Anggaran Dana BOS 2023 SMKN 1 Bojong Disorot, Transparansi Alokasi Dipertanyakan!
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
- visibility 23
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gambar Ilustrasi
Penulis: Raffa Christ Manalu
Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2023 di SMK Negeri 1 Bojong, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menuai sorotan. Sejumlah pos alokasi dana dinilai tidak transparan dan menimbulkan pertanyaan publik, terutama menyangkut nilai anggaran yang tergolong signifikan.
HITVBERITA.COM | Purwakarta — Berdasarkan dokumen yang diterima hitvberita.com sekolah SMK Negeri 1 Bojong tercatat menerima total anggaran BOS sebesar Rp2,48 miliar sepanjang tahun 2023.
Dana tersebut disalurkan dalam dua tahap dengan masing-masing tahap mencatatkan nilai sebesar Rp1.240.020.000.
Namun, rincian alokasi dana pada beberapa pos kegiatan menimbulkan tanda tanya. Pada tahap pertama, anggaran sebesar Rp196 juta dialokasikan untuk kegiatan administrasi sekolah.
Sementara itu, pos pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah tercatat menyedot anggaran hingga Rp603,8 juta. Adapun untuk kegiatan uji kompetensi keahlian, termasuk sertifikasi dan tes bahasa asing berstandar internasional bagi siswa kelas akhir, anggarannya mencapai Rp239 juta.
Tak kalah mencolok, alokasi pada tahap kedua juga menunjukkan lonjakan anggaran yang dinilai tidak biasa. Kegiatan administrasi sekolah pada tahap ini tercatat sebesar Rp346 juta, sementara untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah mencapai Rp766 juta—lebih tinggi dari alokasi pada tahap sebelumnya.
Hingga laporan ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan penjelasan detail mengenai bentuk program, tujuan kegiatan, hingga capaian yang direncanakan dari pos-pos anggaran tersebut.
Minimnya informasi dan transparansi terkait penggunaan anggaran ini memunculkan kekhawatiran publik mengenai akuntabilitas pengelolaan dana BOS di satuan pendidikan tersebut. Dana yang sedianya digunakan untuk menunjang kualitas pendidikan dinilai perlu dikelola dengan prinsip keterbukaan agar tidak menimbulkan spekulasi maupun potensi penyalahgunaan.
Kepala SMKN 1 Bojong, Wahyu Tamimbarkah, belum memberikan tanggapan meskipun telah dihubungi hitvberita.com untuk dimintai keterangan. (/*/*)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar