Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Dugaan Kejanggalan Alokasi Dana BOS di SMKN 1 Karawang, Administrasi Sekolah Habiskan Rp.1,9 Miliar

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
  • print Cetak

Kepala Sekolah SMKN 1 Karawang, Rusli saat diwawancarai Hitvberita.com diruang kerjanya, hari Rabu, 6 Agustus 2025. (Foto/Raffa/HITV)

Penulis: Raffa Christ Manalu

Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMKN 1 Karawang, Jawa Barat, menuai sorotan tajam. Sejumlah alokasi dana pada tahun 2023 dan 2024 dinilai tidak wajar lantaran menyedot anggaran dalam jumlah besar, namun dianggap belum sepenuhnya berdampak langsung pada peserta didik.

HITVBERITA.COM | Karawang – Berdasarkan data yang dihimpun hitvberita.com, sekolah SMKN 1 Karawang menerima dana BOS dalam jumlah besar sejak tahun 2023.

Pada tahun itu, dana BOS yang diterima sebesar Rp.4,2 miliar, yang dicairkan dalam dua tahap, masing-masing tahap sebesar Rp.2,1 miliar dengan jumlah siswa penerima sebanyak 2.627 siswa.

Namun, anggaran sebesar itu menjadi sorotan publik. Pasalnya, dana tersebut di alokasikan untuk lima item pos kegiatan, yaitu Pengembangan Perpustakaan, Administrasi Kegiatan Sekolah, Pemeliharaan Sarana dan Prasarana, Langganan Daya dan Jasa, dan Penyelenggaraan Kegiatan Kesehatan, Gizi, dan Kebersihan.

Pada tahap pertama, administrasi kegiatan sekolah menyedot anggaran sebesar Rp.1.184 miliar, dan tahap kedua sebesar Rp.893 juta. Kemudian, pemeliharaan sarana dan prasarana menyerap sebesar Rp.360 juta, dan di tahap kedua sebesar Rp.324 juta.

Sementara, penyelenggaraan kegiatan kesehatan, gizi, dan kebersihan menyerap anggaran sebesar Rp.150 juta pada tahap pertama, dan tahap kedua melonjak fantastis menjadi Rp.549 juta. Lalu, pengembangan perpustakaan tahap pertama menerima Rp.22 juta, dan di tahap kedua menjadi Rp.133 juta.

Memasuki tahun 2024, SMKN 1 Karawang menerima kucuran dana sebesar Rp.4 miliar, kembali dicairkan dalam dua tahap, masing-masing tahap sebesar Rp.2 miliar dengan jumlah siswa penerima sebanyak 2.558 siswa.

Pada tahap pertama, administrasi kegiatan sekolah atau satuan pendidikan menyedot anggaran sebesar Rp.1.077 miliar, dan tahap kedua menyerap anggaran sebesar Rp.865 juta. Lalu, pemeliharaan sarana dan prasarana pada tahap pertama menerima Rp.804 juta, dan di tahap kedua sebesar Rp.894 juta.

Kemudian, penyelenggaraan kegiatan kesehatan, gizi, dan kebersihan pada tahap pertama menerima Rp.150 juta, dan tahap kedua sebesar Rp.348 juta.

Untuk langganan daya dan jasa, tahun 2023 menyerap anggaran sebesar Rp.296 juta, dan Rp.340 juta, tahap satu dan dua, sementara tahun 2024, tahap satu Rp.1,8 juta, dan di tahap kedua Rp.1,8 juta.

Ironisnya, kegiatan yang justru dianggap berdampak langsung terhadap peserta didik seperti Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran dan Bermain dan Pelaksanaan Kegiatan Evaluasi/Asesmen Pembelajaran dan Bermain, serta Pengembangan Profesi Pendidik dan Tenaga Pendidik, tidak menerima alokasi anggaran.

Kepala Sekolah SMKN 1 Karawang, Rusli
ketika dikonfirmasi mengatakan, tidak mengetahui secara rinci terkait alokasi anggaran yang tercantum pada pos kegiatan tersebut. Ia mengaku baru menjabat sebagai Plt kepala sekolah selama dua bulan.

“Saya tidak tau secara rinci soal alokasi anggaran itu. Soalnya baru dua bulan menjabat disini,” kata Rusli, kepada hitvberita.com diruang kerjanya, Rabu 6 Agustus 2025.

Ketika ditanya lebih lanjut terkait alokasi anggaran penyelenggaran kegiatan kesehatan, gizi dan kebersihan, Rusli terlihat kaget setelah mengetahui besaran anggarannya.

“Saya kurang paham soal ini, apakah disini peserta didik dikasih makan atau bagaimana saya tak paham,” ujarnya.

Namun demikian, Rusli berusaha menjelaskan terkait pemeliharaan sarana dan prasaranan. Menurutnya, alokasi anggaran pemeliharaan menjadi sorotan di tengah-tengah masyarakat, karena dianggap nilai anggarannya sangat signifikan.

“Anggaran pemeliharaan ini seringkali menjadi pertanyaan bagi masyarakat, soalnya nilainya besar. Masyarakat yang tidak mengetahui apa saja poin-poin terkait pemeliharaan pasti curiga. Padahal, banyak poin-poin kegiatan dengan koderingnya berbeda masuk dalam kategori pemeliharaan. Pemerintah juga seharusnya memisahkan poin-poin kegiatan yang termasuk dalam konteks pemeliharaan agar tidak menjadi spekulasi publik,” tegasnya.

