Gebyar PKH, Satu Desa Satu Sarjana Meretas Asa Memutus Kemiskinan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
- visibility 18
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kabupaten Purwakarta tetap konsisten mengentas kemiskinan dengan Program PKH bertema “Satu Desa Satu Sarjana Meretas Asa, Meraih Mimpi Memutus Rantai Kemiskinan. (Foto: Raffa CM/HiTv)
Penulis: Raffa Christ Manalu
Pemerintah Kabupaten Purwakarta kembali menunjukkan komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui Gebyar Program Keluarga Harapan (PKH) dengan tema “Satu Desa Satu Sarjana Meretas Asa, Meraih Mimpi dan Memutus Rantai Kemiskinan”.
Acara yang berlangsung di Aula Yudhistira pada Rabu (24/9/2025) ini, menandai langkah strategis dalam memberdayakan masyarakat Purwakarta melalui pendidikan tinggi.
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagia dan terima kasih atas kehadiran seluruh pihak yang telah berkontribusi mewujudkan Purwakarta yang istimewa.
Bupati menekankan pentingnya mengubah pola pikir masyarakat terkait kemiskinan, yang menurutnya merupakan akibat dari sebab yang ditanam.
“Kita harus berupaya menghasilkan uang dengan berusaha dalam berbagai bidang. Kebiasaan masyarakat yang menghabiskan modal usaha untuk menyekolahkan anak harus diubah. Pendidikan anak harus menjadi investasi yang meningkatkan perekonomian keluarga,” ujar Bupati yang akrab disapa Om Zein itu.
Om Zein juga berpesan, kepada para mahasiswa setelah lulus kuliah dapat mengembangkan usaha orang tua yang awalnya kecil menjadi lebih besar berkat ilmu manajemen ekonomi yang diperoleh. Ia berharap anak-anak Purwakarta dapat menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri dan tidak kehilangan jati diri.
Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, memberikan apresiasi terhadap program PKH Kabupaten Purwakarta. Menurutnya, program “Satu Desa Satu Sarjana” ini sangat bagus karena tidak hanya membantu keluarga keluar dari garis kemiskinan, tetapi juga melahirkan anak-anak yang berpendidikan tinggi.
“Targetnya 250 sarjana, sementara jumlah desa hanya 183. Artinya, satu desa bisa memiliki lebih dari satu sarjana. Kami dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sangat mengapresiasi program ini dan sedang mempertimbangkan untuk mereplikasi ke kabupaten/kota lainnya,” kata Sekda Herman.
Sekda Herman menambahkan, program ini sangat penting untuk memutus rantai kemiskinan. Dengan pendidikan yang baik, anak-anak dari keluarga miskin diharapkan dapat memiliki kehidupan yang lebih baik dari orang tuanya. Beliau juga menyinggung program Sekolah Rakyat yang akan disinergikan dengan program “Satu Desa Satu Sarjana” untuk mencapai tujuan yang sama.
“Jawa Barat memiliki angka kemiskinan 7,02 persen, dan kami akan terus berupaya menurunkannya hingga menjadi yang terendah di Indonesia pada tahun 2029,” tegas Sekda Herman.
Dalam acara tersebut, dilakukan juga penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PKH dengan sejumlah lembaga pendidikan, di antaranya: Politeknik Jatiluhur, Politeknik Bakti Asih Purwakarta, UPI Purwakarta, STIKES Holistik, Universitas Karta Mulya, STIKES Evarina Etaham, STIE Wikara, Unismu, STT Wastukencana dan Rumah Tahfiz Quran.
Di tempat yang sama, Korkab II SDM PKH Kabupaten Purwakarta, Agus, berharap dengan kegiatan ini bisa menambah sinergitas antara Pemda Purwakarta, Pemrov Jabar dan juga para pendamping PKH agar ke depan bisa bahu-membahu mengatasi kemiskinan di Kabupaten Purwakarta melalui jalur pendidikan bekerjasama dengan semua kampus yang ada di Kabupaten Purwakarta.
“Saya sebagai koordinator sangat mengapresiasi atas kehadiran Sekda Jawa Barat dan juga Bupati Purwakarta serta semua stakeholder yang mendukung kegiatan ini,” kata Agus.
Kegiatan ini bukan hanya sementara saja tapi ini merupakan etalase dari semua kegiatan rangkaian kegiatan pendamping PKH yang dari tahun ke tahun terus mengupayakan membawa masyarakat Purwakarta menuju sejahtera,” ungkap Agus.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar