Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Ketika Amarah Menjadi Bahasa Publik: Saatnya Menahan Diri dan Bermuhasabah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
  • print Cetak

Oleh: Kamaruddin Hasan

Beberapa hari terakhir bangsa ini diguncang rentetan peristiwa, meninggalnya seorang driver ojek online, aksi pembakaran gedung DPRD di Makassar, hingga demonstrasi serentak di berbagai daerah.

Peristiwa yang mencerminkan ledakan amarah publik yang tidak lahir dari ruang kosong, melainkan akumulasi kekecewaan, ketidakadilan, dan kegelisahan sosial yang lama dipendam.

Namun, amarah yang diekspresikan secara destruktif sering kali justru melukai kita sendiri sebagai bangsa. Gedung yang terbakar, fasilitas yang rusak, hingga nyawa yang terenggut, semuanya adalah kerugian bersama. Karena itu, momentum ini seharusnya tidak berhenti pada luapan emosi, melainkan menjadi ruang muhasabah dan refleksi nasional.

Membaca Amarah dengan Kearifan
Dalam kehidupan bermasyarakat, amarah adalah bagian dari dinamika manusiawi. Tetapi, ketika ia mewujud dalam bentuk kolektif yang merusak, maka amarah kehilangan makna keadilannya.

Apa yang seharusnya menjadi aspirasi berubah menjadi anarki. Inilah saatnya kita menyadari bahwa amarah bukan satu-satunya bahasa publik. Ia harus diubah menjadi dialog, musyawarah, dan tindakan konstruktif.

Peran Pendidikan dan Kebersamaan
Pendidikan seharusnya melatih kemampuan mengelola emosi, membangun empati, dan menyalurkan kritik dengan cara yang sehat. Namun realitasnya, pendidikan kita lebih banyak menekankan aspek kognitif, sementara pendidikan emosi dan sosial masih terabaikan. Akibatnya, masyarakat mudah terjebak dalam ekspresi kemarahan yang spontan dan destruktif.

Momentum ini dapat menjadi pengingat bahwa sekolah, keluarga, dan ruang publik harus menjadi arena pembelajaran kebersamaan. Kita perlu membangun literasi emosi dan literasi sosial, agar protes tidak berakhir pada kerusakan, melainkan melahirkan kesadaran.

Saatnya Muhasabah Kolektif
Peristiwa ini bukan hanya soal keamanan, tetapi juga ajakan untuk bermuhasabah. Pemerintah perlu meninjau kembali sejauh mana keadilan ditegakkan. Lembaga politik perlu bercermin apakah mereka benar-benar mewakili rakyat. Masyarakat pun perlu bertanya pada diri sendiri: apakah amarah yang kita ekspresikan benar-benar menyelesaikan masalah, atau justru memperburuk keadaan?

Muhasabah mengajarkan kita untuk tidak hanya menyalahkan, melainkan juga memperbaiki. Dengan muhasabah, kita belajar menahan diri, bersabar, dan menyalurkan aspirasi dengan cara yang lebih bermartabat.

Dari Amarah ke Harapan
Bangsa ini tidak boleh terjebak dalam lingkaran amarah yang berulang. Kita harus berani mengubah amarah menjadi energi perubahan positif: melalui kesabaran, dialog, pendidikan karakter, dan empati sosial.

Bangsa yang besar bukanlah bangsa tanpa amarah, melainkan bangsa yang mampu mengelola amarah dengan bijak. Semoga peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih menahan diri, lebih peduli, dan lebih berlapang dada, agar ruang publik kita dipenuhi cahaya persaudaraan, bukan api kemarahan.

(Guru Besar Ilmu Pendidikan dan keguruan UNM serta Rektor Institut Teknologi, Bisnis, dan Administrasi Al Gazali Barru).

