Wali Murid SMAN 11 Jakarta Timur, Gelar Tasyakuran Kelulusan Secara Swadaya
- account_circle S. Erfan Nurali
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Wali Murid SMAN 11 Jakarta Timur, Gelar Tasyakuran Kelulusan Secara Swadaya. (Dok/Foto/Erfan)
Aula Masjid Shodri Asshiddiqi di Jalan Dr. Sumarno, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (9/5/2026), dipenuhi suasana haru dan syukur.
JAKARTA TIMUR, HITV —Ratusan siswa kelas XII Angkatan 27 SMAN 11 Jakarta Timur bersama orang tua dan guru berkumpul dalam acara tasyakuran kelulusan yang digelar sederhana, namun sarat makna.
Sebanyak 214 siswa dinyatakan lulus 100 persen pada tahun ajaran 2025/2026. Momentum itu dirayakan melalui kegiatan yang sepenuhnya diprakarsai wali murid dengan dana hasil donasi sukarela.
Tidak ada pesta mewah ataupun kemegahan berlebihan. Namun, nuansa kekeluargaan justru terasa kuat sejak awal acara. Pertunjukan tari perang oleh siswi kelas XI membuka rangkaian kegiatan, dilanjutkan parade tasyakuran yang dipimpin pasukan paskibra bersama jajaran komite sekolah, tamu undangan, dan para lulusan.
Suasana kemudian berubah khidmat ketika seluruh hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars sekolah sebelum memasuki sesi sambutan.
Kepala SMAN 11 Jakarta Timur, Penina Sinambela, mengingatkan bahwa makna utama tasyakuran bukan sekadar seremoni kelulusan.
“Acara hari ini bukan sekadar memakai kebaya dan jas lalu berfoto-foto. Inti dari kegiatan ini adalah mengucap syukur kepada Tuhan, berterima kasih kepada orang tua, dan kepada guru-guru yang telah membimbing kalian,” ujar Penina di hadapan siswa dan wali murid.
Ia menegaskan, pihak sekolah tidak terlibat dalam penyelenggaraan maupun pendanaan kegiatan. Sekolah hadir semata sebagai tamu undangan atas prakarsa panitia dari unsur orang tua siswa.
Menurut Penina, sejak pengumuman kelulusan pada 6 Mei 2026, para siswa secara simbolis telah dikembalikan kepada keluarga dan kini resmi menjadi bagian dari alumni SMAN 11 Jakarta Timur.
“Mulai hari ini kalian bukan lagi siswa, tetapi alumni. Kalian sudah dianggap dewasa dan harus mampu menentukan arah hidup sendiri,” katanya.
Salah satu momen yang paling menyentuh terjadi ketika Penina menjelaskan makna pelepasan burung merpati yang sebelumnya dilakukan saat pelepasan resmi di sekolah. Baginya, merpati melambangkan kebebasan sekaligus kesetiaan untuk selalu mengingat rumah, orang tua, guru, dan sahabat.
“Kemanapun kalian pergi mengejar cita-cita, jangan lupa pulang. Jangan lupa kepada orang tua, guru, dan teman-teman yang pernah bersama kalian,” tuturnya.
Ucapan itu disambut tepuk tangan panjang. Sejumlah siswa dan orang tua tampak menyeka air mata.
Ketua Komite Sekolah, Amin, menyampaikan apresiasi kepada para guru atas capaian kelulusan sempurna tersebut. Ia juga mengungkapkan, sebanyak 21 siswa berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun ajaran 2025/2026.
“Terima kasih kepada seluruh bapak dan ibu guru. Berkat bimbingannya anak-anak kami bisa sampai pada tahap ini. Yang sudah diterima di perguruan tinggi kami doakan sukses, dan yang belum jangan berkecil hati karena masih banyak peluang,” ujarnya.
Amin menegaskan, seluruh pembiayaan kegiatan berasal dari donasi sukarela wali murid. Tidak ada pungutan yang dibebankan kepada siswa maupun orang tua.
Ia merujuk pada Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 Pasal 10 yang memperbolehkan komite sekolah melakukan penggalangan dana dalam bentuk bantuan dan sumbangan sukarela.
“Hari ini adalah kegiatan tasyakuran yang melibatkan seluruh orang tua siswa kelas XII dari kelas A sampai R. Kami menekankan tidak ada pungutan dalam kegiatan ini,” katanya.
Ketua panitia tasyakuran, Dian Fadriayana, mengatakan acara dapat terlaksana berkat kerja sama para wali murid dari tiap kelas.
“Panitia berasal dari wali murid sendiri, perwakilan dari masing-masing kelas. Alhamdulillah acara berjalan lancar berkat dukungan seluruh orang tua siswa,” ujarnya.

Sebanyak 214 siswa dinyatakan lulus 100 persen pada tahun ajaran 2025/2026. Momentum itu dirayakan melalui kegiatan yang sepenuhnya diprakarsai wali murid dengan dana hasil donasi sukarela. (Dok/Foto/Erfan)
Bagi para lulusan Angkatan 27, tasyakuran itu bukan sekadar penutup masa putih abu-abu. Di tengah kesederhanaannya, acara tersebut menjadi ruang untuk mengenang perjuangan selama tiga tahun, merayakan kebersamaan, sekaligus menandai langkah awal menuju kehidupan baru di masa depan. (\•/)
Editor: AYS
Sumber: HITV Jakarta
- Penulis: S. Erfan Nurali






Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.