Minggu, 1 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Pidato Gibran Pasca Dipecat PDI Perjuangan Versus Pidato Hasto Pasca Ditersangkakan oleh KPK

Pidato Gibran Pasca Dipecat PDI Perjuangan Versus Pidato Hasto Pasca Ditersangkakan oleh KPK

  • account_circle
  • calendar_month Minggu, 29 Des 2024
  • visibility 45
  • print Cetak

Gibran pasca dipecat dari PDI Perjuangan (Senin, 16 Desember 2024) memberikan pidato di acara pelantikan pengurus Pemuda Katolik (Selasa, 17 Desember 2024). Pidato yang sangat elegan. Nampaknya kejadian sehari sebelumnya tak berarti apa-apa.

TENANG dan jernih pikirannya. Tidak frustrasi sama sekali, bahkan dia bercanda dengan serius, ya bercanda dengan serius. Tidak tendensius dan menyalahkan siapa-siapa, tidak mencari kambing hitam atau menghitamkan kambing tetangga yang sedang tenang merumput.

Gibran bilang, “Assalamu’alaikum… (dan seterusnya…)”, menyapa tamu-tamu terhormat, terutama Ketua KWI Monsignor Antonius Subianto Bunjamin, sambil mesem-mesem serius (khas Gibran), “…jadi sebenarnya Mas Gusma ini senasib dengan saya, baru saja dikeluarkan dari partai (terdengar tawa hadirin yang berderai keras, namun Gibran tetap mesem-mesem serius), tapi bapak ibu, saya ingatkan juga Pak Ketua, sekali lagi, yang namanya perbedaan itu hal yang biasa.”

Sementara itu Ketua Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma memang sejak kampanye Prabowo-Gibran sudah mengundurkan diri dari PDI Perjuangan. Gusma pernah bilang, “Saya berkeyakinan dan mengikuti kata hati saya soal sikap politik ini. Pak Jokowi sosok pemimpin yang dicintai rakyatnya. Approval ratingnya sangat tinggi. Pilihan politik saya saat ini senafas dengan mayoritas rakyat yang puas terhadap pemerintahan Jokowi.” (CNBC Indonesia, 27 Januari 2024)

Lanjut Gibran dalam pidatonya, “Perbedaan itu yang mewarnai demokrasi kita. Jadi saya tadi senang sekali Pak Ketua ber-statement akan merangkul, akan mengajak semua pemuda-pemuda yang ada di Indonesia ini apa pun background-nya, apa pun afiliasi politiknya. Dan yang namanya pemuda itu memang harus berani merangkul semua.”

Dan ini pesan pentingnya, “Saya senang sekali karena teman-teman Pemuda Katolik ini berkomitmen untuk menjaga, mengawal dan juga bersinergi dengan visi misi dan program dari bapak presiden kita Bapak Presiden Prabowo Subianto.(Kompas TV, 17 Desember 2024)

Pembawaan Gibran yang rileks dan santai memang terlihat kontras dengan para politisi (yang katanya kawakan) dari partai yang memecatnya. Bermuka tegang dan berwajah masam sambil terus berseru-seru soal parcok, bansos, pengkhianat dan perusak demokrasi.

Sekarang mereka sedang sibuk mem-framing publik bahwa Hasto-lah yang sedang dikriminalisasi dan sebagainya. Padahal Ketua KPK sudah menyampaikan dalam keterangan persnya bahwa Hasto ditersangkakan karena diduga terlibat dalam penyuapan (dalam definisi KPK ini termasuk tindak pidana korupsi) dan terlibat juga dalam upaya perintangan penyidikan. Bahkan oleh beberapa media disebut sebagai master-mind alias otak dari tindak kaburnya Harun Masiku.

Sehingga kalau para sekondannya Hasto mau berargumentasi di depan publik ya fokus saja terhadap dua hal ini. Kasus penyuapan dan soal perintangan penyidikan, tidak usah repot-repot bersilat lidah kesana-kemari. Apa sanggahannya yang rasional soal penyuapan (katanya duitnya dari Hasto) dan perintangan penyidikan (Hasto yang suruh kabur).

