Gotion High-Tech Survei Pulau Belat, Siap Bangun PLTS Raksasa USD 1,8 Miliar
- account_circle Ismail Ratusimbangan
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 22
- print Cetak

Gotion High-Tech Survei Pulau Belat, Siap Bangun PLTS Raksasa USD 1,8 Miliar
KARIMUN, HITV— Investor energi terbarukan dari China dan Singapura melalui Gotion High-Tech dan Oriens Asset Management menjajaki pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas hingga 2 gigawatt (GW) di Pulau Belat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Peninjauan lokasi dilakukan pada Sabtu (28/02/2026).
Proyek yang diperkirakan membutuhkan lahan sekitar 3.000 hektare ini memiliki nilai investasi mencapai USD 1,8 miliar.
Kunjungan lokasi dipimpin oleh Chairman Gotion High-Tech Co., Ltd. Li Zhen beserta tim ahli, serta Chairman Oriens Asset Management Pte. Ltd. Terence Ong.
Acara tersebut didampingi Bupati Karimun H. Ing. Iskandarsyah, Anggota DPD RI Ismeth Abdullah, serta dihadiri unsur pemerintah kecamatan, kepala desa, dan anggota DPRD Kabupaten Karimun Arbain (Fraksi Demokrat) serta Efrizal (Fraksi Gerindra).
Lanjutan MoU Januari Lalu
Pengkajian lokasi ini merupakan tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) antara Oriens Asset Management dan Pemerintah Kabupaten Karimun yang ditandatangani pada 8 Januari 2026.
Dalam tahap awal implementasi, Oriens menunjuk mitra lokal PT Pembangunan Sugi Sejahtera untuk melakukan pendataan dan pengukuran lahan.
Kegiatan yang dipimpin Direktur PT Pembangunan Sugi Sejahtera Sulaiman tersebut masih berlangsung sebagai bagian dari persiapan awal proyek.
Pemilihan Pulau Belat tidak terlepas dari masukan Anggota DPD RI Perwakilan Kepulauan Riau Ismeth Abdullah, yang pernah menjabat sebagai Ketua Otorita Batam dan Gubernur pertama Kepulauan Riau. Ia memberikan pandangan strategis terkait potensi wilayah KRI untuk pengembangan energi surya skala besar.
Dorong Pemerataan Pembangunan
Bupati Karimun Iskandarsyah menyatakan, rencana investasi tersebut selaras dengan strategi daerah dalam memperkuat infrastruktur energi dan mendorong pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan.
“Rencana investasi ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan pembangunan dan penguatan infrastruktur energi di wilayah Karimun,” ujarnya.
Proyek yang diproyeksikan berlangsung tiga hingga lima tahun tersebut berpotensi membuka 2.000–3.000 lapangan kerja, terutama pada masa konstruksi. Pemerintah daerah juga akan menyediakan program pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal.
Sebagai produsen baterai terbesar kelima di dunia yang memperluas bisnis ke sektor energi terbarukan, Gotion High-Tech akan mengintegrasikan sistem penyimpanan energi berbasis baterai dalam proyek ini.
“Kami melihat wilayah ini memiliki potensi yang sangat baik untuk mendukung transisi energi bersih di kawasan. Kami juga berkomitmen mengintegrasikan teknologi penyimpanan energi berbasis baterai untuk memastikan stabilitas pasokan listrik,” ujar Li Zhen.
Ia menambahkan, pembangunan PLTS diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat setempat tetapi juga dapat mengekspor listrik ke Singapura.
Proyek ini diharapkan memperkuat ketahanan energi daerah, menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru, serta mendukung target nasional pengembangan energi terbarukan dan kerja sama energi hijau Indonesia–Singapura. (\•/)
Editor: AYS Prayogie
Sumber: HITV Kepri
- Penulis: Ismail Ratusimbangan
