Mafia Migas Karimun (Bag.1): ~ “Laut yang Tak Pernah Tidur”
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

Dugaan kuat, bahan bakar bersubsidi dialihkan secara ilegal dari kapal ke kapal di tengah laut—tanpa izin, tanpa dokumen resmi. (Foto/Tim/Investigasi)
Oleh: Tim Investigasi
Gelapnya bisnis migas ilegal yang menjalar di perairan Karimun, di bawah tatapan hukum yang seolah berpaling.
HITVBERITA.COM | Karimun – Gelombang penyelundupan migas di perairan Tanjung Balai Karimun kian menggila. Wilayah yang seharusnya dijaga ketat oleh aparat justru berubah menjadi ladang empuk bisnis ilegal yang menggurita.
Dan, nama AY dan JO pun makin mencuat sebagai dua sosok yang disebut-sebut mengendalikan jaringan besar ini—dua nama yang di lapangan dianggap “tak tersentuh hukum”.
“Aparat tahu, tapi diam. Semua seolah sudah diatur dan dikondisikan,” ungkap seorang sumber pelayaran kepada HITVBerita.com, Kamis, 30 Oktober 2025.
Dugaan kuat, bahan bakar bersubsidi dialihkan secara ilegal dari kapal ke kapal di tengah laut—tanpa izin, tanpa dokumen resmi.
Transaksi gelap itu diyakini berjalan dengan restu oknum tertentu, yang memperoleh setoran rutin di balik layar.
Cecep Cahyana, pemerhati energi dan kelautan, menyebut praktik ini bukan pelanggaran administratif semata.
“Ini tindak pidana berat, melanggar UU Migas dan berpotensi termasuk pencucian uang,” tegasnya
Namun hingga kini, tak satu pun penindakan tegas dilakukan.

Cecep Cahyana
Aroma “main mata” dan dugaan gratifikasi tercium kuat di balik kelumpuhan aparat membongkar sindikat ini.
Pertanyaannya: apakah hukum benar-benar mati di Karimun?
Atau, seperti yang dikatakan warga, “Uang sudah membungkam semua suara keadilan.”
Catatan Redaksi:
Liputan ini membuka tirai awal dari praktik penyelundupan migas di Karimun. Tim investigasi HITVBerita.com akan menelusuri lebih dalam jejaring uang dan peran oknum berseragam dalam laporan berikutnya berjudul “Uang di Balik Seragam”
(Tim/Investigasi)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar