Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Anggaran Rp 175 Juta untuk Taman Bermain TK Negeri Pembina Purwakarta Diduga Membengkak

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
  • print Cetak

Penulis: Abdul Hapid

HITVBERITA.COM | Purwakarta — Revitalisasi fasilitas taman bermain di TK Negeri Pembina Purwakarta, Jawa Barat, memicu sorotan tajam publik. Anggaran yang digelontorkan pemerintah mencapai Rp 175 juta hanya untuk beberapa unit permainan sederhana, jumlah yang dinilai janggal dan tidak masuk akal.

Harga Pasar vs Anggaran

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dana ratusan juta tersebut digunakan untuk pengadaan satu ayunan tunggal, satu ayunan ganda, satu seluncuran, satu tangga majemuk, satu kursi putar, satu playground, satu jungkat-jungkit, dan dua set rambu-rambu.

Jika merujuk pada harga pasaran, nilai tersebut dinilai melambung tinggi. “Kalau dihitung kasar, harga ayunan dan perosotan tidak akan sampai ratusan juta. Ini sangat janggal,” ujar seorang warga, pekan lalu.

Sejumlah pengamat pendidikan menilai, dugaan pembengkakan anggaran sangat mungkin terjadi. Pasalnya, fasilitas serupa yang beredar di pasaran umumnya bisa didapatkan dengan harga jauh lebih rendah.

Transparansi Dipertanyakan

Kepala TK Negeri Pembina Purwakarta, Miranti Rachmawati, menegaskan proyek revitalisasi sudah sesuai petunjuk teknis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Program itu, katanya, dikerjakan secara swakelola melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).

‎“Program ini dijalankan sesuai juklak dan juknis Kemendikbud. Ketua P2SP juga merupakan pegawai kelurahan, jadi pengawasan tetap ada,” ujarnya.

Namun, pernyataan itu dipertanyakan setelah Ketua P2SP, R. Tonni Kwatiana, mengaku tidak mengetahui detail pengadaan fasilitas taman bermain.

“Saya memang ketua panitia, tetapi soal barang-barang itu bendahara yang tahu. Silakan tanyakan bendahara dan operator,” katanya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan lemahnya sistem pengawasan dan transparansi dalam pengelolaan dana. Publik pun menaruh curiga bahwa mekanisme pengadaan sarat masalah.

‎Suara dari Warga

Selain harga fasilitas yang dinilai janggal, publik juga menyoroti upah pekerja yang terlibat dalam proyek itu. Tonni menyebut empat warga setempat yang dipekerjakan hanya menerima Rp 120 ribu per hari, lebih rendah dari standar tukang di Purwakarta yang berkisar Rp 150.000–200.000 per hari.

“Jika upah pekerja ditekan, lalu kemana larinya anggaran yang begitu besar?” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Menunggu Klarifikasi

Dugaan pembengkakan anggaran ini menambah panjang daftar persoalan transparansi dalam pengelolaan dana pendidikan di daerah. Para pengamat menilai, tanpa keterbukaan detail harga dan spesifikasi, proyek revitalisasi rawan disalahgunakan.

Papan informasi program revitalisasi di TK Negeri Pembina Purwakarta. (Foto/Raffa/hitv)

Kini, publik menanti jawaban dari pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan Purwakarta terkait dasar perhitungan anggaran serta mekanisme pengadaan taman bermain tersebut. Pertanyaan yang mengemuka tetap sama: benarkah dana revitalisasi Rp 175 juta benar-benar digunakan sesuai peruntukan?

