Dana BOS dan Arogansi Kepala SMKN 1 Plered, Disdik Jabar Ditantang Tegas!
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
- visibility 57
- print Cetak

Kepala SMKN 1 Plered, Ajang Sarif Hidayat. (Foto/Instagram/SMKN-1/Plered)
Penulis: Raffa Christ Manalu
Ucapan arogan Kepala SMKN 1 Plered, Ajang Sarif Hidayat, memicu gejolak. Publik menaruh curiga atas ketertutupan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan mendesak Dinas Pendidikan Jawa Barat segera bertindak tegas.
HITVBERITA.COM | Purwakarta — Sikap kepala sekolah yang dinilai tidak transparan itu, dinilai berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan di Purwakarta. Sorotan pun mengarah pada penggunaan dana BOS tahun anggaran 2023 dan 2024 yang disebut-sebut menyimpan kejanggalan.
“Program pemerintah harus transparan. Kalau awak media diperlakukan arogan dan ditutup-tutupi saat mengonfirmasi penggunaan dana publik, wajar bila masyarakat mencurigai ada yang disembunyikan. Media justru berfungsi mengawasi agar program berjalan sesuai aturan,” ujar Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Bangsa (GMPB) Kabupaten Purwakarta, Asep Saepudin, Jumat (5/9/2025).
Alih-alih memberikan klarifikasi, Ajang justru melontarkan pernyataan yang semakin menuai kecaman.
“Saya bukan orang Batak. Tapi saya lebih dari Batak,” katanya di hadapan awak media dan sejumlah guru.
Ucapan bernada kontroversial itu kian mempertebal dugaan ketertutupan pengelolaan anggaran di tubuh SMKN 1 Plered.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Jawa Barat belum memberikan tanggapan resmi terkait polemik tersebut. (///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar