Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Sudah Saatnya BP Batam Dievaluasi Menyeluruh, Ismail Usulkan Pembubaran Demi Efisiensi dan Penguatan Otonomi Daerah!

  • account_circle Herwin Saputra
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • print Cetak

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Provinsi Kepulauan Riau sekaligus Ketua Umum Aliansi LSM/Ormas Peduli Kepri, Ismail, menyampaikan pandangannya bahwa keberadaan Badan Pengusahaan (BP) Batam sudah saatnya dievaluasi secara menyeluruh oleh pemerintah pusat.

BATAM, HITV Menurut pandangan Ismail, apabila tujuan awal pembentukan lembaga tersebut telah bergeser dan tidak lagi memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, maka opsi pembubaran patut dipertimbangkan.

Ismail, yang juga merupakan mantan karyawan Otorita Batam, menilai Presiden Prabowo Subianto perlu memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi terkini tata kelola BP Batam.

Ia berpendapat bahwa kepentingan masyarakat Batam seharusnya menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pembangunan.

Untuk memperkuat argumentasinya, Ismail mengulas kembali sejarah lahirnya Otorita Batam. Menurutnya, lembaga tersebut dibentuk melalui Keputusan Presiden Nomor 74 Tahun 1971 yang kemudian disempurnakan dengan Keputusan Presiden Nomor 41 Tahun 1973.

Saat itu, Otorita Batam dipersiapkan sebagai motor pengembangan kawasan industri, investasi, alih kapal, dan pariwisata yang digagas oleh almarhum Prof. B.J. Habibie.

Karena berada langsung di bawah pemerintah pusat, lanjutnya, proses pengambilan kebijakan maupun penganggaran berlangsung cepat sehingga pembangunan Batam dalam kurun sekitar tiga dekade mengalami perkembangan yang signifikan.

“Pada masa Otorita Batam, proses pembangunan berjalan lebih cepat karena jalur koordinasi dan kewenangan sangat jelas. Tujuan pembentukannya saat itu memang untuk mempercepat investasi dan pembangunan,” ujarnya.

Namun, menurut Ismail, setelah Otorita Batam bertransformasi menjadi BP Batam, efektivitas kelembagaan tersebut justru dinilai mengalami penurunan.

Ia menilai kewenangan yang dimiliki BP Batam tidak sepenuhnya dapat dijalankan secara mandiri karena masih bergantung pada berbagai keputusan pemerintah pusat.

Salah satu persoalan yang disorot adalah tata kelola lahan yang dinilai berbelit-belit. Ia menyebut proses pengalokasian lahan maupun penyelesaian berbagai persoalan lahan kerap memakan waktu panjang akibat regulasi yang berubah-ubah.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada munculnya berbagai aktivitas pembangunan yang tidak memenuhi persyaratan administrasi, seperti belum terpenuhinya dokumen lingkungan, termasuk UKL-UPL maupun AMDAL, serta kegiatan cut and fill yang dilakukan tanpa prosedur yang semestinya.

Ia berpendapat kondisi tersebut turut berkontribusi terhadap meningkatnya persoalan lingkungan, termasuk banjir yang belakangan sering terjadi di sejumlah wilayah Batam.

Dalam pandangannya, apabila kewenangan pengelolaan daerah diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah sesuai semangat otonomi daerah, maka pelayanan publik maupun peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dinilai akan lebih optimal.

Ismail juga menyoroti struktur kelembagaan yang saat ini menempatkan Wali Kota Batam secara ex officio sebagai Kepala BP Batam. Menurutnya, pola tersebut berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran karena terdapat dua struktur organisasi yang berjalan berdampingan dengan kebutuhan operasional masing-masing.

Selain Batam, ia menilai keberadaan Badan Pengusahaan di daerah lain seperti BP Bintan, BP Karimun, dan BP Tanjungpinang juga perlu dievaluasi efektivitasnya. Menurutnya, keberadaan lembaga-lembaga tersebut belum menunjukkan dampak signifikan terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Bila tujuan pembentukannya tidak lagi efektif, pemerintah pusat perlu mempertimbangkan efisiensi kelembagaan. Kewenangan pemerintahan daerah semestinya dijalankan secara optimal sesuai amanat otonomi daerah,” katanya.

Ismail juga mengkritisi mekanisme pelayanan investasi yang menurutnya masih menyulitkan pelaku usaha. Ia mengaku menerima berbagai keluhan dari investor yang harus melalui proses birokrasi panjang antara pemerintah pusat dan BP Batam sehingga kepastian pelayanan menjadi lambat.

Di sisi lain, ia turut menyoroti informasi mengenai peningkatan besaran jaminan pelaksanaan investasi yang disebut berubah dari sebelumnya sekitar 10 persen menjadi 30 persen dari nilai investasi. Menurutnya, apabila informasi tersebut benar, maka mekanisme pengelolaan dana jaminan perlu dilakukan secara transparan dan akuntabel agar tidak menimbulkan pertanyaan publik mengenai tata kelola maupun pemanfaatan dana tersebut.

Ia meminta lembaga pengawas dan aparat penegak hukum melakukan pengawasan apabila ditemukan indikasi penyimpangan terhadap mekanisme tersebut sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ketua DPW Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (DPW IPJI) Provinsi Kepri, Ismail Ratusimbangan. (Dok/Foto/Herwin)

MENUTUP pernyataannya, Ismail menegaskan bahwa usulannya bukan semata-mata mengenai pembubaran sebuah lembaga, melainkan mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas Badan Pengusahaan di Provinsi Kepulauan Riau.

