Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Anggaran Rp 175 Juta untuk Taman Bermain TK Negeri Pembina Purwakarta Diduga Membengkak

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
  • print Cetak

Penulis: Abdul Hapid

HITVBERITA.COM | Purwakarta — Revitalisasi fasilitas taman bermain di TK Negeri Pembina Purwakarta, Jawa Barat, memicu sorotan tajam publik. Anggaran yang digelontorkan pemerintah mencapai Rp 175 juta hanya untuk beberapa unit permainan sederhana, jumlah yang dinilai janggal dan tidak masuk akal.

Harga Pasar vs Anggaran

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dana ratusan juta tersebut digunakan untuk pengadaan satu ayunan tunggal, satu ayunan ganda, satu seluncuran, satu tangga majemuk, satu kursi putar, satu playground, satu jungkat-jungkit, dan dua set rambu-rambu.

Jika merujuk pada harga pasaran, nilai tersebut dinilai melambung tinggi. “Kalau dihitung kasar, harga ayunan dan perosotan tidak akan sampai ratusan juta. Ini sangat janggal,” ujar seorang warga, pekan lalu.

Sejumlah pengamat pendidikan menilai, dugaan pembengkakan anggaran sangat mungkin terjadi. Pasalnya, fasilitas serupa yang beredar di pasaran umumnya bisa didapatkan dengan harga jauh lebih rendah.

Transparansi Dipertanyakan

Kepala TK Negeri Pembina Purwakarta, Miranti Rachmawati, menegaskan proyek revitalisasi sudah sesuai petunjuk teknis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Program itu, katanya, dikerjakan secara swakelola melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).

‎“Program ini dijalankan sesuai juklak dan juknis Kemendikbud. Ketua P2SP juga merupakan pegawai kelurahan, jadi pengawasan tetap ada,” ujarnya.

Namun, pernyataan itu dipertanyakan setelah Ketua P2SP, R. Tonni Kwatiana, mengaku tidak mengetahui detail pengadaan fasilitas taman bermain.

“Saya memang ketua panitia, tetapi soal barang-barang itu bendahara yang tahu. Silakan tanyakan bendahara dan operator,” katanya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan lemahnya sistem pengawasan dan transparansi dalam pengelolaan dana. Publik pun menaruh curiga bahwa mekanisme pengadaan sarat masalah.

‎Suara dari Warga

Selain harga fasilitas yang dinilai janggal, publik juga menyoroti upah pekerja yang terlibat dalam proyek itu. Tonni menyebut empat warga setempat yang dipekerjakan hanya menerima Rp 120 ribu per hari, lebih rendah dari standar tukang di Purwakarta yang berkisar Rp 150.000–200.000 per hari.

“Jika upah pekerja ditekan, lalu kemana larinya anggaran yang begitu besar?” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Menunggu Klarifikasi

Dugaan pembengkakan anggaran ini menambah panjang daftar persoalan transparansi dalam pengelolaan dana pendidikan di daerah. Para pengamat menilai, tanpa keterbukaan detail harga dan spesifikasi, proyek revitalisasi rawan disalahgunakan.

Papan informasi program revitalisasi di TK Negeri Pembina Purwakarta. (Foto/Raffa/hitv)

Kini, publik menanti jawaban dari pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan Purwakarta terkait dasar perhitungan anggaran serta mekanisme pengadaan taman bermain tersebut. Pertanyaan yang mengemuka tetap sama: benarkah dana revitalisasi Rp 175 juta benar-benar digunakan sesuai peruntukan?

(Tim/Investigasi)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Danposmat Marok Tua Hadiri Doa Bersama dan Silaturahmi Pemerintah Kabupaten Lingga di Marok Kecil

    Danposmat Marok Tua Hadiri Doa Bersama dan Silaturahmi Pemerintah Kabupaten Lingga di Marok Kecil

    • 0Komentar

    Komando Pos Pengamat (Danposmat) Marok Tua, Sertu Bek M. Pohan, menghadiri kegiatan doa bersama dan silaturahmi yang digelar Pemerintah Kabupaten Lingga, Jumat (25/7/2025) malam, di Lapangan Masjid Asy-Syuhada, Desa Marok Kecil, Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga. Penulis: M. Zulkifli Ritonga  HITVBERITA.COM | Lingga — Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kunjungan kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga […]

  • Lapas Batang Gelar Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H dan Penutupan Program Rehabilitasi

    Lapas Batang Gelar Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H dan Penutupan Program Rehabilitasi

    • 0Komentar

        Lapas Klas IIB Batang, Gelar Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW Bersama Warga Binaan Pemasyarakatan. (Foto. Humas Lapas Batang) Penulis : Hadi Lempe Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Lapar Klas IIB Batang, menggelar pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H. Acara dilaksanalan sekaligus Penutupan Program Rehabilitasi Pamasyarakatan Tahun Anggaran 2025. Acara berjalan dengan khikmat […]

  • Kolaborasi Pemerintah, Petani, dan Media Kembangkan Demplot Cabai Organik di Banyumas

    Kolaborasi Pemerintah, Petani, dan Media Kembangkan Demplot Cabai Organik di Banyumas

    • 0Komentar

    Upaya mendorong pertanian berkelanjutan berbasis ramah lingkungan terus dilakukan di tingkat akar rumput. BANYUMAS | HITV— Seperti halnya yang dilakukan oleh Paguyuban Tani Unggulan Kecamatan Kemranjen menggelar penanaman perdana Demplot Pertanian Cabai Berbasis Pupuk Organik dan Berkelanjutan di Desa Petarangan, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Rabu (4/2/2026). Demplot tersebut menjadi langkah awal pengenalan praktik budidaya cabai yang […]

  • MIO Indonesia Kecam Dugaan Penganiayaan Wartawan di Tapanuli Tengah

    MIO Indonesia Kecam Dugaan Penganiayaan Wartawan di Tapanuli Tengah

    • 0Komentar

    “Menyerang Wartawan adalah Serangan terhadap Publik JAKARTA | HITV— Media Independen Online (MIO) Indonesia menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras dugaan penganiayaan terhadap seorang wartawan yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Peristiwa tersebut terjadi saat wartawan yang bersangkutan bersama seorang narasumber mendatangi sebuah rumah yang disebut-sebut […]

  • El Conde De Montecristo 2025 Must-see Films Magnet

    El Conde De Montecristo 2025 Must-see Films Magnet

    • 0Komentar

    ➡ TORRENT (MAGNET) LINK El Count de Montecristo: Director de Alexandre de La Patellière, Matthieu Delaporte. Con Pierre Niney, Bastien Bouillon, Anaa Demoutier, Anamaria Vartolomei. Después de escapar de la prisión en la isla, donde pasó 14 años por el acusado equivocado de la traición estatal, Edmond Dantès regresa como el número de Monte Cristo […]

  • Anak Putus Sekolah di Tengah Ekonomi Lesu: Alarm Kegagalan Amanah Pejabat Publik

    Anak Putus Sekolah di Tengah Ekonomi Lesu: Alarm Kegagalan Amanah Pejabat Publik

    • 0Komentar

      Oleh: Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH, MH FENOMENA anak putus sekolah yang kian meluas di berbagai daerah bukan sekadar persoalan pendidikan. Ia adalah cermin dari rapuhnya tata kelola ekonomi dan kegagalan moral sebagian pejabat publik dalam menjalankan amanah jabatan. Ketika ekonomi melemah, yang pertama kali dikorbankan bukanlah kepentingan elite, melainkan masa depan anak-anak […]

expand_less