bertahan, dan mulai membangun kekuatan.

Bukan dari luar. Tetapi dari dalam.

(\•/)

Tentang Penulis:
Nandan Limakrisna adalah Guru Besar Ilmu Manajemen di Universitas Persada Indonesia YAI (UPI YAI) yang menaruh perhatian pada kajian strategi bisnis, pemasaran, serta pengembangan ekonomi berbasis komunitas.

Ia aktif menulis dan memberikan pemikiran mengenai pemberdayaan UMKM, model bisnis kolaboratif, dan penguatan ekonomi rakyat.

Melalui berbagai tulisan dan forum akademik, ia juga memperkenalkan konsep Snowball Business Model (SBM) sebagai pendekatan pengembangan ekosistem ekonomi komunitas.

Pemikirannya banyak menyoroti pentingnya sinergi antara industrialisasi nasional dan ekonomi rakyat dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

  • Penulis: Prof Dr Nandan Limakrisna, ST, MT

Rekomendasi Untuk Anda

  • Restorative Justice Diabaikan, Proses Hukum Empat Warga Dabo Dinilai Janggal

    Restorative Justice Diabaikan, Proses Hukum Empat Warga Dabo Dinilai Janggal

    • 0Komentar

    Ruslan LGA Proses hukum terhadap empat warga Dabo, Kabupaten Lingga, yakni Sudirman alias Sudik bin Mappajeru, Hernandi Desriawan alias Nandi bin Sudirman, Hamsari alias Hamsa bin Mappajeru, serta Mansyur bin Arifin yang di dakwa merusak dan mencabuti tanaman sawit di nilai janggal. HITVBERITA.COM | Lingga – Dalam sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (15/9/2025), tim […]

  • Kapolres Belitung Laksanakan Panen Jagung Di Desa Badau : Wujud Sinergi Polri dan Masyarakat Dukung Ketahanan Pangan Nasional

    Kapolres Belitung Laksanakan Panen Jagung Di Desa Badau : Wujud Sinergi Polri dan Masyarakat Dukung Ketahanan Pangan Nasional

    • 0Komentar

    HiTvBerita.com | Belitung – Dalam rangka mendukung program Ketahanan Pangan Nasiona, Polres Belitung bersama Polsek Badau dan Kelompok Tani “RUMAH HIJAU” melaksanakan panen jagung di lahan produktif seluas 5.000 meter persegi di Desa Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung. Selasa, (03/05/2025) Kegiatan panen Jagung yang dilaksanakan pada Selasa pagi ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara Kepolisian, […]

  • Wakil Bupati Kobar Hadiri Buka Puasa Bersama Dinas PUPR, Perkuat Silaturahmi dan Kebersamaan!

    Wakil Bupati Kobar Hadiri Buka Puasa Bersama Dinas PUPR, Perkuat Silaturahmi dan Kebersamaan!

    • 2Komentar

    Wakil Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), H. Suyanto, SH, MH, didampingi Sekretaris Daerah Rody Iskandar, menghadiri acara buka puasa bersama yang digelar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kotawaringin Barat di Musholla Al-Baari. Acara ini bertujuan mempererat hubungan antara jajaran pemerintah daerah, pegawai Dinas PUPR, serta masyarakat sekitar. HITVBERITA.COM | KOBAR – Dalam sambutannya, H. […]

  • Bupati Karimun Lantik dan Kukuhkan 17 RT/RW Tanjung Balai

    Bupati Karimun Lantik dan Kukuhkan 17 RT/RW Tanjung Balai

    • 0Komentar

    KARIMUN | HITV – Sebanyak 17 RT dan RW se-Kelurahan Tanjung Balai resmi dilantik oleh Bupati Karimun, Iskandarsyah. Pelantikan dan pengukuhan tersebut berlangsung di Balai Pertemuan Kelurahan Tanjung Balai, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, pada Senin, 5 Januari 2026. (tr) Dibaca: 205

  • YJGI dan YBCI Hadirkan Kepedulian Nyata bagi Pasien Cuci Darah di RSPAD Gatot Soebroto

    YJGI dan YBCI Hadirkan Kepedulian Nyata bagi Pasien Cuci Darah di RSPAD Gatot Soebroto

    • 0Komentar

    Kepedulian terhadap pasien gagal ginjal kembali ditunjukkan lewat aksi sederhana namun bermakna di RSPAD Gatot Soebroto, Rabu (13/5/2026). JAKARTA, HITV— Aksi nyata tersebut dilakukan oleh Yayasan Jaga Ginjal Indonesia (YJGI) bersama Yayasan Berbagi Cahaya Imlek (YBCI) membagikan telur rebus kepada pasien hemodialisis atau cuci darah sebagai bentuk dukungan kesehatan sekaligus penguatan moral bagi para pejuang […]

  • Dedi Mulyadi Kembali Boyong Pejabat Pemkab Purwakarta ke Pemprov Jawa Barat

    Dedi Mulyadi Kembali Boyong Pejabat Pemkab Purwakarta ke Pemprov Jawa Barat

    • 0Komentar

    Penulis: Raffa Christ Manalu Sejumlah pejabat dilingkup pemerintah daerah Kabupaten Purwakarta kembali dipindahkan untuk menduduki jabatan dilingkungan pemerintah provinsi Jawa Barat yang digelar pada 1 September 2025 lalu. HITVBERITA.COM | Purwakarta –Gerbong rotasi tahap pertama terjadi pada Rabu 28 Mei 2025. Empat pejabat setingkat eselon II Pemerintah Kabupaten Purwakarta diboyong Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi […]

expand_less