Menurutnya, apabila hasil evaluasi menunjukkan bahwa fungsi-fungsi tersebut dapat dijalankan lebih efektif oleh pemerintah daerah dengan tetap menjaga kepentingan strategis nasional, maka restrukturisasi hingga pembubaran BP Batam maupun badan pengusahaan lainnya layak menjadi bagian dari pembahasan kebijakan nasional.

“Sudah waktunya pemerintah mengevaluasi secara objektif apakah keberadaan BP Batam dan badan pengusahaan lainnya masih relevan dengan kebutuhan daerah saat ini. Yang paling penting adalah pelayanan kepada masyarakat, kepastian bagi investor, efisiensi anggaran, dan percepatan pembangunan daerah,” pungkasnya. (\•/)

Editor: AYS Prayogie                        Sumber: HITV Kepri

  • Penulis: Herwin Saputra

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Karimun Cek Pos Pengamanan Operasi Ketupat Seligi 2026

    Kapolres Karimun Cek Pos Pengamanan Operasi Ketupat Seligi 2026

    • 0Komentar

    Dalam rangka memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana pengamanan, Kapolres Karimun AKBP Yunita Stevani, melaksanakan pengecekan Pos Pengamanan dalam rangka Operasi Ketupat Seligi 2026, Sabtu (14/3/2026). KARIMUN | HITV – Kegiatan pengecekan tersebut turut didampingi Wakapolres Karimun Kompol Shalahuddin, Kabagops Kompol Agung Surya Wiguna Dinata, Kasat Reskrim AKP Denni Hartanto, Kasat Intelkam AKP Andri Warman, […]

  • Heboh Isu “Gerenti” di Pelabuhan Internasional Karimun, Ini Penjelasan Sejumlah Pihak

    Heboh Isu “Gerenti” di Pelabuhan Internasional Karimun, Ini Penjelasan Sejumlah Pihak

    • 0Komentar

    Isu mengenai pungutan uang “gerenti” di Pelabuhan Internasional Karimun, Kabupaten Karimun, beberapa hari terakhir menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. KARIMUN, HITV— Dugaan adanya penarikan uang jaminan kepada calon penumpang kapal tujuan Malaysia memunculkan beragam spekulasi, termasuk tudingan yang mengaitkannya dengan aparat imigrasi. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPC Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kabupaten Karimun, […]

  • Paskibraka Purwakarta 2025 Dikukuhkan, Siap Kibarkan Sang Merah Putih

    Paskibraka Purwakarta 2025 Dikukuhkan, Siap Kibarkan Sang Merah Putih

    • 0Komentar

    Penulis: Yosefa Putri Agustina Manalu Sebanyak 54 pelajar putra dan putri terpilih sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Purwakarta tahun 2025. Mereka resmi dikukuhkan oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, dalam upacara di Bale Paseban, Pendopo Pemkab Purwakarta, Jumat (15/8/2025) malam. HITVBERITA.COM | Purwakarta – Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat. Setelah mengucapkan Ikrar Putra Indonesia, […]

  • Aliansi Nissan-Mitsubishi Luncurkan Livina Versi Mungil

    Aliansi Nissan-Mitsubishi Luncurkan Livina Versi Mungil

    • 0Komentar

    Nissan meluncurkan Nissan Livina berbasis Xpander beberapa waktu lalu di Indonesia. Di Jepang, aliansi Nissan-Mitsubishi meluncurkan empat mobil jenis Kei car baru. Beberapa kendaraan di antaranya: Nissan Dayz, Nissan Dayz Highway Star, Mitsubishi eK Wagon dan Mitsubishi eK X. Bentuknya sangat mirip dengan Livina dan Xpander. Nah, produksi mobil mini ini, ditangani oleh perusahaan patungan, […]

  • Tiga Wartawan Alami Pelecehan Verbal di Proyek Embung Das Kalong

    Tiga Wartawan Alami Pelecehan Verbal di Proyek Embung Das Kalong

    • 0Komentar

    Penulis: Fandi Insiden pelecehan verbal yang dialami tiga wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik di Desa Penimbun, Kabupaten Kebumen, menuai kecaman keras dari Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Kebumen. HITVBERITA.COM | Kebumen – Kronologis kejadian, pada Selasa (23/9/2025), tiga wartawan masing-masing Suroso, Eko Suhendri, dan Khaidir Nur Rokhman melakukan tugas jurnalistik terkait […]

  • Kapolresta Barelang Ajak RMB Jadi Garda Terdepan Jaga Kamtibmas Batam

    Kapolresta Barelang Ajak RMB Jadi Garda Terdepan Jaga Kamtibmas Batam

    • 0Komentar

    Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono, menerima jajaran pengurus Rumpun Melanesia Bersatu (RMB) dalam pertemuan silaturahmi di ruang kerjanya, Mapolresta Barelang, Selasa (5/5/2026). BATAM, HITV— Pertemuan yang dihelat oleh keduanya tersebut menegaskan bahwa, pentingnya sinergi antara kepolisian dan elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Batam. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan cair. Dialog […]

expand_less