J&J Club & KTV Bantah Tuduhan Manipulasi Nota: “Tanpa Data dan Fakta, Itu Fitnah”
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
- visibility 55
- print Cetak

Manajer J&J Club & KTV membantah keras tudingan manipulasi nota yang dituduhkan kepada pihaknya, dia pun menyebut informasi yang beredar tersebut tidak berdasar serta menyesatkan. (Foto/Is/Hitv,)
Penulis: Ismail Ratusimbangan
Manajemen tegaskan seluruh transaksi sesuai daftar harga resmi dan terekam dalam sistem administrasi
HITVBERITA.COM | Batam— Pihak manajemen J&J Club & KTV angkat bicara terkait pemberitaan sejumlah media daring yang menuding tempat hiburan malam tersebut melakukan praktik penipuan terhadap pelanggan dengan cara memanipulasi nota tagihan (bill).
Manajemen J&J membantah keras tudingan itu dan menyebut informasi yang beredar tidak berdasar serta menyesatkan. Mereka menegaskan seluruh transaksi dilakukan sesuai daftar harga resmi dan terekam dalam sistem administrasi perusahaan.
“Semua transaksi terekam dan tercatat dengan jelas. Tidak ada unsur manipulasi atau penipuan seperti yang diberitakan,” ujar Manajer J&J Club & KTV di Batam, Kamis (30/10/2025).
Kronologi Kejadian
Menurut penjelasan manajemen, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, ketika seorang tamu pria datang bersama rombongan berjumlah 13 orang—terdiri atas enam pria dan tujuh wanita.
Rombongan tersebut memesan tiga botol Red Label, kemudian menambah satu botol tambahan dengan merek yang sama. Selain itu, mereka juga memesan beberapa botol minuman ringan Coca-Cola serta rokok merek Esse Double Change sebanyak 18 bungkus.
Harga rokok tercantum sebesar Rp84.000 per bungkus, dan Coca-Cola dikenakan harga sesuai daftar menu, yakni total Rp46.000.
Manajemen menambahkan, rombongan tamu membawa makanan dari luar tanpa pemberitahuan sebelumnya. Sesuai kebijakan umum di sejumlah tempat hiburan malam, dikenakan biaya tambahan (charge) 40 persen senilai Rp140.000.
Selain itu, terdapat dua orang Ladies Companion (LC) dari pihak internal dengan tarif Rp750.000, serta paket Red Label 2+1 senilai Rp1.950.000, tambahan satu botol Rp700.000, dan paket Heineken Rp450.000. Total keseluruhan transaksi malam itu mencapai sekitar Rp3,1 juta.
“Kami memiliki bukti transaksi lengkap, termasuk nota dan rekaman CCTV pada malam tersebut,” tambahnya.
Sanggahan atas Pemberitaan
Manajemen J&J menyayangkan munculnya pemberitaan yang dinilai tidak berimbang dan tidak melalui proses konfirmasi terlebih dahulu.
“Kami memahami tugas jurnalis untuk menyampaikan informasi kepada publik. Namun, prinsip verifikasi dan keberimbangan semestinya dijaga. Tanpa data dan fakta yang jelas, pemberitaan seperti itu berpotensi menjadi fitnah,” kata manajemen.
Tanggapan Pihak Media dan Pelanggan
Salah satu media yang memuat tuduhan terhadap J&J Club & KTV menyebut laporan itu bersumber dari pengakuan pelanggan yang merasa keberatan atas total tagihan.
“Kami menerima informasi dari pelanggan J&J yang menyampaikan keluhan kepada redaksi. Kami tetap terbuka apabila pihak manajemen ingin menyampaikan tanggapan atau klarifikasi,” ujar perwakilan redaksi media tersebut ketika dikonfirmasi secara terpisah.
Adapun pelanggan yang dimaksud hingga kini belum memberikan keterangan resmi kepada media terkait detail transaksi yang dipersoalkan.
Komitmen Profesionalisme
Manajemen J&J menegaskan pihaknya berkomitmen menjaga profesionalisme dan transparansi dalam setiap layanan kepada pelanggan.
“Kami tidak ingin polemik ini berlarut. Prinsip kami jelas: layani pelanggan sebaik mungkin dan jalankan usaha sesuai aturan yang berlaku,” ujar manajer menutup keterangannya.
Catatan Redaksi
Redaksi HITVberita.com akan memuat tanggapan tambahan apabila pihak pelanggan atau sumber terkait lainnya memberikan keterangan lanjutan seputar persoalan ini. (/*/*/)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar