Rekonstruksi di Pangkalpinang Menapak Ulang Langkah Terakhir Sang Wartawan Senior Adityawarman!
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
- visibility 28
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dalam rekonstruksi dua tersangka Hasan dan Martin memeragakan seluruh rangkaian peristiwa yang merenggut nyawa Adityawarman, mulai dari adegan awal hingga detik tragis yang mengakhiri hidup jurnalis senior asal Babel tersebut. (Foto/Iswanizar/Hitv)
Oleh: AYS Prayogie
Pagi tadi, Kamis (9/10/2025), kebun di kawasan Kepala Tujuh, Pangkalpinang, tampak lengang. Embun masih menggantung di pucuk daun ketika aparat kepolisian mempersiapkan garis kuning di sekeliling lokasi. Di tengah keheningan itu, dua pria berpakaian tahanan diperintahkan memperagakan satu per satu adegan pembunuhan. Di sinilah, beberapa bulan lalu, jasad wartawan senior Adityawarman ditemukan di dasar sumur miliknya sendiri.
REKONSTRUKSI kasus pembunuhan pemilik portal berita Okeyboz.com itu dipimpin Kasubdit Ditreskrimum Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kompol Faisal Fatsey, di bawah pengamanan ketat. Hadir pula tim jaksa penuntut umum serta keluarga korban yang datang dengan wajah muram, menahan emosi di antara kerumunan.
Dua tersangka —Hasan dan Martin —memeragakan seluruh rangkaian peristiwa sesuai arahan penyidik. Dari adegan awal saat mereka tiba di kebun, percakapan singkat dengan korban, hingga detik tragis yang mengakhiri hidup jurnalis yang dikenal ramah itu, semua diperagakan secara rinci.
Suasana sempat menegang ketika salah seorang anggota keluarga tak kuasa menahan tangis dan berteriak di tepi garis polisi. Petugas pun dengan sigap segera menenangkan agar proses hukum berjalan tanpa gangguan.
Di antara saksi yang hadir, nama Rayhan, seorang pegawai hotel di Pangkalpinang, turut dimintai keterangan tambahan. Rekonstruksi berlangsung hampir dua jam sebelum akhirnya ditutup. Di lokasi itu, langkah demi langkah menghadirkan kembali jejak terakhir Adityawarman— sebuah upaya rekonstruksi yang tak hanya memetakan fakta, tapi juga membuka kembali luka yang belum sembuh.
Kenangan yang Tak Pernah Padam
Dua tahun sebelum tragedi, di sebuah ruang ujian Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Madya di Hotel Merlynn Park, Jakarta, suasana tegang menyelimuti puluhan peserta. Di antara mereka, seorang pria berwajah teduh berjalan berkeliling, menyalami satu per satu peserta dengan senyum tenang.
“Santai saja, yang penting tetap objektif,” ujarnya ringan. Dialah Adityawarman.
Bagi saya—yang saat itu juga menjadi peserta UKW Madya—pertemuan singkat itu telah meninggalkan kesan mendalam. Sosoknya sederhana, rendah hati, dan tak berjarak, meski jam terbangnya di dunia jurnalistik jauh di atas kami semua.
Beberapa waktu selepas ujian, komunikasi kami sempat berlanjut lewat video call. Ia bahkan berjanji akan datang ke acara pelantikan Pengurus Daerah Media Independen Online (MIO) Indonesia di Belitung. Janji itu tak pernah terpenuhi.
Yang datang justru kabar duka, pada hari Kamis, 7 Agustus 2025. Adityawarman ditemukan tak bernyawa di kebunnya. Polisi memastikan adanya tanda-tanda kekerasan. Nama Hasan Basri segera muncul sebagai terduga pelaku. Pengejaran pun dilakukan lintas provinsi.
Tim gabungan dari Polda Kepulauan Bangka Belitung, Polres Ogan Komering Ilir, dan Polda Lampung menutup akses darat serta pelabuhan.
Senin (11/8/2025), Hasan Basri akhirnya diringkus di Palembang setelah sempat kabur dari sebuah rumah makan tanpa membayar. Ia diduga menjadi otak pencurian disertai kekerasan yang berujung maut.
Kini, di tengah proses hukum yang masih berjalan, bayangan tentang Adityawarman masih tetap hidup di ingatan rekan-rekan seprofesi. Ia dikenal bukan hanya sebagai wartawan tangguh, tetapi juga sebagai pribadi yang menjadikan jurnalisme sebagai panggilan hati—untuk menyuarakan kebenaran dengan empati.
Dan bagi saya pribadi, senyum Adityawarman di ruang ujian UKW dua tahun silam menjadi penanda: bahwa dalam dunia pers yang keras dan dinamis, persahabatan bisa tumbuh hangat, meninggalkan jejak yang tak pernah pudar. (/*/*/)
Cijantung, 9 Oktober 2025

Penulis adalah Wartawan Madya seangkatan almarhum Adityawarman | Pemimpin Redaksi Hitvberita.com | Ketua Umum MIO Indonesia | Tinggal di Cijantung, Jakarta Timur
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar