Bagian 4 — Ketika Hukum Mati di Laut Sendiri
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
- visibility 53
- print Cetak

Serial “Mafia Migas Karimun” ini menyingkap wajah kelam penegakan hukum di laut perbatasan Indonesia. Ketika hukum berhenti di batas pantai dan aparat lebih sibuk menjaga kepentingan ketimbang keadilan, negara sesungguhnya sedang kehilangan wibawanya. (Dok/Foto/Tim/Hitv)
Negara yang kehilangan kendali di wilayahnya sendiri. Dan hukum yang dibiarkan mati di laut sendiri akan tenggelam bersama kepercayaan rakyat!
HITVBERITA.COM | Karimun – Perairan di barat Indonesia tampak damai, namun di bawah permukaannya, hukum tenggelam. Tanjung Balai Karimun kini menjadi kawasan abu-abu karena perdagangan ilegal migas berlangsung terbuka, tapi faktanya aparat menutup mata.
Upaya konfirmasi dari tim HITVBerita.com kepada lembaga berwenang tak berbuah hasil. Polisi tak menjawab, Bea Cukai irit bicara, bahkan aparat laut memilih diam.
“Diamnya aparat bukan karena tak tahu, tapi karena sudah tahu terlalu banyak,” ujar sumber internal maritim.
Jaringan bisnis ilegal dan oknum berseragam hidup berdampingan
Selama setoran lancar, semua aman. Di atas kertas, ada banyak lembaga pengawas laut: Polairud, TNI AL, Bea Cukai, KKP, Bakamla.
Namun di lapangan, tumpang tindih wewenang justru menciptakan ruang kosong tempat mafia beroperasi.
“Kalau semua merasa berwenang, maka tak ada yang sungguh bertanggung jawab,” kata seorang akademisi maritim di Batam.
Dan di ruang kosong itu, hukum mati perlahan.
“Kami cuma mau laut bersih, biar bisa cari makan jujur,” kata Amir, nelayan pesisir Baran Barat. Tapi kalau minyak bocor di mana-mana, ikan pun pergi.” keluhnya.
Catatan Redaksi:
Serial “Mafia Migas Karimun” ini menyingkap wajah kelam penegakan hukum di laut perbatasan Indonesia. Ketika hukum berhenti di batas pantai dan aparat lebih sibuk menjaga kepentingan ketimbang keadilan, negara sesungguhnya sedang kehilangan wibawanya.
Dan hukum yang dibiarkan mati di laut sendiri akan tenggelam bersama kepercayaan rakyat. (/*/*/)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar