Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Luka di Bumi Pertiwi: Ketika Kekayaan Alam Tak Lagi Jadi Berkah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
  • print Cetak

Oleh: Mayjen TNI (Purn) Asep Kuswani, SH, MSi, (Han)

 

TANAH air ini tengah meringis. Bukan karena gempa bumi atau letusan gunung berapi, tetapi karena luka yang digores oleh tangan-tangan kekuasaan yang rakus. Di balik pemandangan hijau hutan tropis dan birunya samudra, Indonesia tengah menyimpan kepedihan yang dalam—dikeruk, dikuras, dan ditinggalkan menganga oleh segelintir orang yang memegang kuasa atas nama investasi dan pembangunan.

Di Kalimantan Timur, lubang-lubang bekas tambang batubara tampak seperti danau buatan. Namun di balik kejernihan air yang semu itu, tersimpan cerita pilu: anak-anak yang tenggelam saat bermain, tanah yang tak lagi subur, udara yang berat karena debu. Menurut Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), ada lebih dari 1.700 lubang tambang di provinsi itu saja, sebagian besar dibiarkan begitu saja tanpa reklamasi.

Fenomena itu bukanlah cerita tunggal. Data JATAM mencatat lebih dari 8.500 izin usaha pertambangan aktif di seluruh Indonesia, dengan sebagian besar konsesi berada di tangan korporasi besar yang punya akses dekat ke pusat kekuasaan. Dari Sumatera hingga Papua, praktik serupa berlangsung dalam skala masif: eksploitasi atas nama pertumbuhan ekonomi, yang sering kali meninggalkan kerusakan dan ketidakadilan.

Di sisi lain, laut yang membentang luas dari Sabang hingga Merauke, kini juga menyimpan kegelisahan. Penangkapan ikan skala industri oleh kapal-kapal besar telah menyingkirkan nelayan tradisional dari ruang hidupnya. Sumber daya perikanan yang dahulu melimpah, kini menyusut drastis. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebutkan penurunan tajam stok ikan di sejumlah wilayah, akibat eksploitasi yang tak terkendali.

TAK Cukup sampai di laut dan tambang, kerusakan juga menjalar ke rimba raya Indonesia. Menurut Global Forest Watch, Indonesia kehilangan lebih dari 10 juta hektare tutupan hutan primer selama dua dekade terakhir. Di balik statistik itu, ada masyarakat adat yang tercerabut dari tanah ulayatnya, budaya yang memudar, dan masa depan yang tercerai.

“Ini bukan hanya soal lingkungan,” ujar seorang warga adat di pedalaman Kalimantan, “tetapi soal kami, yang kehilangan rumah, identitas, dan harapan.”

Kerusakan alam yang masif itu berjalan seiring dengan memburuknya ketimpangan ekonomi. Laporan Oxfam Indonesia mengungkap fakta mencengangkan: empat orang terkaya di negeri ini memiliki kekayaan yang setara dengan 100 juta warga termiskin. Ketika sebagian besar rakyat berjuang memenuhi kebutuhan dasar, segelintir elit justru semakin menguatkan cengkeramannya atas tambang, lahan, dan anggaran.

DI BALIK parade pembangunan dan jargon kesejahteraan, rakyat kerap hanya jadi penonton. Program-program yang digadang-gadang di atas panggung kebijakan sering kali tak menyentuh kebutuhan nyata di akar rumput. Yang menikmati hasil kekayaan alam bukan mereka yang tinggal di sekitarnya, melainkan mereka yang memiliki koneksi, modal, dan pengaruh.

Lantas, di mana letak keadilan itu?

INDONESIA membutuhkan perubahan yang sistemik dan berani. Hukum harus tegak, bukan hanya kepada rakyat kecil, tetapi juga kepada korporasi besar dan para elite yang menyalahgunakan wewenang. Transparansi dalam pengelolaan sumber daya alam mutlak diperlukan. Siapa yang mengelola tambang, siapa yang mendapatkan keuntungan, dan siapa yang menanggung akibat—semua harus terang benderang.

Partisipasi publik pun harus diperkuat. Masyarakat lokal yang terdampak langsung harus dilibatkan dalam pengambilan keputusan. Inilah inti dari keadilan ekologis: suara yang paling terdampak harus didengar paling keras.

Tak kalah penting, pendidikan lingkungan harus ditanamkan sejak dini. Anak-anak harus tumbuh dengan kesadaran bahwa alam bukan hanya warisan, tetapi juga titipan. Dengan begitu, keserakahan bisa dibendung oleh kesadaran, dan kekuasaan bisa dijaga oleh tanggung jawab moral.

TANAH air ini terlalu indah untuk dibiarkan luka terus-menerus. Kita tidak ditakdirkan untuk menjadi bangsa yang meringis. Kita bisa pulih, jika bersatu dan bertindak. Jika para pemangku kekuasaan bersedia melihat ke bawah, dan jika rakyat terus bersuara dengan kesadaran yang terorganisir.