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuasa Hukum Ahli Waris Ajukan Kasasi ke MA, Ketua PT Palangka Raya Dilaporkan ke KY

    Kuasa Hukum Ahli Waris Ajukan Kasasi ke MA, Ketua PT Palangka Raya Dilaporkan ke KY

    • 0Komentar

    Poltak Silitonga SH, selaku kuasa hukum dari ahli waris almarhum Brata Ruswanda secara resmi telah mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung. (Dok/Foto/Kisto/Hitv)

  • Dir Lantas Polda Babel Sebut Odol Jadi Penyebab Laka Lantas, Bakal Sosialiasikan Indonesia Zero Odol 2025

    Dir Lantas Polda Babel Sebut Odol Jadi Penyebab Laka Lantas, Bakal Sosialiasikan Indonesia Zero Odol 2025

    • 0Komentar

    HiTvBerita.com | Babel – Kendaraan yang kelebihan dimensi dan muatan atau over dimension over load (ODOL) sering kali menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas di Bangka Belitung. Demikian hal ini disampaikan oleh Direktur Lalu Lintas Polda Bangka Belitung Kombes Pol Hendra Gunawan di Mapolda. “Hal lain yang penting yang harus diketahui oleh masyarakat […]

  • TTE PPPK, Tingkatkan Keamanan dan Efisiensi Administrasi di Era Digital

    TTE PPPK, Tingkatkan Keamanan dan Efisiensi Administrasi di Era Digital

    • 0Komentar

    Penulis: Raffa Christ Manalu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), telah memfasilitasi aktivasi Tanda Tangan Elektronik (TTE) bagi 4.426 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. HITVBERIRA.COM | Purwakarta – Langkah ini diambil sebagai upaya mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel, serta untuk mendorong implementasi Sistem […]

  • Ustaz Abdul Hamim: Tingkatan Keimanan Seseorang Dapat Dilihat dari 7 Aspek Ini

    Ustaz Abdul Hamim: Tingkatan Keimanan Seseorang Dapat Dilihat dari 7 Aspek Ini

    • 0Komentar

    Keimanan Seseorang Bukan Hanya Sekadar Ritual, Melainkan Dapat Diukur Melalui Beberapa Indikator Yang Mencerminkan Kedalaman Hatinya Dalam Menjalani Agama. HITVBERITA.COM | Jakarta– Hal ini disampaikan oleh Ustaz Abdul Hamim dalam tausyiahnya pada acara silaturahmi dan buka puasa bersama Paguyuban Warga O4, yang berlangsung pada Jumat, 14 Maret 2025, di kediaman Puji, Jalan Patung Johar Baru, […]

  • Bonus Demografi 2045 Terancam Oleh Stunting, Pemkab Purwakarta Lakukan Pencegahan

    Bonus Demografi 2045 Terancam Oleh Stunting, Pemkab Purwakarta Lakukan Pencegahan

    • 0Komentar

    Purwakarta | Bonus demografi yang diproyeksikan akan dinikmati Indonesia pada 2045 bisa sia-sia, bahkan menjadi beban negara, jika stunting tidak dicegah dari sekarang. Data Bank Dunia menyebutkan bahwa stunting dapat menyebabkan kerugian negara sebesar 2-3 persen dari produk domestik bruto (PDB). Stunting menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam pembangunan […]

  • Kedaulatan Ekonomi Rakyat, Jawaban atas Isu Serangan terhadap Indonesia

    Kedaulatan Ekonomi Rakyat, Jawaban atas Isu Serangan terhadap Indonesia

    • 0Komentar

    Oleh: Nandan Limakrisna TULISAN berjudul “Diserang Habis-Habisan, Indonesia Tidak Jatuh” mengajak publik melihat Indonesia sebagai bangsa yang memiliki daya tahan tinggi dalam menghadapi berbagai tekanan, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Pandangan tersebut layak diapresiasi karena mengingatkan kita bahwa Indonesia bukanlah negara yang mudah runtuh hanya oleh perubahan situasi global maupun derasnya berbagai […]

expand_less