Upaya Penyelundupan Sembako dan Frozen Food Digagalkan di Batam
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
- visibility 44
- comment 0 komentar
- print Cetak

Aparat Amankan Tiga Kapal, Tiga Truk, dan Puluhan Ton Barang di Pelabuhan Haji Sage, Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar. (Dok/Foto/Is/Hitv)
Penulis: Ismail Ratusimbangan
Rangkaian operasi cepat aparat TNI pada Senin malam, 24 November 2025, menggagalkan dugaan penyelundupan berbagai komoditas pangan dan barang konsumsi di Pelabuhan Haji Sage, Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar.
HITVBERITA.COM | Batam — Penindakan yang berlangsung pukul 23.00 WIB itu menyingkap upaya pengiriman gelap puluhan ton barang menggunakan sejumlah kapal tanpa izin serta truk pengangkut yang telah disiagakan di darat.
Kronologi: Gerak Mencurigakan, Informasi Intelijen, dan Penyergapan Malam Hari
Informasi awal diperoleh Unit Intel Kodim 0316/Batam pada sore hari. Petugas menerima laporan mengenai aktivitas bongkar muat tidak wajar di dermaga kecil yang jarang digunakan untuk distribusi resmi. Laporan itu menyebut adanya tiga kapal yang bergerak tanpa manifes dan diduga membawa komoditas pangan dalam jumlah besar.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Dandim 0316/Batam Kolonel Arh Yan Eka Putra memerintahkan personel intel dan Denpom untuk melakukan pengintaian tertutup. Menjelang pukul 22.30 WIB, petugas mengamati aktivitas gelap: beberapa truk tampak masuk ke area pelabuhan tanpa pemeriksaan, sementara lampu kapal diredupkan.
Pada pukul 23.00 WIB, setelah memastikan situasi terkendali, tim gabungan yang dipimpin Kolonel Yan Eka Putra bersama Dandenpom I/6 Batam Letkol CPM Della Guslapa dan Pasiintel Kodim Mayor Inf Zulkarnaen melakukan penyergapan. ABK yang berada di kapal tak dapat menunjukkan dokumen pelayaran maupun manifes barang.
Tiga Kapal Disita, Kapten Berbeda-Beda
Dalam operasi itu, aparat mengamankan tiga kapal bertanda KM Permata Pembangunan, masing-masing dengan catatan berbeda:
1. KM Permata Pembangunan dikemudikan Agung (Selat Akar, 27 Maret 1988), beralamat di Sungai Pasir, Meral.
2. KM Permata Pembangunan RIU 09 No. 1132 GT 6 NT 2/2019, dinakhodai Muliadi (Kuala Tungkal, 13 April 1984), tinggal di Tambak Sari.
3. Satu kapal lain dengan nama panggilan “Miss”, beralamat operasional di Tanjung Sengkuang. Kapten kapal tidak berada di tempat sehingga menyulitkan pemeriksaan awal.
Ketiganya diduga beroperasi secara bersamaan untuk memindahkan barang ke truk yang sudah menunggu di darat.
Truk Sudah Disiagakan di Dermaga
Aparat menemukan tiga unit truk yang diduga dipersiapkan untuk menampung muatan:
Truk besar BP 8419 EH
Truk besar BP 9849 DE
Truk sedang BA 8302 AU
Pengemudi truk dan para buruh bongkar muat mengaku hanya mengikuti instruksi pihak tertentu, namun tidak dapat perlihatkan dokumen sah terkait pembongkaran barang.
Barang Selundupan Puluhan Ton
Inventarisasi awal aparat menemukan muatan dalam jumlah besar, terdiri dari:
Beras: 40,4 ton
Gula pasir: 4,5 ton
Minyak goreng: jumlah masih dihitung
Tepung terigu: jumlah belum pasti
Susu kemasan: volume belum dipastikan
Mie impor
Berbagai jenis parfum
Frozen food
Seluruh barang tersebut tanpa manifes, tanpa izin pelayaran, dan tanpa dokumen kepabeanan yang biasa menjadi dasar distribusi barang antarwilayah.
Tujuh ABK Diamankan, Dugaan Jaringan Lebih Luas
Tujuh ABK dari tiga kapal kini diperiksa intensif. Dalam penyelidikan awal, mereka menyebut dua kapal lain—KM Sampurna 03 dan KM Rizki—sedang bersiap mengangkut barang serupa menuju Tanjung Balai Karimun.

Petugas tengah melakukan pemeriksaan terhadap tujuh ABK dari tiga kapal yang kini tengah diperiksa intensif. (Dok/Foto/Kisto/Hitv)
Informasi ini menjadi indikasi kuat adanya jaringan penyelundupan berlapis yang menggunakan kapal berkapasitas kecil untuk menghindari deteksi aparat.
Pengawasan Diperketat
Aparat TNI menyatakan bahwa operasi di Pelabuhan Haji Sage ini bukan penindakan tunggal. Lokasi tersebut diduga menjadi titik transit baru yang dipilih karena aksesnya relatif tersembunyi dan minim pengawasan resmi.
Seluruh kapal, truk, dan barang bukti kini diamankan untuk pemeriksaan lanjutan. Aparat berkomitmen memperketat pengawasan di jalur perairan Batam–Karimun yang kerap menjadi titik rawan penyelundupan pangan dan barang konsumsi. (/*/*/)
Editor: AYS
Sumber: HITV KEPRI
- Penulis: Redaksi