Ia sepakat dana BOS di alokasikan pada kegiatan-kegiatan yang dianggap lebih berdampak pada peserta didik seperti ekstrakurikuler, pembelajaran dan bermain.

“Kalau siswa sibuk dengan kegiatan ekstrakurikuler, bisa dipastikan akan menutup ruang bagi mereka untuk melakukan tindakan-tindakan nakal diluar sekolah,” ungkapnya.

Dengan adanya temuan ini, dan minimnya penjelasan resmi serta ketimpangan proporsi anggaran memunculkan desakan agar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepala sekolah dan jajaran pengelola dan BOS.

Publik berharap, setiap rupiah yang dikucurkan pemerintah pusat untuk pendidikan digunakan secara efektif dan berpihak pada peserta didik, bukan semata-mata untuk kebutuhan administratif dan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah.

Gedung SMKN 1 Karawang. (Dok/Foto/Raffa/HITV)

Evaluasi menyeluruh diharapkan menjadi pintu masuk perbaikan sistematik dalam tata kelola pendidikan se-Jawa Barat, agar sejalan dengan semangat program Gubernur Dedi Mulyadi guna mewujudkan Jawa Barat Istimewa. (///)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peredaran Rokok Ilegal Kian Marak di Dabo Singkep

    Peredaran Rokok Ilegal Kian Marak di Dabo Singkep

    • 0Komentar

    LINGGA | HITV – Peredaran rokok ilegal di wilayah Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, semakin meresahkan. Sejumlah toko dan warung kedapatan menjual berbagai merek rokok tanpa pita cukai yang dipajang terbuka di etalase, berdampingan dengan produk legal. Hasil investigasi HITV menemukan makin banyak merek rokok tanpa cukai beredar dengan harga jauh lebih murah dibanding rokok resmi. […]

  • Anggaran Rp3,3 Miliar untuk RTRW Purwakarta Disorot, Konsultan dan Partisipasi Publik Dipertanyakan

    Anggaran Rp3,3 Miliar untuk RTRW Purwakarta Disorot, Konsultan dan Partisipasi Publik Dipertanyakan

    • 0Komentar

      Alokasi anggaran sebesar Rp3,3 miliar dari APBD Kabupaten Purwakarta untuk penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) menuai sorotan. Dana tersebut digelontorkan secara bertahap dalam empat segmen kegiatan sepanjang 2022 hingga 2025.   PURWAKARTA, HITV— Sorotan muncul bukan semata pada besarnya anggaran, melainkan pada proses pelaksanaan yang dinilai kurang variatif dan berpotensi mengurangi kualitas kajian. […]

  • 188 Tahun Tanjungpandan: Menjaga Warisan Sejarah, Menatap Kota Global Berbasis Maritim dan Budaya

    188 Tahun Tanjungpandan: Menjaga Warisan Sejarah, Menatap Kota Global Berbasis Maritim dan Budaya

    • 0Komentar

    Kota Tanjungpandan ke-188 bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum itu menjadi ruang refleksi tentang perjalanan panjang sebuah kota yang tumbuh dari akar sejarah menuju cita-cita sebagai daerah yang mampu bersaing di tingkat global. BELITUNG, HITV — Semangat itu mengemuka dalam Rapat Paripurna XIX Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 DPRD Kabupaten Belitung yang digelar di Ruang […]

  • Satreskrim Polres Purwakarta Ringkus Empat Orang Anggota Geng Motor NBCC dan Sajam Jenis Celurit

    Satreskrim Polres Purwakarta Ringkus Empat Orang Anggota Geng Motor NBCC dan Sajam Jenis Celurit

    • 0Komentar

    HiTvBerita.com | PURWAKARTA – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Purwakarta, Polda Jawa Barat berhasil meringkus empat anggota Geng Motor yang menamakan dirinya Negri Bawah Cijantung Ceria (NBCC) pada saat hendak melakukan tawuran. Ke empat orang anggota geng motor NBCC yang berhasil diamankan oleh Satreskrim Polres Purwakarta tersebut, tiga diantaranya adalah anak di bawah umur. Mereka […]

  • GRIB JAYA Kabupaten Kebumen, Laksanakan Pemotongan Hewan Kurban Satu Ekor Kambing

    GRIB JAYA Kabupaten Kebumen, Laksanakan Pemotongan Hewan Kurban Satu Ekor Kambing

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM JATENG | Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya DPC Kabupaten Kebumen, untuk pertama kalinya menggelar pemotongan hewan kurban menyambut hari raya Idul Adha 1445 H, yang dilaksanakan di Kantor Sekretariat DPC Grib Jaya Kabupaten Kebumen, Jl. Raya Kebulusan, No.66, Kebulusan, Kecamatan Pejagoan, hari Senin, (17/6/2024). Terlihat pengurus DPC Grib Jaya Kabupaten Kebumen kompak […]

  • Menhub dan Gubernur Jabar Tinjau Kesiapan Mudik di Garut, Ratusan Kusir Delman dan Penarik Becak Terima Kompensasi

    Menhub dan Gubernur Jabar Tinjau Kesiapan Mudik di Garut, Ratusan Kusir Delman dan Penarik Becak Terima Kompensasi

    • 0Komentar

    Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Garut dalam rangka meninjau kesiapan jalur mudik sekaligus menyerahkan Kompensasi Bantuan Gubernur kepada pengemudi kendaraan tidak bermotor. Kegiatan ini dipusatkan di Mapolres Garut, Jalan Jend. Sudirman, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Sabtu (14/3/2026). GARUT, HITV – Langkah tersebut dilaksanakan guna […]

expand_less