Belitung Luncurkan Aplikasi SPMB, Tegaskan Komitmen Pendidikan yang Transparan dan Berkeadilan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
- visibility 35
- print Cetak

Reporter ISWANDI
Pemerintah Kabupaten Belitung resmi meluncurkan Aplikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP tahun ajaran 2025/2026. Peluncuran aplikasi yang digelar di ruang rapat Pemkab Belitung, Jumat (13/6/2025), juga disertai dengan penandatanganan komitmen dukungan dari berbagai unsur Forkopimda, kepala OPD, dan lembaga pendidikan.
HITVBERITA.COM | Belitung -Peluncuran dilakukan langsung oleh Bupati Belitung, H. Djoni Alamsyah Hidayat, S.Sos, didampingi Wakil Bupati Syamsir, S.I.Kom.

Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya sistem penerimaan siswa yang tidak hanya modern dan berbasis digital, tetapi juga menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keadilan.
“SPMB bukan sekadar agenda rutin, tetapi komitmen moral dan institusional untuk memberikan akses pendidikan yang berkualitas dan setara bagi seluruh anak-anak di Belitung,” ujar Djoni.
Hadir pula dalam acara tersebut Ketua DPRD Belitung yang diwakili Ketua Dewan Kehormatan Ivan Haidari, SH, Kapolres Belitung, Kejari Belitung, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. Soebagio, serta perwakilan dari Kemenag, Inspektorat, dan Diskominfo.
Yang Turut menandatangani komitmen penyelenggaraan SPMB, terpantau lebih dari 18 institusi, mulai dari lembaga pemerintahan hingga organisasi profesi guru. (Dok//Foto/IS)
Dalam laporan yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung, Drs. Soebagio, dijelaskan bahwa sistem SPMB ini menjadi tonggak penting transformasi digital dalam dunia pendidikan daerah.
PROSES pendaftaran telah terjadwal akan dilaksanakan secara daring melalui aplikasi yang mulai dibuka pada 16 Juni hingga 4 Juli 2025.
Empat jalur penerimaan diterapkan dalam sistem ini, yakni jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi atau perpindahan tugas orang tua.
Kuota penerimaan untuk jalur domisili ditetapkan sebesar 80 persen di jenjang SD dan 45 persen di jenjang SMP. Jalur afirmasi disiapkan bagi siswa dari keluarga tidak mampu serta penyandang disabilitas.
“Dengan mekanisme berbasis digital, masyarakat dapat mengikuti seluruh proses pendaftaran tanpa harus datang langsung ke sekolah, serta dapat memantau prosesnya secara terbuka,” kata Soebagio.
Sistem ini juga disokong oleh kebijakan teknis yang diatur melalui Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025, serta berbagai keputusan Bupati yang memastikan kepastian hukum dan standar pelaksanaan.
DALAM sambutannya, Bupati Djoni menegaskan larangan terhadap segala bentuk praktik yang dapat merusak integritas sistem penerimaan, seperti gratifikasi, pungutan liar, hingga intervensi titipan.
“Tidak boleh ada praktik ‘titip-menitip’. Ini bukan hanya soal administrasi, tapi soal keadilan bagi setiap anak di Belitung. Kita harus menjaga amanah ini,” ujar Bupati Belitung, H. Djoni Alamsyah Hidayat.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemkab Belitung akan mengawasi ketat jalannya proses SPMB, dengan melibatkan Inspektorat dan lembaga pengawas lainnya. Evaluasi dan pengawasan dilakukan secara berjenjang, mulai dari satuan pendidikan, pemerintah daerah, hingga kementerian.
Untuk tahun ajaran 2025/2026, daya tampung SD negeri dan swasta di Kabupaten Belitung mencapai 3.416 siswa, sementara SMP negeri dan swasta menampung hingga 3.313 siswa. Total sekolah yang berpartisipasi dalam program ini meliputi 101 PAUD/KB, 122 SD (negeri dan swasta), serta 32 sekolah tingkat SMP dan MTs.
Pengumuman hasil seleksi akan dilakukan secara serentak, dan ditetapkan melalui rapat dewan guru di masing-masing satuan pendidikan. Proses tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip objektivitas dan kapasitas daya tampung.
SEBAGAI bagian dari keterbukaan layanan, pemerintah menyediakan pusat informasi publik melalui situs resmi [https://spmb.belitung.go.id](https://spmb.belitung.go.id), serta call center khusus untuk setiap jenjang pendidikan. Posko pengaduan luar jaringan juga disiapkan untuk menjawab persoalan teknis yang dihadapi masyarakat.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama serta penegasan komitmen dari seluruh pihak yang terlibat. (Dok/Foto/IS)
Dengan dilakukannya kembali penegas komitmen dari peserta yang hadir, menandai langkah baru Pemkab Belitung dalam upaya menghadirkan pendidikan yang inklusif, adil, dan berintegritas. (*//*)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar