Selasa, 20 Okt 2026
dark_mode

Ketika Diplomasi Energi Mentok, Saatnya Indonesia Berdaulat dari Dalam

  • account_circle Prof Dr Nandan Limakrisna, ST, MT
  • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
  • print Cetak

Oleh: Nandan Limakrisna

Di tengah gejolak geopolitik global, satu fakta kembali menampar kesadaran kita: Indonesia masih sangat bergantung pada energi dari luar negeri. Setiap kali harga minyak naik, setiap kali jalur distribusi terganggu, setiap kali konflik memanas, yang ikut bergetar bukan hanya pasar global, tetapi juga APBN, nilai tukar rupiah, dan daya beli rakyat.

Dalam situasi seperti ini, pemerintah bergerak melalui jalur diplomasi. Itu wajar. Bahkan perlu. Namun ada satu kenyataan yang tidak bisa ditutup-tutupi: selama kita masih bergantung pada pasokan luar, posisi kita dalam negosiasi akan selalu terbatas. Kita bisa meminta, tetapi belum tentu bisa menentukan.

Diskon harga, prioritas pasokan, atau perlakuan khusus bukanlah sesuatu yang diberikan karena simpati. Dalam dunia energi global, semua ditentukan oleh kepentingan, posisi tawar, dan kekuatan sistem ekonomi. Negara yang kuat bukan yang paling sering bernegosiasi, tetapi yang paling sedikit bergantung.

Masalah Indonesia bukan sekadar pada hasil diplomasi yang belum optimal. Masalah yang lebih dalam adalah struktur ekonomi yang masih rentan. Kita terlalu lama membangun ekonomi yang bergantung pada arus luar, sementara kekuatan dari dalam belum benar-benar terorganisasi.

Ketika harga minyak naik, negara harus bekerja ekstra menjaga stabilitas. Anggaran ditekan, ruang fiskal menyempit, dan berbagai skenario darurat disiapkan. Ini menunjukkan satu hal: ketahanan kita masih bersifat reaktif, bukan struktural.

Kita seperti terus memadamkan api, tetapi belum membangun sistem yang membuat rumah kita tahan terhadap kebakaran.

Padahal Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Dengan lebih dari 280 juta penduduk, jutaan UMKM, serta sumber daya yang melimpah, Indonesia memiliki semua syarat untuk membangun kekuatan ekonomi dari dalam. Namun potensi itu masih berjalan sendiri-sendiri, belum terintegrasi dalam satu sistem yang saling menguatkan.

Di sinilah perubahan arah harus dilakukan.

Indonesia tidak cukup hanya memperkuat diplomasi. Indonesia harus membangun kedaulatan ekonomi rakyat.

Kedaulatan ini bukan berarti menutup diri dari dunia. Tetapi memastikan bahwa kebutuhan dasar bangsa—energi, pangan, dan ekonomi rakyat—memiliki fondasi yang kuat dari dalam negeri. Ketika fondasi ini kokoh, gejolak global tidak lagi menjadi ancaman besar, melainkan hanya tantangan yang bisa dikelola.

Salah satu pendekatan yang dapat mempercepat hal ini adalah membangun sistem ekonomi berbasis komunitas melalui Snowball Business Model (SBM). Dalam model ini, masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen dan promotor dalam satu ekosistem yang saling terhubung. Pasar tidak lagi dicari keluar, tetapi dibangun dari dalam.

Jika model seperti ini dikembangkan secara luas melalui koperasi, desa, dan jaringan UMKM, maka arus ekonomi akan berputar di dalam negeri. Ketergantungan terhadap pasar dan pasokan luar akan berkurang, dan posisi Indonesia dalam percaturan global akan meningkat secara alami.

Pertanyaan yang harus kita jawab bukan lagi “berapa harga minyak dunia hari ini”, tetapi “seberapa kuat sistem ekonomi kita menghadapi perubahan harga itu”.

Selama kita masih bergantung, setiap krisis global akan terasa sebagai ancaman. Tetapi jika kita berdaulat, krisis global hanya akan menjadi ujian yang bisa dilewati.

Diplomasi tetap penting. Tetapi tanpa kekuatan dari dalam, diplomasi hanya menjadi upaya jangka pendek.

Saatnya Indonesia berhenti sekadar bertahan, dan mulai membangun kekuatan.

Bukan dari luar. Tetapi dari dalam.

(\•/)

Tentang Penulis:
Nandan Limakrisna adalah Guru Besar Ilmu Manajemen di Universitas Persada Indonesia YAI (UPI YAI) yang menaruh perhatian pada kajian strategi bisnis, pemasaran, serta pengembangan ekonomi berbasis komunitas.

