Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Bupati Bogor Sebut Isu Pindah Provinsi Hoax, Tapi Masalah Utama Tetap Nyata, Siapa Yang di Untungkan Dalam Bisnis Tambang?

  • account_circle Ahmad Rohani,
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • print Cetak

 

Oleh: Ahmad Rohani

Berita yang menyatakan Bupati Bogor menepis wacana pemisahan diri dari Jawa Barat akibat penutupan tambang sebagai berita bohong atau hoax, layak disikapi dengan pandangan kritis.

Pernyataan ini seolah berusaha meredam kegaduhan publik, namun jika dicermati lebih dalam, justru menimbulkan tanda tanya besar: kalau isu pindah provinsi itu tidak benar, lalu apa arti dari permohonan keras agar tambang dibuka kembali? Dan apa jawaban nyata pemerintah daerah atas masalah yang sebenarnya?

Berikut pandangan tajam saya atas situasi baru ini:

Menepis Isu, Tapi Diam atas Akar Masalah

Langkah Bupati menyebut isu pemindahan wilayah sebagai hoax sebenarnya wajar secara administrasi, karena mengubah batas provinsi memang bukan hal yang bisa terjadi begitu saja. Namun, ada hal yang sangat mencolok: Bupati hanya menepis dampak emosionalnya, tapi sama sekali tidak menjawab inti permasalahannya, yaitu kenapa permohonan pembukaan tambang diajukan dengan sangat mendesak dan keras?

Menepis berita itu mudah. Tapi, apakah Bupati menjawab kenapa ekonomi daerah terasa sangat tergantung pada Tambang. Apakah ada penjelasan mengapa ratusan truk pasir tetap beroperasi meski izin ditutup? Apakah ada tanggung jawab atas jalan-jalan rusak yang menjadi keluhan warga bertahun-tahun?

Menyebut satu berita hoax tidak membuat masalah besar yang ada di lapangan ikut hilang begitu saja. Ini seolah cara untuk mengalihkan perhatian, supaya publik tidak lagi membahas kegagalan pengelolaan ekonomi dan lingkungan.

Aspirasi Warga Jelas Ada, Jangan Dianggap Angin Lalu

Walau disebut hoax, kita tidak bisa menutup mata bahwa tuntutan untuk pindah provinsi itu benar-benar muncul dari aspirasi massa dalam aksi demonstrasi. Artinya, kemarahan, kekecewaan, dan rasa terdesak itu nyata. Masyarakat merasa tidak didengar, merasa kepentingan mereka dipangkas, dan merasa aturan provinsi memberatkan.

Ketika aspirasi yang meluap-luap ini hanya dijawab dengan kata “hoax”, justru terasa seperti pembungkaman. Bupati seharusnya memahami: wacana itu muncul karena ada rasa ketidakpuasan yang mendalam terhadap kebijakan yang ada. Menepisnya sebagai berita bohong tanpa menindaklanjuti akar kekecewaan itu, sama saja memendam bom waktu. Suatu saat ledakannya akan lebih besar lagi.

Konflik Bupati vs Gubernur Masih Belum Selesai

Pernyataan ini juga belum menyelesaikan pertikaian wewenang antara Pemkab Bogor dan Pemprov Jawa Barat. Bupati sudah memohon agar tambang dibuka, provinsi tetap menutupnya, lalu muncul isu pindah provinsi, dan sekarang dibilang hoax. Lingkaran masalah ini berputar terus tanpa solusi.

Yang membuat saya miris, dari awal sampai sekarang, yang diperdebatkan hanya soal izin buka atau tutup. Tidak pernah ada debat tentang: “Apakah tambang ini baik atau buruk untuk Bogor?”, “Apakah ada jalan lain selain tambang?”, atau “Bagaimana memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi?”.

Bagi saya, ini membuktikan bahwa pola pikir pemerintah daerah belum berubah. Masih beranggapan tambang adalah satu-satunya jalan hidup. Padahal, sebagai daerah penyangga Jakarta, Bogor punya harga mahal di sektor pariwisata, pertanian, dan air bersih. Mengapa potensi itu tidak diperjuangkan sekuat tenaga seperti halnya memperjuangkan izin tambang? Ini yang membuat saya, warga Banten yang peduli Bogor, sangat prihatin.

Hoax atau Tidak, Dampak Lingkungan Tetap Nyata

Ini poin paling tajam yang ingin saya sampaikan:
Isu pindah provinsi mungkin hoax, tapi kerusakan lingkungan, jalan rusak, banjir, dan longsor itu NYATA.

Berita bisa dikatakan benar atau salah. Tapi lubang-lubang besar di badan jalan, sungai yang keruh lumpur, serta tanah yang gundul akibat tambang, itu fakta yang tidak bisa dibantah. Saya justru melihat pernyataan Bupati ini sebagai cara mengelak dari tanggung jawab. Sibuk menanggapi berita di media, tapi lupa menanggapi keluhan rakyat di jalanan dan sungai.

Kesimpulan

Bupati boleh saja menyebut wacana pemindahan wilayah sebagai berita bohong. Tapi jangan berharap masalah selesai hanya dengan penegasan itu. Rakyat Bogor butuh jawaban nyata, bukan sekadar klarifikasi. Mereka butuh tahu ke mana arah ekonomi daerah kalau tambang ditutup. Mereka butuh kepastian siapa yang akan memperbaiki kerusakan akibat pertambangan yang sudah berlangsung puluhan tahun.

Kalau hanya pandai menepis berita, tapi diam soal kerusakan alam dan kemiskinan struktur akibat ketergantungan tambang, maka sesungguhnya yang sedang dibohongi bukanlah publik, melainkan diri sendiri dan masa depan Kabupaten Bogor. Masalahnya bukan mau jadi bagian Jawa Barat atau Banten, masalahnya adalah bagaimana menjaga Bogor tetap layak huni bagi warganya. Itu saja yang penting. (*)

Penulis adalah Aktivis Bogor Raya (Asal Lebak – Banten)

  • Penulis: Ahmad Rohani,

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Andi Ina Sebut Rasulullah SAW Teladan Sempurna untuk Kehidupan

    Bupati Andi Ina Sebut Rasulullah SAW Teladan Sempurna untuk Kehidupan

    • 0Komentar

    Penulis: Samsu Marlin Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., menghadiri Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1447 H/2025 yang diselenggarakan keluarga besar satuan pendidikan se-Kecamatan Balusu. Kegiatan dipusatkan di Gedung Pusat Kegiatan Guru (PKG), Kelurahan Takkalasi, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, pada Jumat (26/09/2025). HITVBERITA.COM | Barru – Peringatan Maulid Nabi tahun ini mengusung […]

  • Rekam Jejak Baik, CEO Sate Maranggi Yadi Rusmayadi Harapan Baru Masyarakat Pimpin Purwakarta

    Rekam Jejak Baik, CEO Sate Maranggi Yadi Rusmayadi Harapan Baru Masyarakat Pimpin Purwakarta

    • 0Komentar

    HiTvBerita.Com – Purwakarta | Warga masyarakat Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat menyampaikan harapannya kepada calon Bupati Purwakarta, H. Yadi Rusmayadi. Mereka menilai sosok tersebut mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat Purwakarta. Hal tersebut dilihat dari beberapa kesempatan saat Yadi Rusmayadi, atau yang kerap disapa Aa Yadi saat melakukan sosialisasi dan berdialog langsung dengan warga di beberapa […]

  • Satres Narkoba Polres Purwakarta Bongkar 20 Kasus, Ringkus 23 Tersangka

    Satres Narkoba Polres Purwakarta Bongkar 20 Kasus, Ringkus 23 Tersangka

    • 0Komentar

    Penulis: Raffa Christ Manalu Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor (Polres) Purwakarta, Jawa Barat, membongkar 20 kasus tindak pidana narkotika sepanjang Juli hingga September 2025. Dari pengungkapan itu, 23 orang ditetapkan sebagai tersangka dengan beragam barang bukti. HITVBERITA.COM | Purwakarta– Kapolres Purwakarta, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, menyampaikan pengungkapan tersebut […]

  • Komunitas CEO Lingga Salurkan Sembako Door-to-Door untuk Warga Kurang Mampu di Dabo Singkep

    Komunitas CEO Lingga Salurkan Sembako Door-to-Door untuk Warga Kurang Mampu di Dabo Singkep

    • 0Komentar

    Komunitas motor klasik Elegant Oldskul (CEO) Lingga kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui aksi sosial pembagian sembako bagi warga kurang mampu di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kamis (28/5/2026). DABO SINGKEP, HITV — Dalam kegiatan tersebut, anggota komunitas menyalurkan bantuan berupa beras kemasan 5 kilogram secara langsung dari rumah ke rumah. Pola penyaluran door-to-door dipilih agar […]

  • Akhirnya RUU Pilkada Batal Disahkan DPR, Dasco: Pembatalan Tersebut Tidak Berhubungan Dengan Demonstrasi!

    Akhirnya RUU Pilkada Batal Disahkan DPR, Dasco: Pembatalan Tersebut Tidak Berhubungan Dengan Demonstrasi!

    • 0Komentar

    Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat sampaikan alasan DPR RI batal mengesahkan RUU Pilkada pada Kamis, 22 Agustus 2024. (dok/foto/AB) HiTvBerita.COM | Jakarta – Dalam keterangan pers yang disampaikan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad di kompleks parlemen Senayan, Jakarta pada Kamis malam, 22 Agustus 2024. Dasco menegaskan yang menjadi alasan DPR […]

  • Pengadaan Seragam Sekolah Ditiadakan, Wali Murid Lingga Minta Transparansi Pemda!

    Pengadaan Seragam Sekolah Ditiadakan, Wali Murid Lingga Minta Transparansi Pemda!

    • 0Komentar

    Kebijakan Pemerintah Kabupaten Lingga menghentikan pengadaan perlengkapan sekolah pada tahun 2026 memunculkan kegelisahan di kalangan orang tua siswa. LINGGA, HITV – Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, keputusan kebijakan pemerintah daerah tersebut dinilai berpotensi menambah beban orang tua siswa menjelang tahun ajaran baru. Kekhawatiran itu muncul setelah beredarnya surat edaran pemerintah daerah […]

expand_less