Prabowo Paparkan Manfaat AI untuk Atasi Kemiskinan dan Capai Swasembada Pangan
- account_circle Tata Rusmanto
- calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
- visibility 65
- print Cetak

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi canggih akan menjadi kunci percepatan pengentasan kemiskinan serta penguatan ketahanan pangan nasional. (foto: Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/ Muchlis Jr.)
HITVBERITA.COM | Gyeongju – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi canggih akan menjadi kunci bagi Indonesia dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan memperkuat ketahanan pangan. Pernyataan ini disampaikan Presiden Prabowo dalam sesi kedua pertemuan APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM) yang berlangsung di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Republik Korea, pada Sabtu (1/11/2025).
“Sebagaimana kita ketahui, kita tengah memasuki era baru yang ditandai oleh kemajuan pesat dalam teknologi, terutama dalam bidang kecerdasan buatan (AI). Kita juga harus siap menghadapi tantangan yang muncul akibat perubahan demografi,” ujar Prabowo.
Dalam konteks Indonesia, Presiden Prabowo menekankan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mengatasi masalah kemiskinan dan kelaparan dengan tindakan yang cepat dan terarah. Menurut Presiden, kedua isu tersebut merupakan tantangan paling mendesak dalam pembangunan nasional.
“Oleh karena itu, mengatasi kemiskinan dan kelaparan menjadi prioritas utama Indonesia, dan ini kami tekankan terus kepada para mitra ekonomi kami. Kami berfokus penuh pada upaya ini dan yakin bahwa kecerdasan buatan dapat memberikan dampak besar bagi negara kami,” imbuhnya.
Selain itu, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia kini mulai merasakan manfaat nyata dari penerapan AI di sektor pertanian. Teknologi canggih telah memungkinkan peningkatan produktivitas pangan, yang mendukung Indonesia dalam mencapai swasembada beras dan jagung.
“Kami sudah mengimplementasikan AI dalam pertanian untuk mengembangkan teknik pertanian presisi yang lebih efisien. Hasilnya, kami berhasil mencapai swasembada beras dan jagung. Target awal kami adalah mencapainya dalam empat tahun, namun dengan teknologi tinggi, pertanian presisi, dan AI, kami mampu melebihi target tersebut dan mencatatkan produksi pangan yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia pasca-kemerdekaan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyoroti perlunya kerjasama internasional untuk menangani kejahatan lintas batas, seperti penyelundupan, korupsi, perdagangan narkotika, dan perjudian daring yang merugikan perekonomian.
“Diperkirakan Indonesia kehilangan sekitar 8 miliar dolar AS setiap tahun akibat aliran dana ilegal yang berasal dari perjudian daring,” ungkapnya.
Selain itu, Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan pendidikan dan keterampilan digital masyarakat Indonesia.
“Kami bertekad untuk berpartisipasi dalam setiap inisiatif APEC yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas di bidang teknologi dan pendidikan. Kami juga berfokus pada pemberdayaan usaha kecil dan penguatan sistem kesehatan untuk menghadapi tantangan demografi,” ujar Presiden.
Sebagai penutup, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa penguasaan teknologi merupakan kunci untuk kemajuan bangsa, yang hanya dapat tercapai melalui kerjasama yang erat di kawasan Asia-Pasifik.
“Saya yakin, inilah jalan yang harus kita tempuh. Kita harus memastikan kendali atas masa depan teknologi kita, dan saya percaya bahwa melalui kerjasama dalam APEC, kita dapat mewujudkan tujuan tersebut,” tutup Presiden Prabowo.
- Penulis: Tata Rusmanto

Saat ini belum ada komentar