MUSWILLUB GPIB DKI Jakarta Berlangsung Demokratis, AYS Prayogie, Arthur Noija dan Anto Suroto Apresiasi Terpilihnya Ketua Baru
- account_circle S. Erfan Nurali
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Duduk dari Kiri ke Kanan): Sekjen Drs Abdul Hapid, SH, MH, Ketua Umum Ir Agung Karang, Ketua Panitia Muswillub, dan Sekretaris Muswillub. (Belakang dari Kiri ke Kanan): Sigit Santosa SE (Ketua OC), AYS Prayogie SH (Dewan Penasehat), Arthur Noija SE, SH (Dewan Penasehat) dan Dr Anto Suroto, SH, MSc. (Dok/Foto/Erfan)
Musyawarah Wilayah Luar Biasa (MUSWILLUB) DPW GPIB Provinsi DKI Jakarta berjalan demokratis dan menghasilkan Edy Dwiyanto, S.E. sebagai Ketua DPW GPIB DKI Jakarta periode 2026–2031.
JAKARTA, HITV — Edy terpilih setelah memperoleh 18 suara, mengungguli kandidat nomor urut 2, Dani Hendro Pradiatmoko, yang meraih 6 suara. Proses pemilihan berlangsung secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (LUBER JURDIL).
Hasil pemungutan suara kemudian ditetapkan melalui berita acara dan dilanjutkan dengan pengukuhan Edy sebagai Ketua DPW GPIB DKI Jakarta. Pengukuhan ditandai dengan penyerahan bendera pataka GPIB oleh Ketua Umum DPP GPIB Ir. Agung Karang serta bendera Merah Putih oleh Sekretaris Jenderal DPP GPIB Drs. H. Abdul Hapid, S.H., M.H.
Pelaksanaan MUSWILLUB tersebut mendapat apresiasi dari jajaran Dewan Penasihat dan Dewan Pembina DPP GPIB. Mereka menilai proses demokratis yang telah dijalankan menjadi modal penting untuk membangun kembali soliditas organisasi sekaligus memastikan kepemimpinan baru dapat bekerja untuk seluruh elemen GPIB DKI Jakarta.
Dewan Penasihat DPP GPIB, Ays Prayogie, S.H., mengapresiasi seluruh tahapan MUSWILLUB yang dinilainya telah memberikan ruang bagi proses demokrasi organisasi.
Menurut Ays, terpilihnya ketua baru bukan sekadar persoalan pergantian kepemimpinan, melainkan momentum untuk memperkuat kembali persatuan dan membangun organisasi yang memiliki integritas.
“Bagaimana mewujudkan organisasi GPIB yang berintegritas harus dimulai dari pengurus-pengurus yang memiliki keteladanan dan bisa memimpin,” ujar Ays.
Ia berharap seluruh dinamika yang muncul selama proses pemilihan dapat segera diakhiri setelah keputusan MUSWILLUB ditetapkan. Kandidat maupun para pendukungnya diharapkan kembali berada dalam satu barisan untuk membangun GPIB DKI Jakarta.
Senada dengan itu, Dewan Penasihat DPP GPIB Arthur Noija, S.H., menilai MUSWILLUB telah menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi. Menurutnya, kepemimpinan baru harus mampu menerjemahkan hasil musyawarah menjadi program yang memberikan manfaat lebih luas.
Arthur mendorong GPIB agar tidak hanya berkutat pada kepentingan internal organisasi, tetapi juga mengambil peran dalam persoalan pendidikan dan kepentingan masyarakat.
“GPIB harus lebih cerdas dan berani mengaplikasikan segala sesuatu yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, khususnya dunia pendidikan,” katanya.
Ia menilai jaringan organisasi yang dimiliki GPIB dapat menjadi kekuatan untuk membangun komunikasi dengan pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya. Dengan demikian, keberadaan GPIB dapat semakin dirasakan dalam berbagai persoalan sosial dan pendidikan.
Sementara itu, Dewan Pembina DPP GPIB Dr. Anto Suroto, S.E., M.Sc., turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan MUSWILLUB yang berlangsung secara demokratis.
Menurut Anto, proses pemilihan yang telah menghasilkan kepemimpinan baru harus menjadi titik awal untuk memperkuat fungsi organisasi. GPIB dinilai perlu mengembangkan berbagai kegiatan strategis, mulai dari seminar nasional, pendidikan, kebudayaan hingga pengawasan sosial.
