Kasus Pemukulan Boy dan HN: Publik Tanya Siapa yang Lindungi AC?
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 11 Agt 2025
- visibility 28
- print Cetak

Publik bertanya kendatipun AC telah resmi ditetapkan sebagai tersangka, namun hingga kini AC belum juga ditahan. (Foto/Rus/HITV)
Penulis: Ruslan LGA
Aroma ketidakadilan kembali menyeruak di Kabupaten Lingga. Publik mempertanyakan kinerja aparat penegak hukum setelah AC, yang telah resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus pemukulan terhadap NS alias Boy dan HN, hingga kini belum juga ditahan. Situasi ini memicu kecurigaan adanya “tangan tak terlihat” yang melindungi pelaku.
HITVBERITA.COM – Lingga – Penetapan AC sebagai tersangka, menurut sumber terpercaya, sudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Namun, alih-alih segera melakukan penahanan, kasus ini terkesan “masuk kotak” tanpa kejelasan lanjutan.
“Seperti hukum rimba. Kalau berani dan punya pengaruh, hukum bisa dibuat lentur. Tapi kalau rakyat kecil? Langsung ditindak,” tegas salah satu perwakilan PERMATA (Persaudaraan Masyarakat Tempatan) saat ditemui Minggu (10/08/2025).
Ia menilai, ketidaktegasan ini bukan hanya melukai korban, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. “Kasus ini seperti rumah tanpa tiang, goyah dan tidak punya penopang. Di mana letak keadilan? Untuk siapa hukum dibuat?” ujarnya dengan nada geram.
Hal senada disampaikan perwakilan MPKL yang memilih tidak disebutkan namanya. Ia menegaskan bahwa seluruh warga negara memiliki hak yang sama di hadapan hukum.
“Kalau aparat tidak berani menahan tersangka yang jelas-jelas sudah ditetapkan, ini bahaya bagi citra hukum kita. Rakyat akan berpikir hukum hanya berlaku bagi yang lemah,” katanya.
Informasi yang dihimpun redaksi Hitvberita.com menyebutkan, sejumlah elemen masyarakat tengah menyiapkan aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Mapolres Lingga.
Tuntutannya jelas: AC harus segera ditahan dan diproses sesuai prosedur hukum. Rencana aksi ini disebut akan melibatkan lintas kelompok, dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga organisasi kemasyarakatan.
Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Lingga belum memberikan pernyataan resmi. Diamnya pihak kepolisian justru semakin memperkuat kecurigaan publik akan adanya intervensi atau tekanan dari pihak tertentu yang membuat kasus ini jalan di tempat.
Jika aksi massa benar terjadi, bukan hanya kredibilitas kepolisian yang akan dipertaruhkan, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum di Kabupaten Lingga.
Publik pun kini menanti—apakah hukum akan ditegakkan, atau sekali lagi tunduk pada kekuatan di balik layar. (///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar