Minggu, 1 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Digitalisasi Tiket di Pelabuhan Sanur Permudah Layanan bagi Penumpang

Digitalisasi Tiket di Pelabuhan Sanur Permudah Layanan bagi Penumpang

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
  • visibility 28
  • print Cetak

Penulis: Kalaus Naibaho

Pelabuhan Sanur, salah satu gerbang utama wisata bahari Bali menuju Nusa Penida dan Nusa Lembongan, kini berbenah melalui sistem digitalisasi penjualan tiket.

HITVBERITA.COM | Denpasar— Langkah ini diharapkan mampu mempercepat layanan sekaligus mengurai antrean panjang yang kerap terjadi di loket konvensional.

Pantauan Hitvberita.com setiap harinya, pelabuhan yang berada di bawah pengelolaan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa itu melayani rata-rata 6.000 penumpang embarkasi dan debarkasi.

Jumlah tersebut dapat meningkat tajam pada masa libur panjang atau hari besar keagamaan.

Untuk menekan antrean pembelian tiket, sejumlah operator kapal kini mulai beralih menjual tiket secara daring melalui situs resmi masing-masing maupun melalui aplikasi pihak ketiga.

Saat ini, Easybook menjadi salah satu aplikator aktif yang melayani penjualan tiket di Pelabuhan Sanur. Dalam waktu dekat, layanan serupa juga akan dihadirkan oleh PT Mitra Kasih Perkasa (MKP).

“Kami berharap kedua aplikator ini dapat bersinergi dengan para operator kapal dalam mendukung operasional pelabuhan dan memberi kemudahan bagi calon penumpang,” ujar Kepala KSOP Kelas II Benoa Aprianus Hangki, kepada Hitvberita.com beberapa waktu lalu, di Denpasar.

Menurut Hangki, digitalisasi sistem tiket merupakan langkah strategis menggantikan transaksi manual dengan sistem daring yang lebih cepat, transparan, dan tercatat secara real time.

“Dengan sistem ini, penumpang tak perlu lagi mengantre di loket. Proses check-in dan boarding juga menjadi lebih efisien sehingga potensi penumpukan dapat diminimalkan,” ujarnya.

Selain mempermudah layanan, digitalisasi juga memperkuat sistem pengawasan. Data penumpang, kapal, dan transaksi kini dapat dimonitor langsung oleh pihak pelabuhan, operator, maupun pemerintah.

“Transparansi meningkat dan potensi kebocoran pendapatan dapat ditekan. Dengan begitu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) atau retribusi daerah bisa dihitung secara akurat,” tambahnya.

Saat ini terdapat sekitar 72 unit kapal cepat (fast boat) yang beroperasi di Pelabuhan Sanur, melayani rute menuju Nusa Penida dan Nusa Lembongan. Jam operasional pelabuhan dimulai pukul 06.30 Wita hingga 17.00 Wita, dengan mayoritas penumpang merupakan wisatawan mancanegara.

Sejak resmi beroperasi pada November 2022, arus penumpang di pelabuhan ini terus meningkat seiring pulihnya sektor pariwisata Bali. Meski demikian, jumlah penumpang sesekali menurun akibat faktor eksternal seperti cuaca buruk yang memaksa penundaan atau pengalihan keberangkatan ke pelabuhan lain.

Dengan digitalisasi yang tengah berjalan, Pelabuhan Sanur diharapkan menjadi contoh pengelolaan pelabuhan wisata yang modern, efisien, dan berorientasi pada kenyamanan penumpang. (/*/*/)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less