Namun, ia mengingatkan agar fungsi kontrol organisasi tetap dilakukan secara proporsional dan berorientasi pada penyelesaian persoalan.
“Bukan menyalahkan, tetapi memastikan apakah sesuatu itu benar atau tidak. Di sinilah peran organisasi dan media untuk ikut mengawal,” ujar Anto.
Persatuan Setelah Kompetisi
Dukungan terhadap kepemimpinan Edy juga datang dari kandidat yang menjadi pesaingnya dalam MUSWILLUB. Dani Hendro Pradiatmoko menyatakan siap mendukung ketua terpilih dan memastikan tidak ada perpecahan setelah proses pemilihan selesai.
“Yang menang atau Pak Edy yang menang sama saja. Pada dasarnya tujuannya hanya semata-mata bagaimana DPW GPIB ke depannya lebih baik, lebih maju, lebih solid, lebih kompak dan lebih merangkul,” kata Dani.
Ia bahkan menyebut Edy sebagai sahabat sekaligus saudara.
“Pak Edy saudara saya. Kita satu keluarga,” ujarnya.
Sikap tersebut menjadi pesan penting bahwa kompetisi dalam musyawarah organisasi tidak semestinya meninggalkan sekat setelah keputusan ditetapkan.
Edy sendiri menegaskan bahwa konsolidasi akan menjadi salah satu prioritas setelah dirinya dikukuhkan sebagai ketua. Ia berencana membangun komunikasi dengan DPP dan seluruh DPC serta menyusun pola koordinasi secara berkala.
“Kita akan rapat terus, mungkin ada rapat bulanan, rapat mingguan, dan koordinasi dengan jajaran DPP dan DPC untuk berkegiatan bersama,” katanya.
Ia juga akan menyusun kalender kegiatan organisasi selama satu tahun agar seluruh program dapat berjalan lebih terarah dan terukur.
Integritas Menjadi Fondasi
Ketua Umum DPP GPIB Ir. Agung Karang meminta kepengurusan baru menjadikan integritas sebagai fondasi dalam menjalankan roda organisasi.
“Yang saya inginkan pengurus baru yang berintegritas, artinya yang berakhlak dan bermoral serta disiplin dan mencintai organisasi untuk menuju Indonesia Emas,” kata Agung.
Sekretaris Jenderal DPP GPIB Drs. H. Abdul Hapid, S.H., M.H. juga mengingatkan Edy agar mampu menjadi pemimpin bagi seluruh anggota tanpa membedakan latar belakang dukungan dalam MUSWILLUB.
“Siapa pun yang terpilih mudah-mudahan bisa memimpin seluruh anggotanya untuk membawa GPIB DKI lebih maju ke depan,” ujarnya.
Menurut Abdul Hapid, persatuan merupakan syarat penting agar seluruh program organisasi dapat dijalankan secara efektif.
MUSWILLUB DPW GPIB Provinsi DKI Jakarta sendiri mengusung tema “Melalui MUSWILLUB DPW GPIB Provinsi DKI Jakarta Mari Kita Wujudkan GPIB yang Berintegritas Menuju Indonesia Emas 2045.”
Forum tersebut diikuti 41 peserta dari unsur DPP, dewan-dewan organisasi, DPW, DPC dan perwakilan organisasi lainnya.
Bagi jajaran Dewan Penasihat dan Dewan Pembina DPP GPIB, keberhasilan MUSWILLUB tidak hanya diukur dari terpilihnya seorang ketua baru, tetapi juga dari kemampuan organisasi menjaga proses demokrasi, menerima hasil musyawarah dan membangun kembali persatuan.
Kini, Edy Dwiyanto menghadapi tantangan baru. Setelah memperoleh mandat melalui proses demokratis, ia dituntut membuktikan kepemimpinannya dengan merangkul seluruh elemen organisasi.
Konsolidasi internal, penguatan komunikasi antarlembaga, penyusunan program kerja, perhatian terhadap pendidikan dan peningkatan peran sosial menjadi pekerjaan penting selama lima tahun mendatang.
MUSWILLUB telah melahirkan kepemimpinan baru. Dukungan dan apresiasi dari Ays Prayogie, Arthur Noija dan Anto Suroto sekaligus menjadi pesan bahwa kemenangan dalam demokrasi organisasi harus berujung pada persatuan, integritas dan kerja bersama untuk kemajuan GPIB DKI Jakarta. (\•/(
Editor: Redaksi
Sumber: HITV DKI Jakarta
- Penulis: S. Erfan Nurali





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.