Produksi Sampah Capai 200 Ton Sehari, Purwakarta Benahi Pengelolaan dari Hulu
- account_circle Raffa Christ Manalu
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Asda Purwakarta Agung Darwis Suriaatmadja mendorong pemilahan sampah sejak dari rumah untuk mengurangi beban pengelolaan sekaligus mengoptimalkan nilai ekonomi sampah. (Dok/HITV)
Pemerintah Kabupaten Purwakarta , mendorong perubahan pola pengelolaan sampah dengan menempatkan pemilahan sejak dari sumber sebagai bagian penting dari sistem pengelolaan lingkungan.
PURWAKARTA, HITV — Selain menjaga kebersihan, sampah yang dikelola secara tepat dinilai memiliki nilai ekonomi dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Purwakarta, Agung Darwis Suriaatmadja, mengatakan persoalan sampah tidak cukup diselesaikan hanya dengan mengangkut dan membuangnya ke tempat pembuangan akhir (TPA). Diperlukan sistem yang terintegrasi mulai dari rumah tangga hingga tingkat kabupaten.
Hal itu disampaikan Agung saat membuka Sosialisasi Awal Tingkat Kabupaten untuk Pendampingan Pembentukan/Penguatan Organisasi Tata Kelola Layanan Pengumpulan Sampah Secara Terpilah Tingkat Kelurahan/Desa di Prime Plaza Hotel Kota Bukit Indah Purwakarta, Selasa (15/9/2026).
Menurut Agung, Purwakarta saat ini menghasilkan hampir 200 ton sampah per hari dari 11 kecamatan. Namun, produksi sampah tersebut belum seluruhnya mendapatkan layanan pengelolaan.
“Kabupaten Purwakarta memproduksi hampir 200 ton sampah per hari dari 11 kecamatan dan belum seluruhnya terlayani. Karena itu, perlu pembangunan sistem pengelolaan sampah yang komprehensif dengan pemilahan sejak dari rumah hingga di TPA,” kata Agung.
Ia menilai pemilahan sampah dari sumber menjadi langkah strategis karena dapat mengurangi beban pengelolaan di tingkat akhir sekaligus membuka peluang pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.
Karena itu, kata Agung, penguatan tata kelola layanan pengumpulan sampah terpilah perlu dibangun mulai dari tingkat desa dan kelurahan. Upaya tersebut juga harus dibarengi dengan perubahan perilaku masyarakat agar pengelolaan sampah tidak berhenti pada persoalan teknis, tetapi berkembang menjadi kebiasaan dan budaya bersama.
“Yang perlu dibangun bukan hanya sistemnya, tetapi juga karakter dan budaya masyarakat dalam mengelola sampah,” ujarnya.
Sosialisasi tersebut juga diharapkan dapat menyamakan persepsi para pemangku kepentingan mengenai pengembangan sistem pengelolaan sampah terpilah, mulai dari tingkat desa/kelurahan hingga pemerintah kabupaten.
Kegiatan itu dihadiri perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, Kepala Baperida, Kepala UPTD, Ketua CPMU ISWMP, Tim NPMC, para konsultan, camat, kepala desa, serta perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
Penguatan sistem tersebut diharapkan tidak hanya membuat lingkungan Purwakarta lebih bersih, tetapi juga mendorong sampah yang selama ini dipandang sebagai persoalan menjadi sumber daya yang dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. (*/)
Editor: AYS
Sumber: HITV Purwakarta
- Penulis: Raffa Christ Manalu





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.