Cekcok di Kedai Tuak Kolang Berujung Maut, Pria 36 Tahun Tewas Dianiaya
- account_circle Raffa Christ Manalu
- calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
- visibility 64
- comment 0 komentar
- print Cetak

Hingga Selasa, penyidik masih mendalami motif serta kronologi lengkap peristiwa tersebut. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi yang berada di kedai tuak saat insiden terjadi. (dok/foto/raffa)
Suasana sebuah kedai tuak di Dusun III, Desa Hudopa Nauli, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, mendadak mencekam pada Senin (23/2/2026) malam, setelah terjadi peristiwa berujung maut menimpa terhadap salah satu pengunjung kedai tuak berinisial EM (36).
TAPTENG, HITV— Kapolsek Kolang AKP I.E. Simatupang membenarkan peristiwa tersebut. Pelaku berinisial DH (40) kini telah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Berdasarkan keterangan saksi, DH yang berada di kedai tuak milik warga setempat terlibat cekcok dengan pengunjung lain. EM, yang juga berada di lokasi, berupaya melerai pertengkaran.
Korban kemudian merangkul dan membawa DH keluar dari kedai, dengan maksud meredakan emosi. Keduanya berjalan menuju arah rumah pelaku. Namun situasi justru kembali memanas setibanya di halaman rumah tersebut.
Di lokasi itu terjadi perkelahian. DH diduga mengambil benda tumpul berupa kayu sepanjang sekitar 80 sentimeter dan batu sungai yang berada di sekitar halaman, lalu memukulkannya ke arah kepala dan wajah korban. EM pun mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.
“Personel bersama Tim Inafis Polres Tapanuli Tengah telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan barang bukti berupa kayu, batu sungai, serta pakaian korban,” ujar AKP I.E. Simatupang.
Usai kejadian, DH yang juga mengalami luka robek di pipi kanan akibat perkelahian tersebut mendatangi rumah kepala dusun untuk melaporkan peristiwa yang terjadi.

Perangkat desa kemudian menyerahkan pelaku DH ke Polsek Kolang sebelum dibawa ke Satuan Reserse Kriminal Polres Tapanuli Tengah. (dok/foto/raffa)
PIHAK kepolisian telah berkoordinasi dengan keluarga korban terkait proses hukum dan penanganan jenazah. Atas permintaan keluarga, jenazah dibawa ke RSUD Pandan untuk menjalani autopsi guna kepentingan penyidikan.
“Kasus ini kini ditangani secara intensif oleh penyidik Sat Reskrim Polres Tapanuli Tengah. Proses hukum akan berjalan sesuai prosedur yang berlaku,” kata Kapolsek.
Hingga Selasa, penyidik masih mendalami motif serta kronologi lengkap peristiwa tersebut. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi yang berada di kedai tuak saat insiden terjadi. (\•/)
Editor: AYS Sumber: Humas Polres Tapteng
- Penulis: Raffa Christ Manalu