Mari jaga bumi pertiwi, bukan untuk segelintir orang yang rakus, tetapi untuk seluruh anak negeri. Untuk langit yang tetap biru, laut yang tetap jernih, dan hutan yang tetap rimbun. Sebab, masa depan Indonesia ada di tangan kita semua. (*/*)

Rancaekek, 17 Juni 2025
Penulis adalah Anggota Dewan Pini Sepuh / Karamaan /Gunung Pananggeuhan Majelis Musyawarah Sunda (MMS) | Ketua Dewan Pembina (KDP) Paguyuban Asep Dunia (PAD) | Dewan Pembina Asosiasi Media Independen Online (MIO) Indonesia | Founder portal berita AsepNews.id

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Momentum Ramadan, FLO Jakarta Utara Pererat Silaturahmi Lewat Santunan Sosial

    Momentum Ramadan, FLO Jakarta Utara Pererat Silaturahmi Lewat Santunan Sosial

    • 0Komentar

    Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut Ramadan 1447 Hijriah sekaligus mempererat silaturahmi lintas organisasi dan meningkatkan kepedulian sosial di Jakarta Utara. JAKARTA UTARA | HITV – Forum Lintas Ormas (FLO) Jakarta Utara menggelar santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Balai Yos Sudarso Lantai 3, Kantor Wali […]

  • Polres Purwakarta Ungkap 10 Kasus Narkoba dalam Sepekan, Pelaku dari Beragam Profesi

    Polres Purwakarta Ungkap 10 Kasus Narkoba dalam Sepekan, Pelaku dari Beragam Profesi

    • 1Komentar

    Para pelaku saat diperiksa petugas Satres Narkoba Polres Purwakarta. (Dok/Foto/Raffa) Sepuluh kasus peredaran gelap narkotika berhasil diungkap jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Purwakarta, Polda Jawa Barat, sepanjang awal Mei 2025. HITVBERITA.COM | Purwakarta— Dari pengungkapan kasus peredaran gelap narkoba tersebut, polisi mengamankan sepuluh tersangka yang terlibat dalam jaringan peredaran narkotika jenis sabu, ganja, […]

  • Kedapatan Bawa Sabu 5 Kilogram, Niko Sekew Diamankan Ditresnarkoba Polda Babel Di Pelabuhan Pangkalbalam

    Kedapatan Bawa Sabu 5 Kilogram, Niko Sekew Diamankan Ditresnarkoba Polda Babel Di Pelabuhan Pangkalbalam

    • 1Komentar

    Hitvberita.com Babel – Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda Bangka Belitung berhasil mengamankan satu orang pelaku kasus peredaran narkoba jenis sabu, Minggu (20/4/25) malam. Pelaku bersama barang bukti sabu berhasil diamankan di Pelabuhan Pangkalbalam Pangkalpinang. Demikian hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Babel Kombes Pol Fauzan Sukmawansyah, Selasa (22/4/25) pagi. “Benar, Minggu malam Ditresnarkoba telah mengamankan […]

  • Perkuat Sinergi, PWI Purwakarta Jalin Silaturahmi dengan Kejari

    Perkuat Sinergi, PWI Purwakarta Jalin Silaturahmi dengan Kejari

    • 0Komentar

    Kajari Purwakarta foto bersama dengan Pengurus dan Anggota PWI Purwakarta. (Dok/Foto/Raffa) Reporter: Raffa Christ Manalu    Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Purwakarta melakukan kunjungan silaturahmi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, Kamis (5/6/2025). Rombongan diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta, DR Martha Parulina Berliana, SH., MH., didampingi Kepala Seksi Intelijen, Febrianto Ari Kustiawan, SH., […]

  • Polda Babel Hadirkan Gerakan Pangan Murah Di Kelurahan Dul, 2 Ton Beras Ludes Terjual Diserbu Warga

    Polda Babel Hadirkan Gerakan Pangan Murah Di Kelurahan Dul, 2 Ton Beras Ludes Terjual Diserbu Warga

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | BABEL – Polda Bangka Belitung menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kelurahan Dul Kecamatan Pangkalan Baru Kabupaten Bangka Tengah, Senin (11/8/25). Total ada sebanyak 2 ton beras yang disiapkan Polda Babel untuk masyarakat di Kelurahan Dul ludes terjual. “Alhamdulillah, kurang dari satu jam kita buka pangan murah buat masyarakat Kampung Dul hari ini, […]

  • Paguyuban Pewarta Film Indonesia (PPFI) Terbentuk

    Paguyuban Pewarta Film Indonesia (PPFI) Terbentuk

    • 0Komentar

    Paguyuban Pewarta Film Indonesia (PPFI) secara resmi terbentuk pada hari ini, Sabtu 28 Desember 2024 bertempat di Sekretariat PPFI di Kp. Kali Gendong Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing Jakarta Utara. Hadir dalam pembentukan pengurus paguyuban tersebut beberapa pewarta dari berbagai perusahaan media berbasis online. HITVBERITA.COM | JAKARTA – Pembentukan PPFI ini diinisiasi oleh lima orang wartawan […]

expand_less