Minggu, 19 Apr 2026
light_mode

Spirit Maulid Nabi Muhammad SAW: Inspirasi Merawat Indonesia Bermartabat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
  • print Cetak

Oleh: Kamaruddin Hasan

Hari ini, Jumat 12 Rabiul Awal 1447 H., bertepatan dengan 5 September 2025, umat Islam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Setiap tahun, momen ini menjadi pengingat akan lahirnya seorang manusia agung yang membawa perubahan besar bagi peradaban dunia.

Namun, Maulid bukan sekadar acara seremonial dengan lantunan shalawat dan hiasan lampu. Lebih dari itu, ia adalah momentum untuk meneladani kepemimpinan Rasulullah dalam menghadapi tantangan kehidupan, termasuk tantangan kebangsaan yang kini kita hadapi bersama di Indonesia.

Allah SWT berfirman: “Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu teladan yang baik bagimu, bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan (kedatangan) hari kiamat, serta yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)

Keteladanan Rasulullah dan Kondisi Indonesia

Bangsa kita tengah diuji dengan banyak persoalan: politik yang penuh intrik, ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, serta polarisasi sosial yang mudah tersulut oleh perbedaan. Dalam suasana seperti ini, kepemimpinan Nabi Muhammad SAW memberi inspirasi yang relevan.

Pertama, Akhlak sebagai Pondasi
Rasulullah menegaskan misinya:
“Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad).
Politik dan kepemimpinan tanpa akhlak hanya akan melahirkan pertengkaran. Sebaliknya, bila akhlak ditempatkan sebagai fondasi, bangsa ini akan menemukan kedamaian dan jalan keluar dari setiap krisis.

Kedua, Keadilan Sosial
Di Madinah, Rasulullah memimpin dengan prinsip keadilan yang merangkul semua golongan. Piagam Madinah menjadi bukti nyata bahwa perbedaan bukan penghalang persatuan, melainkan kekuatan bila diikat dengan rasa keadilan. Inilah yang patut ditiru Indonesia sebagai bangsa majemuk.

Ketiga, Kasih Sayang sebagai Prinsip Kepemimpinan
Al-Qur’an menegaskan: “Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya: 107)
Kepemimpinan Rasulullah berlandaskan kasih sayang universal. Pemimpin bangsa yang meneladani beliau akan selalu menempatkan rakyat kecil sebagai prioritas dan menjaga harmoni sosial sebagai tujuan utama.

Refleksi Maulid untuk Bangsa
Maulid seharusnya tidak berhenti pada perayaan, tetapi menjadi energi moral untuk memperkuat persatuan bangsa. Dengan meneladani akhlak, keadilan, dan kasih sayang Rasulullah, Indonesia akan lebih kokoh menghadapi guncangan politik, ekonomi, maupun sosial.

Mari kita jadikan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H ini sebagai momentum kebangkitan moral dan kebangsaan. Meneladani beliau berarti menghadirkan kepemimpinan yang mempersatukan, membangun, dan membawa rahmat bagi semua.

Karena pada akhirnya, cahaya Maulid bukan hanya menyinari masjid dan majelis, tetapi juga harus mampu menerangi jalan bangsa menuju masa depan yang berkeadaban.
———
(Penulis: Dewan Pakar KAHMI Sulsel dan Ketua Harian ICMI Barru.)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Libur Nataru 2025, Polres Kebumen Intensifkan Patroli di Gereja, Perbankan, dan Pusat Keramaian

    Libur Nataru 2025, Polres Kebumen Intensifkan Patroli di Gereja, Perbankan, dan Pusat Keramaian

    • 0Komentar

    KEBUMEN | HITV – Menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 yang bertepatan dengan libur sekolah, Polres Kebumen meningkatkan patroli keamanan di sejumlah titik strategis guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Patroli Nataru ini dilaksanakan oleh Satuan Samapta Polres Kebumen dengan sasaran tempat ibadah, perbankan, pusat perbelanjaan, pusat kuliner, hingga pos pengamanan […]

  • Wisdom Of Happiness 2025 𝚆𝚊𝚝𝚌𝚑 Online To𝚛rent

    Wisdom Of Happiness 2025 𝚆𝚊𝚝𝚌𝚑 Online To𝚛rent

    • 0Komentar

    ZIP password is: 123 ➡ DOWNLOAD FILE Wisdom of Happiness: Directed by Philip Delaquis, Barbara Miller. With The Dalai Lama. Dalai Lama, talks directly to camera about inner peace, happiness, and potential for peaceful, happy 21st century. Wisdom of Happiness 2025 cult following To𝚛rent Wisdom of Happiness 2025 family-friendly movies To𝚛rent Wisdom of Happiness 2025 […]

  • Suara Indonesia Menggema di Sidang PBB

    Suara Indonesia Menggema di Sidang PBB

    • 0Komentar

    Penulis: Tata Rusmanto Ruang sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (23/9/2025), mendadak hening saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berdiri di podium. Dengan suara tegas dan intonasi penuh penekanan, ia menyampaikan pesan yang langsung menyentuh inti: “Indonesia tahu arti perjuangan melawan penjajahan. Kami berdiri bersama rakyat Palestina.” HITVBERITA.COM |New York — Tepuk tangan panjang […]

  • Bangun Silaturahmi, Kajari Purwakarta Gelar Coffee Morning Bersama LSM dan Organisasi Pers

    Bangun Silaturahmi, Kajari Purwakarta Gelar Coffee Morning Bersama LSM dan Organisasi Pers

    • 0Komentar

    Purwakarta | Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwakarta, Martha Parulina Berliana menggelar acara coffee morning bersama Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Wartawan se-Purwakarta. Hal tersebut di sampaikan Kasi Intel Kejaksaan Purwakarta, Febrianto Ary Kustiawan kepada awak media di kantor Kejari Purwakarta, pada Selasa, 25 Juli 2024. Ia menjelaskan, dalam acara coffee morning yang digelar […]

  • Akhirnya RUU Pilkada Batal Disahkan DPR, Dasco: Pembatalan Tersebut Tidak Berhubungan Dengan Demonstrasi!

    Akhirnya RUU Pilkada Batal Disahkan DPR, Dasco: Pembatalan Tersebut Tidak Berhubungan Dengan Demonstrasi!

    • 0Komentar

    Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat sampaikan alasan DPR RI batal mengesahkan RUU Pilkada pada Kamis, 22 Agustus 2024. (dok/foto/AB) HiTvBerita.COM | Jakarta – Dalam keterangan pers yang disampaikan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad di kompleks parlemen Senayan, Jakarta pada Kamis malam, 22 Agustus 2024. Dasco menegaskan yang menjadi alasan DPR […]

expand_less