Tambah lagi Hasto bikin video pasca jadi tersangka. Isi video itu benar-benar menggelikan. Betapa tidak, Hasto berusaha menyandingkan peristiwa pemenjaraan Bung Karno adalah sama dengan dirinya yang sedang ditersangkakan oleh KPK.

Seolah-olah sama-sama jadi korban. Padahal Hasto jadi tersangka kasus korupsi (penyuapan) dan perintangan penyidikan (obstruction of justice). Sedangkan Bung Karno dipenjarakan oleh penjajah kolonialisme lantaran memperjuangkan kemerdekaan bangsanya. Dua motif yang berbeda.

Beda jauh, jaraknya seperti bumi dan langit. Seperti membandingkan rajawali yang gagah terbang di angkasa menyongsong angin yang bertiup kencang, dibandingkan dengan tikus got yang sedang gemetaran di comberan korupsi dan konspirasi perintangan penyidikan.

Bukankah Hasto sedang diminta pertanggungjawabannya di muka hukum gegara kasus Harun Masiku. Ini kasus malpraktek politik di pemilu 2019 lalu.

Hasto telah mengkhianati demokrasi karena merampas hak dari kadernya sendiri (Riezky Aprilia) untuk dihibahkan kepada Harun Masiku. Ada praktek suap disitu dan juga tindakan perintangan penyidikan. Sama sekali tidak ada kesan heroiknya, yang ada nuansa hipokrit tingkat sempurna.

Kenapa mesti dihibahkan buat Harun Masiku? Tidak pernah jelas alasannya. Apa salah Riezky Aprilia sehingga mesti di PAW-kan? Juga tidak pernah dijelaskan. Hanya yang selalu terdengar adalah: ini urusan internal partai dan ini sudah sesuai dengan fatwa Mahkamah Agung.

Suara dari ribuan rakyat pemilih di Sumatera Selatan yang diberikan secara langsung, umum, bebas dan rahasia dimana hasilnya telah diumumkan secara terbuka kepada publik hendak dialihkan kepada pihak yang jadi pilihan petinggi partai. Ini jelas favoritisme, dan pengkhianatan pada demokrasi dan etika politik itu sendiri.

Riwayat Bung Karno ditulis oleh Cindy Adams, dan buku biografi itu dibawa-bawa oleh Hasto saat memberikan keterangan lewat rekaman video. Ia ingin nasibnya diasosiasikan dengan yang tertulis di buku itu.

Bung Karno jelas berdiri di pihak rakyat, membela kehendak rakyat Indonesia yang ingin merdeka, terbebas dari penjajahan dan penindasan. Sedangkan Hasto, apa yang sedang diperjuangkannya? Bukankah cuma kepentingan Harun Masiku untuk jadi anggota DPR? Atau ada kepentingan lain?

Ia mengaku telah mengritisi tentang bagaimana demokrasi harus ditegakkan, bagaimana suara rakyat tidak bisa dikebiri, bagaimana negara hukum tidak bisa dimatikan, dan bagaimana watak kekuasaan yang otoriter, yang menindas rakyatnya sendiri harus dihentikan. Dan Hasto sudah memahami risiko-risikonya dari kelakuannya.

Maksudnya mungkin ingin menyasar Jokowi. Padahal Jokowi sedang menikmati masa pensiunnya dengan damai dan berbahagia bersama cucu-cucu tercintanya. Ini pelampiasan dendam kesumat yang salah sasaran, jadi ngawur gegara gelap mata serta buta hati.

Karena sesungguhnya Hasto sedang memaparkan kelakuannya sendiri terhadap kader-kader partainya. Disadari atau tidak disadari. Ia justru memaparkan tentang bagaimana demokrasi harus ditegakkan, bagaimana suara rakyat tidak bisa dikebiri, bagaimana negara hukum tidak bisa dimatikan, dan bagaimana watak kekuasaan yang otoriter dan menindas kadernya sendiri harus dihentikan.

