Ditugaskan Ditempat Asal, Sebanyak 641 Kepala Sekolah di Jabar Dilantik
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
- visibility 37
- print Cetak

Ratusan kepala sekolah dilingkup Dinas Pendidikan Jawa Barat dilantik di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu, 29/10/2025. (dok/foto:raffa)
Sebanyak 641 kepala sekolah yang baru dilantik hari ini. Itu gabungan antara rotasi dan promosi jabatan. Ada sebanyak 215 orang yang promosi jabatan kepala sekolah.
Penulis: Raffa Christ Manalu
HITVBERITA.COM – BANDUNG | Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat secara resmi melantik 641 kepala sekolah SMA, SMK dan SLB yang digelar di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu 29 Oktober 2025. Pelantikan digelar untuk merealisasikan kebijakan baru dalam sistem rotasi kepala sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dr. Purwanto mengatakan, bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari rotasi dan promosi jabatan kepala sekolah yang diarahkan agar para kepala sekolah bisa bertugas lebih dekat dengan wilayah domisili mereka.
“Sebanyak 641 kepala sekolah yang baru dilantik hari ini. Itu gabungan antara rotasi dan promosi jabatan. Ada sebanyak 215 orang yang promosi jabatan kepala sekolah,” kata Purwanto kepada media usai pelantikan.
Ia menyampaikan bahwa salah satu kriteria utama dalam rotasi kali ini adalah mendekatkan kepala sekolah ke tempat tinggal mereka. Menurutnya, masih ada sebagian kecil kepala sekolah yang belum bisa ditempatkan di wilayah domisili karena keterbatasan formasi.
“Informasi awalnya memang diarahkan agar mereka bisa bertugas di kabupaten masing-masing. Jadi, yang sebelumnya bertugas diluar kabupaten, kini di kembalikan ke daerah asalnya,” ujarnya.
“Ada beberapa daerah yang sudah penuh, misalnya di kabupaten Sukabumi. Karena formasinya sudah penuh, maka yang bersangkuta ditempatkan dulu di kabupaten tetangga,” imbuhnya.
Kendati demikian, Purwanto menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah nyata dari gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk memperkuat ikatan emosional antara kepala sekolah dan lingkungan tempat mereka bertugas. “Pada prinsipnya, pak gubernur ingin mendekatkan para kepala sekolah dengan wilayah masing-masing,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam arahannya menegaskan, bahwa rotasi kali ini membawa semangat baru dalam tata kelola pendidikan di wilayah Jawa Barat. Menurutnya, kepala sekolah sebaiknya mengabdi di wilayah tempat tinggalnya agar lebih memahami karakter masyarakat dan kebutuhan pendidikan setempat.
“Ada perubahan format di kepala sekolah, yakni walaupun belum semua saya lihat. Kepala sekolah harus jadi kepala sekolah di wilayah tempat tinggalnya,” tegas Dedi.
Ia menilai pola lama dimana kepala sekolah harus bertugas jauh dari tempat tinggalnya justru kurang efesien dan sering kali mengganggu kinerjanya. “Untuk saat ini, kalau tinggalnya di kabupaten ini, harus disitu bertugas. Tidak boleh ada kepala sekolah tinggal di kabupaten ini, tetapi tugasnya di kabupaten lain,” tandasnya.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar