Rabu, 3 Jun 2026
light_mode

Ketika Diplomasi Energi Mentok, Saatnya Indonesia Berdaulat dari Dalam

  • account_circle Prof Dr Nandan Limakrisna, ST, MT
  • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
  • print Cetak

Oleh: Nandan Limakrisna

Di tengah gejolak geopolitik global, satu fakta kembali menampar kesadaran kita: Indonesia masih sangat bergantung pada energi dari luar negeri. Setiap kali harga minyak naik, setiap kali jalur distribusi terganggu, setiap kali konflik memanas, yang ikut bergetar bukan hanya pasar global, tetapi juga APBN, nilai tukar rupiah, dan daya beli rakyat.

Dalam situasi seperti ini, pemerintah bergerak melalui jalur diplomasi. Itu wajar. Bahkan perlu. Namun ada satu kenyataan yang tidak bisa ditutup-tutupi: selama kita masih bergantung pada pasokan luar, posisi kita dalam negosiasi akan selalu terbatas. Kita bisa meminta, tetapi belum tentu bisa menentukan.

Diskon harga, prioritas pasokan, atau perlakuan khusus bukanlah sesuatu yang diberikan karena simpati. Dalam dunia energi global, semua ditentukan oleh kepentingan, posisi tawar, dan kekuatan sistem ekonomi. Negara yang kuat bukan yang paling sering bernegosiasi, tetapi yang paling sedikit bergantung.

Masalah Indonesia bukan sekadar pada hasil diplomasi yang belum optimal. Masalah yang lebih dalam adalah struktur ekonomi yang masih rentan. Kita terlalu lama membangun ekonomi yang bergantung pada arus luar, sementara kekuatan dari dalam belum benar-benar terorganisasi.

Ketika harga minyak naik, negara harus bekerja ekstra menjaga stabilitas. Anggaran ditekan, ruang fiskal menyempit, dan berbagai skenario darurat disiapkan. Ini menunjukkan satu hal: ketahanan kita masih bersifat reaktif, bukan struktural.

Kita seperti terus memadamkan api, tetapi belum membangun sistem yang membuat rumah kita tahan terhadap kebakaran.

Padahal Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Dengan lebih dari 280 juta penduduk, jutaan UMKM, serta sumber daya yang melimpah, Indonesia memiliki semua syarat untuk membangun kekuatan ekonomi dari dalam. Namun potensi itu masih berjalan sendiri-sendiri, belum terintegrasi dalam satu sistem yang saling menguatkan.

Di sinilah perubahan arah harus dilakukan.

Indonesia tidak cukup hanya memperkuat diplomasi. Indonesia harus membangun kedaulatan ekonomi rakyat.

Kedaulatan ini bukan berarti menutup diri dari dunia. Tetapi memastikan bahwa kebutuhan dasar bangsa—energi, pangan, dan ekonomi rakyat—memiliki fondasi yang kuat dari dalam negeri. Ketika fondasi ini kokoh, gejolak global tidak lagi menjadi ancaman besar, melainkan hanya tantangan yang bisa dikelola.

Salah satu pendekatan yang dapat mempercepat hal ini adalah membangun sistem ekonomi berbasis komunitas melalui Snowball Business Model (SBM). Dalam model ini, masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen dan promotor dalam satu ekosistem yang saling terhubung. Pasar tidak lagi dicari keluar, tetapi dibangun dari dalam.

Jika model seperti ini dikembangkan secara luas melalui koperasi, desa, dan jaringan UMKM, maka arus ekonomi akan berputar di dalam negeri. Ketergantungan terhadap pasar dan pasokan luar akan berkurang, dan posisi Indonesia dalam percaturan global akan meningkat secara alami.

Pertanyaan yang harus kita jawab bukan lagi “berapa harga minyak dunia hari ini”, tetapi “seberapa kuat sistem ekonomi kita menghadapi perubahan harga itu”.

Selama kita masih bergantung, setiap krisis global akan terasa sebagai ancaman. Tetapi jika kita berdaulat, krisis global hanya akan menjadi ujian yang bisa dilewati.

Diplomasi tetap penting. Tetapi tanpa kekuatan dari dalam, diplomasi hanya menjadi upaya jangka pendek.

Saatnya Indonesia berhenti sekadar bertahan, dan mulai membangun kekuatan.

Bukan dari luar. Tetapi dari dalam.

(\•/)

Tentang Penulis:
Nandan Limakrisna adalah Guru Besar Ilmu Manajemen di Universitas Persada Indonesia YAI (UPI YAI) yang menaruh perhatian pada kajian strategi bisnis, pemasaran, serta pengembangan ekonomi berbasis komunitas.

Ia aktif menulis dan memberikan pemikiran mengenai pemberdayaan UMKM, model bisnis kolaboratif, dan penguatan ekonomi rakyat.

Melalui berbagai tulisan dan forum akademik, ia juga memperkenalkan konsep Snowball Business Model (SBM) sebagai pendekatan pengembangan ekosistem ekonomi komunitas.

Pemikirannya banyak menyoroti pentingnya sinergi antara industrialisasi nasional dan ekonomi rakyat dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

  • Penulis: Prof Dr Nandan Limakrisna, ST, MT

Rekomendasi Untuk Anda

  • Telusuran IPJI Ungkap Kejanggalan Perjalanan Dinas Sekretariat DPRD Batam 2025, Potensi Kelebihan Pembayaran Rp 1,33 Miliar

    Telusuran IPJI Ungkap Kejanggalan Perjalanan Dinas Sekretariat DPRD Batam 2025, Potensi Kelebihan Pembayaran Rp 1,33 Miliar

    • 0Komentar

    Hasil telusuran Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) terhadap belanja perjalanan dinas Sekretariat DPRD Kota Batam Tahun Anggaran 2025 mengungkap sejumlah kejanggalan serius. BATAM | HITV — Temuan IPJI Kepri tersebut mencakup potensi kelebihan pembayaran hingga ketidaklengkapan dokumen pertanggungjawaban administrasi. IPJI menilai, pola permasalahan ini bukan kali pertama terjadi, melainkan telah berulang setidaknya dalam tiga […]

  • Raffa Chris Manalu ; Pandangan Tentang Sosial Media dan Kepercayaan Masyarakat

    Raffa Chris Manalu ; Pandangan Tentang Sosial Media dan Kepercayaan Masyarakat

    • 0Komentar

    HITVBerita.Com| Jakarta – Sosok Lugas, Raffa Chirs Manalu adalah seorang wartawan senior yang dikenal di dunia jurnalistik, khususnya di platform hiviberita.com. Dengan pengalaman yang luas dalam liputan berita, ia sering meliput isu-isu penting dan menyajikan informasi secara objektif. Dedikasinya terhadap profesi jurnalistik dan komitmennya untuk menyajikan berita yang akurat menjadikannya sosok yang dihormati di kalangan […]

  • Ketum PSI Kaesang Pangarep Ajak Masyarakat Kobar Dukung Rahmat Hidayat Jadi Bupati

    Ketum PSI Kaesang Pangarep Ajak Masyarakat Kobar Dukung Rahmat Hidayat Jadi Bupati

    • 0Komentar

    Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, mengadakan pertemuan strategis bersama dengan Calon Bupati Kotawaringin Barat Rahmat Hidayat di Hotel Kecubung, pada hari Senin, 18 November 2024. (Dok/Foto/Red) HITVBERITA.COM | PANGKALAN BUN – Dalam pertemuan Calon Bupati Kobar dengan Ketum DPP PSI tersebut, juga turut mendampingi Ketua DPD PSI Syahrudin […]

  • Kasus LPK Azumy Masuk Tahap Penuntutan, Tersangka Ditahan

    Kasus LPK Azumy Masuk Tahap Penuntutan, Tersangka Ditahan

    • 0Komentar

    Penantian panjang puluhan korban dugaan penipuan oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Azumy Gakuin Center akhirnya memasuki babak baru. PURWAKARTA, HITV — Setelah lebih dari satu tahun bergulir, perkara tersebut resmi dilimpahkan ke tahap penuntutan oleh penyidik kepada Kejaksaan Negeri Purwakarta. Kepastian ini disambut lega oleh para korban yang sejak pagi mendatangi kantor kejaksaan di Jalan […]

  • AYS Prayogie Kawal Regenerasi Kepemimpinan MIO Indonesia Jakarta Barat di Hari Lahir Pancasila

    AYS Prayogie Kawal Regenerasi Kepemimpinan MIO Indonesia Jakarta Barat di Hari Lahir Pancasila

    • 0Komentar

    Momentum Hari Lahir Pancasila menjadi penanda babak baru perjalanan Media Independen Online (MIO) Indonesia di Jakarta Barat. JAKARTA BARAT, HITV — Di tengah semangat memperkuat nilai persatuan dan demokrasi organisasi, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) MIO Indonesia, AYS Prayogie, hadir langsung mengawal jalannya Kongres Daerah (Kongresda) II MIO Indonesia Pengurus Daerah (PD) Kota Administrasi Jakarta […]

  • Komunitas Pejuang Subuh Tanah Merah Gelar Peringatan Isra Mikraj 1447 H

    Komunitas Pejuang Subuh Tanah Merah Gelar Peringatan Isra Mikraj 1447 H

    • 0Komentar

    INDRAGIRI HILIR | HITV – Komunitas Pejuang Subuh Tanah Merah menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah pada Jumat, 9 Januari 2026, bertepatan dengan 20 Rajab 1447 H. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Al-Ishlah, Komplek PT Pulau Sambu Kuala Enok, dan berlangsung dengan khidmat. Peringatan hari besar Islam ini dihadiri para imam masjid […]

expand_less