Nono Suyatno, Pengusaha dan Owner Coffee 88 yang Peduli Budaya Dayak
- account_circle Royke Jhony Piay
- calendar_month Minggu, 7 Des 2025
- visibility 217
- print Cetak

PALANGKA RAYA | HITV – Nama Nono Suyatno, SE tentu tidak asing bagi kalangan pengusaha yang bergerak di bidang kehutanan sejak era 1990-an. Mantan eksekutif HPH PT Kayu Lapis Indonesia di Kalimantan Tengah (Kalteng) ini telah lama membaur dengan masyarakat asli Kalteng, yaitu Suku Dayak.
Sebagai seorang profesional yang dipercaya memimpin salah satu cabang perusahaan besar, Nono telah banyak berkontribusi dalam pembangunan di Bumi Tambun Bungai. Meski kini PT Kayu Lapis Indonesia tidak lagi beroperasi seperti masa jayanya, Nono Suyatno tetap dipercaya sejumlah investor luar Kalteng untuk menangani pasokan kebutuhan kayu ke Pulau Jawa.
Berkarakter Jawa berasal dari Solo, Nono dikenal lemah lembut dalam tutur kata dan pergaulan sehari-hari. Kecintaannya terhadap budaya Dayak pun tidak diragukan lagi. Hal ini semakin kuat karena ia memiliki istri asli Dayak yang berasal dari Desa Lawang Uru, Kabupaten Pulang Pisau, di tepian Sungai Kahayan.
Sebagai wujud kecintaannya terhadap adat dan budaya Dayak, Nono mendirikan sebuah kedai kopi bernama Coffee 88, yang berada di halaman rumahnya di pinggir Jalan Protokol Yos Sudarso, Palangka Raya. Kehadiran Coffee 88 diharapkan dapat menjadi ruang bersilaturahmi dan berdiskusi, baik bagi kaum muda, aktivis adat, hingga pegiat hukum.
Coffee 88 juga dilengkapi fasilitas hiburan seperti sound system, organ tunggal, serta layar LED/LCD yang dapat digunakan untuk rapat maupun acara resmi. Aneka makanan ringan dan minuman khas turut menjadi daya tarik bagi pengunjung. Bagi mereka yang ingin mengadakan acara ulang tahun, tersedia paket lalapan dengan harga terjangkau.
Selain mengelola Coffee 88, Nono Suyatno juga aktif dalam kegiatan perdagangan di kawasan wisata Yos Sudarso dan terdaftar sebagai anggota asosiasi kuliner. Ia pun terlibat dalam berbagai organisasi kemasyarakatan di Kalteng, termasuk di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kota Palangka Raya. (ig/rjp/tr)
- Penulis: Royke Jhony Piay

Saat ini belum ada komentar