APIKI–MIO Indonesia Turun ke Daerah, Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Pertanian Organik
- account_circle R. Ahdiyat
- calendar_month Kamis, 18 Des 2025
- visibility 220
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dr.Anto Suroto bersama AYS Prayogie saat melakukan rangkaian kunjungan lapangan ke wilayah pertanian di Kabupaten Kebumen, Cilacap, dan Banyumas, didampingi Founder pupuk hayati Nusa Agro, Hj. Li Lestari, Hari Kurniawan, dan Aripin. (Dok/Foto/Ahdiyat)
Sinergi APIKI dan MIO Indonesia diwujudkan melalui pendampingan langsung kepada petani di Kebumen, Cilacap, dan Banyumas dengan fokus pertanian organik, pemanfaatan limbah, serta penguatan ekonomi petani berbasis keberlanjutan.
KEBUMEN | HITV — Ketua Umum Aliansi Perdagangan dan Industri Kreatif Indonesia (APIKI) Dr.Anto Suroto, SE, MSc, MM bersama Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogie melakukan rangkaian kunjungan lapangan ke wilayah pertanian di Kabupaten Kebumen, Cilacap, dan Banyumas.
Kunjungan ini merupakan bagian dari program penyuluhan dan pendampingan petani melalui penerapan metode pupuk organik dan hayati guna mendukung ketahanan pangan nasional.
Kegiatan tersebut diikuti oleh para petani dari Desa Jatijajar, Kabupaten Kebumen, perwakilan Paguyuban Tani Unggulan Banyumas, serta kelompok tani Sikanco dari Kabupaten Cilacap.
Turut hadir tim dari PT Alamo Greenfile Internasional bersama Founder pupuk hayati Nusa Agro, Hj. Li Lestari, dan Hari Kurniawan, serta Aripin.

Dr Anto Suroto didampingi AYS Prayogie serta Hj Li Lestari saat berikan pendampingan terkait pertanian di kediaman H Amir – petani bawang merah Kabupaten Cilacap. (Dok/Foto/Ahdiyat)
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Dr. Anto Suroto menggelar dialog terbuka dan edukasi seputar berbagai persoalan pertanian, mulai dari tata kelola lahan dasar, perawatan tanaman, pemilihan varietas unggulan, hingga manajemen panen dan pascapanen.
Ia juga menekankan pentingnya transformasi pertanian menuju sistem organik dan hayati yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan petani.
“Pertanian berkelanjutan harus dibangun dari tanah yang sehat, manajemen yang tepat, dan pemanfaatan sumber daya lokal secara maksimal. Pupuk organik dan hayati menjadi solusi strategis untuk menjaga produktivitas lahan sekaligus menekan biaya produksi petani,” ujar Anto Suroto.
Sebagai program tambahan, APIKI juga mendorong skema income subsidi silang agar petani memiliki sumber pendapatan alternatif yang berkelanjutan. Di antaranya melalui produksi daun kelor (Moringa oleifera) dan bunga telang (Clitoria ternatea) yang dapat diolah menjadi produk minuman kesehatan bernilai ekonomi.
Selain itu, berbagai limbah pertanian seperti jerami padi, serpihan atau limbah kayu (lignoselulosa), daun dan janggel jagung (Zea mays), ampas tebu (Saccharum officinarum bagasse), serta jerami dan daun bawang dapat diolah dan dipres untuk meningkatkan efisiensi distribusi dan menekan biaya pengiriman.
Tidak terbatas pada sektor pertanian, pemanfaatan limbah non-organik seperti ban bekas dan limbah plastik juga diperkenalkan sebagai peluang usaha lanjutan yang dapat dikembangkan secara terintegrasi dan ramah lingkungan.
Selain itu, Anto Suroto juga memaparkan peluang pendampingan budidaya melalui sistem greenhouse sebagai upaya peningkatan kualitas dan stabilitas produksi. APIKI mencanangkan pembangunan lahan percontohan dengan beberapa greenhouse di titik-titik strategis bagi kelompok tani mandiri binaan.
Dalam kunjungan langsung ke lahan pertanian, Anto Suroto turut memberikan edukasi terkait perawatan tanaman pada masa tanam yang optimal serta berbagai alternatif pengendalian hama secara ramah lingkungan dengan pendekatan hayati dan manajemen terpadu.
SEMENTARA itu, Ketua Umum MIO Indonesia AYS Prayogie menyampaikan apresiasi kepada para petani yang dinilainya sebagai pilar utama ketahanan bangsa. Ia menegaskan komitmen MIO Indonesia untuk mendukung sektor pertanian melalui peran strategis media.
“Petani adalah kekuatan dasar bangsa. Media memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi pertanian yang akurat, edukatif, dan bersumber dari narasumber yang kompeten. MIO Indonesia siap mempublikasikan capaian, inovasi, dan praktik baik petani agar diketahui luas oleh masyarakat,” tegas AYS Prayogie.
Kolaborasi antara APIKI, MIO Indonesia, pelaku industri pupuk hayati, dan kelompok tani ini diharapkan mampu membangun ekosistem pertanian organik yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah. (/*/*/)
Editor: Tim Redaksi
Sumber: HITV Jateng
- Penulis: R. Ahdiyat