(Tim/Investigasi)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oknum Wartawan Diduga Perdaya Warga Depok dengan Janji Mutasi ke Sekolah Negeri

    Oknum Wartawan Diduga Perdaya Warga Depok dengan Janji Mutasi ke Sekolah Negeri

    • 0Komentar

    Oknum wartawan Abdul Rosad diduga pelaku penipuan, kini statusnya berpotensi dilaporkan ke pihak aparat hukum Polda Metro Jaya oleh para korbannya. (Dok/Foto/Metta/Hitv) Penulis: Excellent Quarta Metta Beberapa orang tua siswa di Kota Depok, Jawa Barat, mengaku menjadi korban dugaan penipuan oleh seorang oknum wartawan bernama Abdul Rosad alias AR, yang menjanjikan mampu mengurus mutasi siswa […]

  • Aktivis Beni Sitepu Sindir Pejabat Pemkot Bogor soal Kehadiran di APEKSI 2025

    Aktivis Beni Sitepu Sindir Pejabat Pemkot Bogor soal Kehadiran di APEKSI 2025

    • 0Komentar

    BOGOR | HITV – Aktivis Kota Bogor, Beni Sitepu, mengkritik kehadiran sejumlah pejabat Pemerintah Kota Bogor dalam kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2025 yang digelar di Paradise Hall Hotel, Lampung, pada 19–20 Desember 2025. Ia menilai kegiatan tersebut berpotensi menjadi pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurut Beni, partisipasi pejabat Pemkot Bogor […]

  • Diduga Tidak Transparan, Desa Tanjung Jaya Menjadi Sorotan Publik

    Diduga Tidak Transparan, Desa Tanjung Jaya Menjadi Sorotan Publik

    • 0Komentar

    Kantor Desa Tanjung Jaya saat dikunjungi tim media suasananya sepi. (Foto:Dinar/HiTv) Penulis: Dinar Editor  : Kang Aden Sungguh ironis, penggunaan Dana Desa (DD) Tanjung Jaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, menuai sorotan masyarakat. Pasalnya, papan informasi APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) tidak terpasang di area publik, baik di dalam maupun di luar kantor desa. HITVBERITA.COM […]

  • PDAM Tirta Lingga Jelaskan Penyebab Krisis Air di Kabupaten Lingga

    PDAM Tirta Lingga Jelaskan Penyebab Krisis Air di Kabupaten Lingga

    • 0Komentar

    Penulis Ruslan LGA Permasalahan pasokan air yang melanda Kabupaten Lingga beberapa waktu terakhir ternyata disebabkan oleh kondisi waduk sumber air baku utama yang mengalami defisit. Hal ini diungkapkan oleh PDAM Tirta Lingga, yang menyatakan bahwa rendahnya curah hujan di wilayah sekitar waduk dalam beberapa bulan terakhir menjadi faktor utama terjadinya krisis air ini. HITVBERITA.COM | […]

  • Telusuran IPJI Ungkap Kejanggalan Perjalanan Dinas Sekretariat DPRD Batam 2025, Potensi Kelebihan Pembayaran Rp 1,33 Miliar

    Telusuran IPJI Ungkap Kejanggalan Perjalanan Dinas Sekretariat DPRD Batam 2025, Potensi Kelebihan Pembayaran Rp 1,33 Miliar

    • 0Komentar

      Hasil telusuran Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) terhadap belanja perjalanan dinas Sekretariat DPRD Kota Batam Tahun Anggaran 2025 mengungkap sejumlah kejanggalan serius. BATAM | HITV — Temuan tersebut mencakup potensi kelebihan pembayaran hingga ketidaklengkapan dokumen pertanggungjawaban administrasi. IPJI menilai, pola permasalahan ini bukan kali pertama terjadi, melainkan telah berulang setidaknya dalam tiga tahun […]

  • Sambut Ramadhan 1447 H, Wali Kota Tebing Tinggi Ajak Warga Perkuat Ukhuwah dan Jaga Kondusivitas Kota

    Sambut Ramadhan 1447 H, Wali Kota Tebing Tinggi Ajak Warga Perkuat Ukhuwah dan Jaga Kondusivitas Kota

    • 0Komentar

    Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Wali Kota Iman Irdian Saragih mengajak seluruh masyarakat Kota Tebing Tinggi untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan iman dan ketakwaan. TEBING TINGGI, HiTV—  Ajakan tersebut disampaikan Wali Kota Tebing Tinggi Iman Irdian Saragih saat menghadiri sekaligus melepas Pawai Obor Menyambut Ramadhan 1447 Hijriah, yang […]

expand_less