Ia aktif menulis dan memberikan pemikiran mengenai pemberdayaan UMKM, model bisnis kolaboratif, dan penguatan ekonomi rakyat.

Melalui berbagai tulisan dan forum akademik, ia juga memperkenalkan konsep Snowball Business Model (SBM) sebagai pendekatan pengembangan ekosistem ekonomi komunitas.

Pemikirannya banyak menyoroti pentingnya sinergi antara industrialisasi nasional dan ekonomi rakyat dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

  • Penulis: Prof Dr Nandan Limakrisna, ST, MT

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komitmen 173 Daerah Terapkan Puja Indah, BSKDN Kemendagri Perkuat Implementasi Lewat Bimtek

    Komitmen 173 Daerah Terapkan Puja Indah, BSKDN Kemendagri Perkuat Implementasi Lewat Bimtek

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2024
    • 0Komentar

    HITVBerita. Com | JAKARTA – Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus memperkuat implementasi inovasi pelayanan publik melalui aplikasi Pusat Jejaring Inovasi Daerah (Puja Indah). Sebagai bagian dari komitmen ini, BSKDN menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi pemerintah daerah (Pemda) yang telah menyatakan kesediaannya untuk menerapkan aplikasi Puja Indah dalam penyelenggaraan pelayanan […]

  • 14 Tahun Tak Tuntas, PSU Griya Ciwangi Terancam Batal: Ada Aset Desa dalam Ruislag

    14 Tahun Tak Tuntas, PSU Griya Ciwangi Terancam Batal: Ada Aset Desa dalam Ruislag

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • 0Komentar

    Proses serah terima Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) Perumahan Griya Ciwangi, Kabupaten Purwakarta, menyimpan persoalan yang belum tuntas selama lebih dari satu dekade. PURWAKARTA, HITV — Sejak proses tersebut berjalan pada 2011, status salah satu bidang tanah yang tercantum dalam siteplan perumahan disebut belum memiliki penyelesaian ruislag yang jelas. Tanah itu merupakan aset Desa […]

  • agua bacteriostática farmacia españa 26

    agua bacteriostática farmacia españa 26

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • 1Komentar

    Documento De Consenso Sobre El Tratamiento Antimicrobiano De Las Infecciones Bacterianas Odontogénicas La dosis habitual para niños con cifras bajas de glóbulos blancos es de 80mg/10 mg/kg de peso corporal de piperacilina/tazobactam administrada cada 6 horas a través de una vena (directamente en la circulación sanguínea). Al igual que todos los medicamentos, Cristalmina 10 mg/ml puede producir […]

  • IPJI Gelar Munas: Mencari Jejak Peran Jurnalis dalam Pembangunan Bangsa

    IPJI Gelar Munas: Mencari Jejak Peran Jurnalis dalam Pembangunan Bangsa

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • 0Komentar

    Menteri Dalam Negeri, Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D dijadwalkan hadir di acara Munas IPJI yang akan dihelat tahun 2025 ini. (Dok/Foto/IPJI) Oleh: AYS Prayogie Di tengah arus informasi yang kian deras, peran jurnalis dan penulis tidak hanya sebagai penyampai berita. Mereka juga penafsir zaman, perekam sejarah, dan penjaga nalar publik. Dalam semangat itulah, Ikatan […]

  • All We Imagine As Light 2025 𝙵ree To𝚛rent Dow𝚗load

    All We Imagine As Light 2025 𝙵ree To𝚛rent Dow𝚗load

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • 2Komentar

    ➡ TORRENT LINK Everything we imagine as a light: director Payal Kapadia. Along with Kani Kusruti, Divya Prabha, Chhaya Kadam, Hridhu Haroon. In Mumbai’s nurse Prabha routine is excited when she receives an unexpected gift from her alienated husband. Her youngest roommate Anu is in vain tries to find a place in the city to […]

  • Gelar Seminar RKUHAP, IMC Dorong Pembaruan Hukum Acara Pidana yang Adil dan Modern

    Gelar Seminar RKUHAP, IMC Dorong Pembaruan Hukum Acara Pidana yang Adil dan Modern

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • 0Komentar

    Penulis: Raffa Christ Manalu Indonesia Millenials Center (IMC) menggelar Seminar Hukum dengan tema Langkah Strategis Menuju Kedaulatan Hukum Nasional di Aula Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta, pada Rabu, 30 Juli 2025. HITVBERITACOM | Jakarta – Seminar tersebut mengangkat isu penting mengenai pembaruan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), yang telah diterapkan sejak tahun 1981 dan […]

expand_less