Senin, 25 Mei 2026
light_mode

Kedaulatan Ekonomi: Antara Diplomasi Global dan Kekuatan dari Dalam 

  • account_circle Prof. Dr Nandan Limakrisna, ST, MM
  • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
  • print Cetak

Oleh: Nandan Limakrisna

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya kunjungan luar negeri untuk mengamankan pasokan energi mencerminkan realitas geopolitik yang tidak bisa dihindari.

Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, terutama terkait energi dan rantai pasok, langkah diplomasi ekonomi memang menjadi bagian penting dari strategi negara.

Tidak dapat dipungkiri, dalam sistem ekonomi global saat ini, banyak negara masih saling bergantung. Energi, pangan, dan teknologi menjadi komoditas strategis yang ketersediaannya sering kali ditentukan oleh dinamika internasional. Dalam konteks ini, upaya pemerintah untuk menjalin kerja sama dengan negara lain merupakan langkah yang rasional dan diperlukan.

Namun demikian, di balik strategi eksternal tersebut, terdapat pertanyaan mendasar yang perlu dijawab secara jujur: sampai kapan Indonesia akan terus bergantung pada pihak luar untuk memenuhi kebutuhan strategisnya?

Sejarah ekonomi menunjukkan bahwa ketergantungan yang terlalu besar terhadap faktor eksternal dapat menjadi sumber kerentanan. Fluktuasi harga energi, konflik geopolitik, dan gangguan rantai pasok global dapat dengan cepat memengaruhi stabilitas ekonomi domestik. Dalam kondisi seperti ini, negara yang memiliki fondasi ekonomi internal yang kuat akan lebih mampu bertahan dibandingkan negara yang bergantung pada pasokan dari luar.

Oleh karena itu, diplomasi ekonomi harus diimbangi dengan pembangunan kedaulatan ekonomi dari dalam negeri. Kedaulatan ekonomi bukan berarti menutup diri dari dunia internasional, melainkan membangun kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri, serta memiliki sistem ekonomi domestik yang kuat dan berkelanjutan.

Indonesia sebenarnya memiliki modal yang sangat besar untuk mewujudkan hal tersebut. Dengan jumlah penduduk yang besar, sumber daya alam yang melimpah, serta jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Indonesia memiliki potensi untuk membangun sistem ekonomi yang bertumpu pada kekuatan rakyatnya sendiri.

Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya terorganisasi dalam satu sistem yang terintegrasi. Banyak pelaku usaha masih berjalan sendiri-sendiri, tanpa jaringan yang mampu memperkuat posisi mereka dalam pasar. Akibatnya, ekonomi domestik belum memiliki daya tahan yang optimal terhadap guncangan eksternal.

Dalam konteks ini, diperlukan pendekatan yang mampu mengintegrasikan berbagai elemen ekonomi masyarakat. Salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan adalah Snowball Business Model (SBM), yaitu model ekonomi berbasis komunitas yang menekankan peran masyarakat sebagai produsen, konsumen, dan promotor dalam satu ekosistem.

Melalui pendekatan ini, aktivitas ekonomi tidak lagi terfragmentasi, tetapi saling terhubung dalam jaringan yang memperkuat satu sama lain. Produk yang dihasilkan oleh masyarakat diserap oleh pasar domestik yang sama, kemudian berkembang ke pasar yang lebih luas. Dengan demikian, tercipta siklus ekonomi yang berputar di dalam negeri secara berkelanjutan.

Jika sistem seperti ini dapat dibangun secara luas, maka ketahanan ekonomi Indonesia akan meningkat secara signifikan. Ketergantungan terhadap pasokan luar negeri dapat dikurangi, dan posisi Indonesia dalam percaturan global menjadi lebih kuat.

Diplomasi ekonomi tetap diperlukan, tetapi harus didukung oleh kekuatan internal yang kokoh. Tanpa fondasi ekonomi domestik yang kuat, diplomasi hanya akan menjadi upaya jangka pendek untuk menutup celah ketergantungan.

Sebaliknya, jika kedaulatan ekonomi rakyat dapat terwujud, Indonesia tidak hanya mampu bertahan dalam menghadapi gejolak global, tetapi juga dapat mengambil peran yang lebih besar dalam menentukan arah ekonomi dunia.

Pada akhirnya, kekuatan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh kemampuannya menjalin hubungan dengan pihak luar, tetapi oleh kemampuannya membangun kekuatan dari dalam. (\•/)

Tentang Penulis:

Prof. Dr. Nandan Limakrisna, ST, MM adalah Guru Besar Ilmu Manajemen di Universitas Persada Indonesia YAI (UPI YAI) yang menaruh perhatian pada kajian strategi bisnis, pemasaran, serta pengembangan ekonomi berbasis komunitas.

Ia aktif menulis dan memberikan pemikiran mengenai pemberdayaan UMKM, model bisnis kolaboratif, dan penguatan ekonomi rakyat.

Melalui berbagai tulisan dan forum akademik, ia juga memperkenalkan konsep Snowball Business Model (SBM) sebagai pendekatan pengembangan ekosistem ekonomi komunitas.

Pemikirannya banyak menyoroti pentingnya sinergi antara industrialisasi nasional dan ekonomi rakyat dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

  • Penulis: Prof. Dr Nandan Limakrisna, ST, MM

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Purwakarta Berdayakan UMKM Lewat Kemitraan dengan Dunia Usaha

    Pemkab Purwakarta Berdayakan UMKM Lewat Kemitraan dengan Dunia Usaha

    • 0Komentar

    Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri, perlu adanya sinergi dan kolaborasi dengan para stakeholder agar dapat mendorong serta membantu pengembangan usaha UMKM di Purwakarta agar naik kelas.

  • Agen Resmi Tiket Bus Sumber Alam Hadir di Buntu, Banyumas

    Agen Resmi Tiket Bus Sumber Alam Hadir di Buntu, Banyumas

    • 0Komentar

    Penulis: R. Ahdiyat Akses transportasi di wilayah pedesaan Banyumas kini semakin terbuka. Di Jalan Raya Buntu telah hadir agen resmi penjualan tiket bus yang melayani berbagai jurusan antar kota maupun antar provinsi. ‎ HITVBERITA.COM | Banyumas – Kabar gembira bagi masyarakat Kecamatan Buntu dan sekitarnya. Hadirnya agen resmi penjualan tiket bus Sumber Alam yang beralamat […]

  • Kapolri Instruksikan Antisipasi Bencana saat Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026

    Kapolri Instruksikan Antisipasi Bencana saat Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026

    • 0Komentar

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta seluruh jajaran kepolisian meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026. Instruksi tersebut disampaikan saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026 JAKARTA, HITV— Dalam amanatnya, Sigit menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang diperkirakan […]

  • Tim Voli Putri Polda Babel Bakal Hadapi 3 Tim Besar, Berikut Jadwal Pertandingannya

    Tim Voli Putri Polda Babel Bakal Hadapi 3 Tim Besar, Berikut Jadwal Pertandingannya

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | BABEL – Tim Voli Putri Polda Bangka Belitung sudah tiba di Gresik Jawa Timur untuk menjalani debutnya di laga babak 16 besar Zona Timur Turnamen Voli Kapolri Cup 2024. Siapa saja tim yang bakal menjadi lawan dari Tim besutan Christ Mareti ini? Dari informasi yang didapat, Tim Voli Putri Polda Bangka Belitung bakal […]

  • Another Simple Favor 2025 Must-see Films Magnet

    Another Simple Favor 2025 Must-see Films Magnet

    • 0Komentar

    ➡ TORRENT (MAGNET) LINK Another simple popularity: directed by Paul Feig. Blake Lively, Anna Kinney, Allion of Janney, Michele Morronre. Next Stephanie Smothers and Emily Nelson Beautful The Capri Island, Italy, Emily’s extravagant for weeds for the West RCH. Ather selected FVOR 2025 Film Flea ** Ather selected Best site to watch another Select Fvor […]

  • AYS Prayogie, Ketua Umum MIO Indonesia: Kebebasan Pers Harus Disertai Tanggung Jawab

    AYS Prayogie, Ketua Umum MIO Indonesia: Kebebasan Pers Harus Disertai Tanggung Jawab

    • 0Komentar

    Ketua Umum Media Independen Online (MIO) Indonesia AYS Prayogie menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menafsirkan ulang frasa “perlindungan hukum” dalam Pasal 8 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers perlu disikapi secara tenang dan proporsional oleh insan pers. JAKARTA | HITV — Menurut Prayogie, putusan MK justru menegaskan posisi perlindungan wartawan sebagai instrumen konstitusional, […]

expand_less