Bukankah itu semua hal yang dilakukan Hasto terhadap kadernya (salah satunya Riezky Aprilia, kabarnya ada banyak lainnya) hanya saja mereka memilih untuk pasrah dan tutup mulut. Ngeri, takut diseruduk kekuatan otoriter partai. (**)

Jakarta, Minggu 29 Desember 2024
Andre Vincent Wenas, MM, MBA | Pemerhati Ekonomi dan Politik | Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis PERSPEKTIF (LKSP)

  • Penulis:

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KIPP Jakarta Laporkan Hasil Temuan Ke Bawaslu DKI, Soal Stiker Coklit Tidak Ada Tanggal Pelaksanaan Pada Pilkada Jakarta!

    KIPP Jakarta Laporkan Hasil Temuan Ke Bawaslu DKI, Soal Stiker Coklit Tidak Ada Tanggal Pelaksanaan Pada Pilkada Jakarta!

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 43
    • 0Komentar

    HiTvBerita.COM | Jakarta – Ketua KIPP DKI Jakarta Faiz Yazid mendatangi Kantor Bawaslu DKI, guna melaporkan hasil temuan pihaknya pada Stiker Coklit yang ditempelkan Pantarlih, yang tidak mencantumkan tanggal 27 November 2024, sebagai tanggal pelaksanaan Pilkada Jakarta. Laporan KIPP tersebut diterima langsung oleh empat Anggota Bawaslu DKI Jakarta yakni, Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat, Burhanuddin, […]

  • GTI Garut dan Warga Berkolaborasi dalam Kerja Bakti: Pulihkan Rumah Bersejarah Pondok Pesantren Attawa’un

    GTI Garut dan Warga Berkolaborasi dalam Kerja Bakti: Pulihkan Rumah Bersejarah Pondok Pesantren Attawa’un

    • calendar_month Minggu, 19 Jan 2025
    • account_circle
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Ketua Yayasan Pendidikan Islam Attaawun, KH. Deden Toha, SPd. (Dok/Foto/Kang Aden) Garda Tipikor Indonesia (GTI) Kabupaten Garut bersama warga masyarakat Kampung Pasir Kawao, Desa Sukaresmi, hari Minggu (19/1), menggelar kerja bakti untuk memulihkan rumah bersejarah Pondok Pesantren Attawa’un. Diketahui bahwa rumah tersebut merupakan tempat lahirnya ulama dan Kyai serta sekaligus sebagai kediamannya KH Muhamad Toha, […]

  • Cegah Peredaran Narkotika, BNNK TapSel Tandatangani MoU dengan Ormas PBB TapTeng

    Cegah Peredaran Narkotika, BNNK TapSel Tandatangani MoU dengan Ormas PBB TapTeng

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    “Raffa Christ Manalu” Badan Narkotika Nasional Tapanuli Selatan (BNN TapSel) bersama Organisasi Masyarakat Pemuda Batak Bersatu (Ormas PBB) Dewan Pimpinan Cabang Tapanuli Tengah (DPC TapTeng) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU), tentang peran aktif ormas dalam program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). HITVBERITA.COM | Padang Sidempuan – Acara penandatanganan MoU dilakukan oleh […]

  • Khoirudin: Peran Ormas Penting Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Jakarta

    Khoirudin: Peran Ormas Penting Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Jakarta

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle S. Erfan Nurali
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin menegaskan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam menjaga ketertiban, keamanan, serta kenyamanan ibu kota. JAKARTA | HITV — Penegasan itu disampaikan Khoirudin saat menerima silaturahmi dan audiensi Forum Lintas Ormas (FLO) DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (14/1/2026). Menurut Khoirudin, berbagai ormas di […]

  • Kejari Barru Musnahkan 30 Kg Narkotika

    Kejari Barru Musnahkan 30 Kg Narkotika

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Penulis: Syamsu Marlin Pemerintah Kabupaten Barru bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menunjukkan komitmen menegakkan supremasi hukum sekaligus menjaga keamanan masyarakat. HITVBERITA.COM | Barru – Hal ini ditandai dengan pelaksanaan pemusnahan barang bukti berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht), di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Barru, Kamis (28/8/2025). Salah satu barang bukti yang […]

expand_less