Gaya Kepemimpinan di Purwakarta: Abang Ijo Cari Panggung, Om Zein Rangkul Rakyat!
- account_circle
- calendar_month Senin, 7 Apr 2025
- visibility 85
- print Cetak

Kasus Pungutan Liar (Pungli) Parkir Di Waduk Cirata Yang Baru-Baru Ini Viral Nampaknya Bukan Sekadar peristiwa Pelanggaran Hukum Biasa. Lebih Dari Itu, Kasus Ini Mencerminkan Dua Gaya Kepemimpinan Yang Sangat Kontras Di Purwakarta. Satu Pendekatan Yang Humanis dan Solutif, Sementara Yang Lainnya Reaktif dan Terkesan Arogan!
HITVBERITA.COM | Purwakarta– Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, lebih dulu muncul ke publik dengan pernyataan keras. Ia mengapresiasi penangkapan para pelaku pungli dan menyoroti keresahan masyarakat terkait masalah tersebut.
Namun, kritik muncul terhadap tindakannya yang dinilai hanya reaktif—terlalu cepat marah di media sosial, tetapi kurang memberikan solusi konkret.
Tubagus Rizky Putra, dari Sapma Purwakarta, menilai Abang Ijo seolah tampil sebagai penegak keadilan di depan kamera, tetapi setelah itu tidak ada langkah penyelesaian yang nyata.
“Ia marah-marah di media sosial, namun tak ada solusi bagi warga yang sedang kesulitan ekonomi,” ujar Tebe, sapaan akrabnya.
Menurut Tebe, gaya kepemimpinan seperti itu hanya menimbulkan ketakutan sesaat tanpa adanya perubahan jangka panjang.
“Rakyat membutuhkan pemimpin yang mendengar dan membantu, bukan sekadar mencari sensasi viral,” tambahnya.
Berbeda dengan Abang Ijo, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein, malah memilih pendekatan yang lebih lembut dan empatik.
Dalam sebuah video viral, ia tampak duduk bersama para pelaku pungli dengan penuh kasih sayang, sembari mengatakan, “Saya ini ibarat bapak, dan kalian semua anak-anak saya. Kalau ada anak yang salah, tetap saya cinta, tapi saya ingin anak-anak saya berubah menjadi lebih baik.”
Dalam kesempatan tersebut, Om Zein tidak hanya mengkritik, tetapi juga menawarkan solusi konkret, seperti bantuan sementara, pelatihan, dan penempatan kerja bagi para pelaku pungli yang mengaku melakukannya karena kesulitan ekonomi.
Pendekatan humanis yang ditunjukkan Om Zein mendapat banyak pujian dari masyarakat. Warga merasa bahwa pemimpin seperti Om Zein hadir tidak hanya di depan kamera, tetapi juga ketika rakyat benar-benar membutuhkan perhatian dan solusi. Tebe menambahkan, “Perbedaan ini sangat jelas—pemimpin yang marah untuk tampil, dan pemimpin yang tenang untuk menyembuhkan.”
Di tengah hiruk-pikuk politik pencitraan, kasus pungli di Waduk Cirata menjadi ujian nyata bagi kepemimpinan di Purwakarta.
Rakyat kini dihadapkan pada pilihan yang jelas: pemimpin yang empatik dan solutif, atau pemimpin yang hanya pandai beretorika dan mencari popularitas. Pilihan ini, pada akhirnya, akan menentukan masa depan Purwakarta. (**)
Reporter: Raffa Christ Manalu
Editor: AYS Prayogie
- Penulis:

Saat ini belum ada komentar