Jumat, 26 Jun 2026
light_mode

Ribuan Perantau Kebumen Padati TMII, Merawat Rindu Lewat Festival Walet Emas 2026

  • account_circle S. Erfan Nurali
  • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
  • print Cetak

Riuh suara gamelan dan aroma kuliner khas kampung halaman menyatu di pelataran Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (26/4/2026).

JAKARTA, HITV Ribuan perantau asal Kebumen yang tersebar di wilayah Jabodetabek tumpah ruah dalam Festival Walet Emas 2026—sebuah perayaan yang tak sekadar meriah, tetapi juga sarat makna kultural dan sosial.

Festival Walet Emas yang digagas Induk Warga Asal Kabupaten Kebumen (IWAKK) ini menjadi ruang temu bagi para perantau untuk merawat ingatan kolektif tentang kampung halaman.

Tradisi halalbihalal yang berpadu dengan peringatan Hari Kartini menjadikan acara ini tak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga refleksi nilai kebersamaan dan peran perempuan dalam kehidupan sosial masyarakat.

Sejak pagi, kawasan acara dipadati pengunjung. Ratusan stan kuliner menyajikan makanan khas Kebumen, mulai dari lanting hingga sate ambal, sementara produk kerajinan tangan dan fesyen lokal menjadi magnet tersendiri. (Dok/Foto/Erfan)

Di panggung utama, pertunjukan seni tradisional silih berganti, menghadirkan nuansa yang akrab bagi para perantau—seolah jarak geografis sejenak terhapus.

Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin yang hadir bersama Sekretaris Kota Eka Darmawan menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ia menilai, festival semacam ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat kohesi sosial di tengah kehidupan perkotaan yang cenderung individualistik.

“Kegiatan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga pengikat identitas dan kebersamaan. Pemerintah Kota Jakarta Timur akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini,” ujar Munjirin.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas antarwarga di perantauan. Menurutnya, kekompakan komunitas menjadi modal sosial yang penting, tidak hanya bagi individu, tetapi juga dalam membangun citra daerah asal.

“Saya melihat kebersamaan yang kuat di sini. Ini harus dijaga, sekaligus menjadi cara untuk membawa nama baik Kebumen di mana pun berada,” katanya.

Festival Walet Emas 2026 turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, antara lain Bupati Kebumen Lilis Nuryani, anggota DPR RI Darori Wonodipuro, anggota DPD RI Alfiansyah Bustami dan Ahmad Azran, serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta Adib dan Sita Komala Dewi.

Lebih dari sekadar perayaan tahunan, Festival Walet Emas menjelma menjadi simpul yang menghubungkan identitas, ekonomi kreatif, dan jejaring sosial warga Kebumen di perantauan.

Di tengah hiruk pikuk ibu kota, ruang-ruang seperti ini menjadi penting—bukan hanya untuk melepas rindu, tetapi juga untuk memastikan akar budaya tetap tumbuh, di mana pun mereka berpijak. (\•/)

Editor: AYS 
Sumber: HITV DKI Jakarta

  • Penulis: S. Erfan Nurali

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satres Narkoba Polres Purwakarta Intensifkan Razia, Ratusan Botol Miras Oplosan Disita

    Satres Narkoba Polres Purwakarta Intensifkan Razia, Ratusan Botol Miras Oplosan Disita

    • 0Komentar

    Personel Satres Narkoba Polres Purwakarta saat melakukan operasi di salah satu toko minuman di wilayah setempat. (Dok/Foto/Raffa) Penulis: Raffa Christ Manalu Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Satuan Reserse Narkoba Polres Purwakarta, Polda Jawa Barat, kembali menindak tegas peredaran minuman keras (miras) ilegal. Belum lama ini, petugas berhasil menyita ratusan botol miras oplosan yang […]

  • Imigrasi Karimun Edukasi Warga Desa Pangke Cegah TPPO dan PMI Nonprosedural

    Imigrasi Karimun Edukasi Warga Desa Pangke Cegah TPPO dan PMI Nonprosedural

    • 0Komentar

    Upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) nonprosedural terus diperkuat di wilayah perbatasan. KARIMUN, HITV— Salah satunya upaya pencegahan itu dilakukan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Karimun melalui program Desa Binaan Imigrasi di Desa Pangke, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Selasa (12/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa […]

  • Yudi Purnomo: Dugaan Saya, Yasonna Laoly adalah Saksi Kunci Kasus Harun Masiku

    Yudi Purnomo: Dugaan Saya, Yasonna Laoly adalah Saksi Kunci Kasus Harun Masiku

    • 0Komentar

    Keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mencekal Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan mantan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly bepergian ke luar negeri menuai apresiasi. Langkah ini dianggap strategis untuk memastikan ketersediaan kedua figur tersebut saat dibutuhkan dalam proses hukum kasus Harun Masiku. HITVBERITA.COM | JAKARTA – Hal ini disampaikan oleh Yudi Purnomo, mantan penyidik […]

  • Pengelolaan Sampah Jakarta: Antara Kewajiban Negara dan Tanggung Jawab Bersama

    Pengelolaan Sampah Jakarta: Antara Kewajiban Negara dan Tanggung Jawab Bersama

    • 0Komentar

    Oleh: Ical Syamsudin, S.Sos Persoalan sampah di DKI Jakarta tidak lagi sekadar soal kebersihan kota. Ia telah menjelma menjadi persoalan lingkungan, kesehatan publik, tata ruang, hingga kebijakan pembangunan yang kompleks dan saling berkaitan. Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, urbanisasi masif, pola konsumsi masyarakat perkotaan, serta tingginya penggunaan produk sekali pakai membuat volume sampah Jakarta terus […]

  • SMP Negeri 81 Salah Satu Sekolah Unggulan di Jakarta Timur, Yang Unggul Dalam Kualitas dan Prestasi!

    SMP Negeri 81 Salah Satu Sekolah Unggulan di Jakarta Timur, Yang Unggul Dalam Kualitas dan Prestasi!

    • 0Komentar

    HITVBERITA JAKARTA | Sekolah merupakan tempat sebuah lembaga Pendidikan, dimana para siswanya mendapatkan pembelajaran dibawah pengawasan Guru. Sekolah juga merupakan sebagai lembaga pendidikan formal, yang dalam gerak langkahnya telah diatur oleh undang undang, yang tujuannya menciptakan anak didik yang cerdas, terampil, berakhlak mulia, beretika, santun, disiplin, dan lain sebagainya. Berbagai kegiatan pembelajaran pun dilakukan oleh […]

  • “Ibu di Mana?” — 16 Tahun Menunggu Pelukan yang Tak Pernah Datang

    “Ibu di Mana?” — 16 Tahun Menunggu Pelukan yang Tak Pernah Datang

    • 0Komentar

    Di sebuah ruang perawatan Rumah Sakit Andi Sultan Daeng Radja, Bulukumba, seorang remaja perempuan terbaring lemah. Tubuhnya kurus. Tatapannya kosong, tetapi sesekali matanya mencari sesuatu yang bahkan ia sendiri belum pernah benar-benar miliki: wajah ibunya. Namanya Syifa. Ketika seseorang bertanya apa yang paling ia inginkan, jawabannya sederhana, lirih, sekaligus menghantam perasaan siapa pun yang mendengarnya. […]

expand_less