Stunting Tebing Tinggi Turun ke 1,5 Persen, Wali Kota Genjot Germas hingga Tingkat Keluarga
- account_circle Jhon P Tobing
- calendar_month 10 jam yang lalu
- print Cetak

Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih memberikan vitamin kepada balita saat peninjauan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Posyandu Pustu Persiakan. (Dok/Foto/Jhon)
Pemerintah Kota Tebing Tinggi mencatat keberhasilan menekan angka stunting hingga menyentuh 1,5 persen pada 2025.
TEBING TINGGI | HiTV – Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat mulai membuahkan hasil dalam menciptakan generasi yang lebih sehat.
Keberhasilan itu disampaikan Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, saat membuka Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dalam Intervensi Serentak Pencegahan Stunting (ISPS) Tahun 2026 di Puskesmas Pembantu (Pustu) Persiakan, Jalan Pulau Sumbawa, Gang Madura, Kecamatan Padang Hulu, Kamis (6/8/2026).
Turut mendampingi Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi Erwin Suheri Damanik, Ketua TP PKK Kota Tebing Tinggi Ny. Hj. Susmira Wanti Iman Irdian, jajaran OPD, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta unsur masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota mengungkapkan prevalensi stunting di Kota Tebing Tinggi terus menunjukkan tren penurunan, dari 2,1 persen pada 2023, menjadi 1,7 persen pada 2024, dan kembali turun menjadi 1,5 persen pada 2025.
“Alhamdulillah, ini merupakan capaian yang sangat membanggakan. Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama seluruh stakeholder, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat yang terus bergerak mendukung program pemerintah,” ujar Iman Irdian.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri. Menurutnya, pencegahan stunting harus dimulai dari lingkungan keluarga melalui penerapan pola hidup sehat secara konsisten.
Ia menjelaskan, kesehatan ibu sebelum dan selama kehamilan, pemberian ASI eksklusif, pemenuhan gizi seimbang bagi balita, imunisasi lengkap, pemantauan tumbuh kembang, hingga sanitasi lingkungan yang layak merupakan rangkaian upaya yang menjadi inti dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
“Seluruh unsur pemerintah, tenaga kesehatan, dan kader Posyandu harus terus hadir di tengah masyarakat agar edukasi dan pendampingan kepada keluarga dapat berjalan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tebing Tinggi, dr. Fitri Sari Saragih, mengatakan tren penurunan stunting menunjukkan program intervensi yang dijalankan pemerintah daerah berjalan pada jalur yang tepat.
Ia menegaskan Kampanye Germas dalam ISPS bertujuan memperkuat kesadaran masyarakat sekaligus meningkatkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat penurunan stunting di Kota Tebing Tinggi.
Usai pembukaan, Wali Kota menyerahkan bantuan vitamin kepada balita, meninjau layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta melihat langsung pelaksanaan Posyandu di Pustu Persiakan sebagai bagian dari rangkaian intervensi kesehatan bagi ibu dan anak.
Pemerintah Kota Tebing Tinggi berharap sinergi seluruh elemen masyarakat terus terjaga sehingga tren penurunan stunting dapat dipertahankan, sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (\•/)
Editor: AYS
Sumber: HITV Tebing Tinggi
- Penulis: Jhon P Tobing





Dalam menjalankan tugas jurnalistik di lapangan, wartawan HITV dilengkapi Surat Tugas dan ID Card yang masih berlaku dan namanya tercantum dalam Box Redaksi saat di scanning barcode.