Minggu, 1 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Serial Investigasi Eksklusif » Galangan Kapal Tanpa Identitas di Tanjung Riau, Ujian Pengawasan Negara di Laut Perbatasan

Galangan Kapal Tanpa Identitas di Tanjung Riau, Ujian Pengawasan Negara di Laut Perbatasan

  • account_circle Ismail Ratusimbangan
  • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
  • visibility 71
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

 

Produksi speed boat fiber tanpa nomor lambung dan izin usaha terpantau berlangsung di pesisir Batam. Minimnya penindakan memunculkan pertanyaan serius tentang efektivitas pengawasan aparat maritim di wilayah strategis perbatasan.

 

BATAM | HITV— Dari bibir pesisir Tanjung Riau, Kota Batam, aktivitas industri kapal fiber berlangsung nyaris tanpa jejak. Tidak ada papan nama perusahaan, tidak tampak izin usaha, dan tak terlihat identitas kepemilikan. Namun di balik senyap itu, deru mesin dan rangka speed boat berkecepatan tinggi menjadi penanda: sebuah galangan kapal fiber diduga ilegal tetap beroperasi di wilayah perbatasan yang semestinya berada dalam pengawasan ketat negara.

Investigasi lapangan tim redaksi menemukan sedikitnya sejumlah unit speed boat fiber dalam berbagai tahap pengerjaan. Kapal-kapal itu tidak dilengkapi nomor lambung, tidak tercatat dalam registrasi pelayaran, dan tidak menunjukkan identitas resmi sebagaimana diwajibkan undang-undang. Karakteristiknya bukan kapal nelayan, melainkan jenis kapal cepat yang lazim digunakan untuk pelayaran jarak pendek berisiko tinggi.

Dari bibir pesisir Tanjung Riau, Kota Batam, aktivitas industri kapal fiber berlangsung nyaris tanpa jejak. Tidak ada papan nama perusahaan, tidak tampak izin usaha, dan tak terlihat identitas kepemilikan. (Dok/Foto/Hitv

 

“Ini bukan kapal cari ikan. Ini kapal lari,” ujar seorang warga pesisir yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia mengaku aktivitas galangan tersebut telah berlangsung cukup lama dan kerap dikerjakan secara tertutup.

Indikasi Pelanggaran Berlapis

DALAM perspektif hukum pelayaran, keberadaan galangan tanpa izin bukan sekadar pelanggaran administratif. Produksi dan perawatan kapal tanpa legalitas membuka ruang bagi tindak pidana serius, mulai dari penyelundupan barang, peredaran narkotika lintas negara, hingga pengangkutan tenaga kerja ilegal.

Sejumlah sumber yang dihimpun tim redaksi menyebut nama seorang pria berinisial “N” sebagai pihak yang diduga mengendalikan aktivitas galangan. Namun hingga kini, tidak ditemukan dokumen perizinan galangan, izin lingkungan, maupun legalitas usaha lain yang dapat diverifikasi secara terbuka.

Situasi ini memunculkan pertanyaan mendasar: bagaimana mungkin aktivitas industri berisiko tinggi berlangsung di kawasan strategis perbatasan internasional tanpa terdeteksi atau ditindak aparat berwenang?

Sunyi Pengawasan Aparat

GALANGAN tersebut berada di wilayah yang secara kewenangan masuk dalam pengawasan berbagai institusi negara, mulai dari Polairud Polda Kepri, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara, Bea Cukai, hingga Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

Namun hingga laporan ini disusun, belum terlihat adanya tindakan penertiban, penyegelan, ataupun penyelidikan terbuka. Tidak pula ditemukan pernyataan resmi dari aparat terkait mengenai legalitas galangan maupun hasil pengawasan di lapangan.

“Jika kapal tanpa identitas bisa diproduksi bebas, itu berarti ada celah serius dalam sistem pengawasan,” kata seorang pemerhati maritim di Batam. Menurut dia, pembiaran semacam ini berpotensi menjadikan wilayah pesisir Batam sebagai titik rawan kejahatan laut terorganisir.

Ancaman bagi Kedaulatan Laut

BATAM selama ini diposisikan sebagai etalase industri dan benteng perbatasan maritim Indonesia. Namun keberadaan galangan kapal ilegal justru menciptakan ironi: wilayah yang strategis secara geopolitik berubah menjadi ruang abu-abu hukum.

Jika tidak segera ditangani, praktik ini berpotensi melanggar Undang-Undang Pelayaran, regulasi industri galangan kapal, serta komitmen negara dalam menjaga keamanan laut. Lebih jauh, hal ini dapat menurunkan wibawa negara di kawasan perbatasan yang rawan aktivitas lintas negara ilegal.

Menunggu Ketegasan Negara

HINGGA berita ini diterbitkan, tim redaksi masih berupaya meminta konfirmasi dari pihak Polda Kepri, Polairud, Bea Cukai, dan KSOP Batam. Upaya konfirmasi tersebut akan terus dilakukan sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dan akurasi informasi.

Kasus galangan kapal tanpa nama di Tanjung Riau kini menjadi ujian nyata: apakah negara hadir untuk menegakkan hukum di laut perbatasannya, atau justru membiarkan “kapal hantu” terus lahir dan melaju tanpa identitas.

Di pesisir Batam, pertanyaan itu menggantung — menunggu jawaban dalam bentuk tindakan, bukan sekadar janji. (\•/)

Editor: AYS
Sumber: Tim Investigasi

  • Penulis: Ismail Ratusimbangan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejati Sumsel Berhasil Amankan 20 Kades Hasil OTT di Lahat

    Kejati Sumsel Berhasil Amankan 20 Kades Hasil OTT di Lahat

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Sebanyak 20 kades dan ASN terjaring Operasi Tangkap Tangan di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. (Foto/Raffa/HITV) Penulis: Raffa Christ Manalu Sebanyak 22 orang berhasil diamankan oleh Tim Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) saat menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Camat Pagar Gunung, Kabupaten Lahat, pada Kamis 24 Juni 2025. Dari […]

  • Dari Godong ke Jakarta

    Dari Godong ke Jakarta

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 34
    • 0Komentar

    “Bos Gembel”, perantau yang sukses bangun kerajaan vulkanisir Ban Oleh: AYS Prayogie Siang itu, suasana bengkel vulkanisir ban di Jalan Brigif, Jagakarsa, Depok, tampak riuh. Beberapa pekerja sibuk menata ban yang baru selesai diproses. Di sudut lain, seorang pria berkaus sederhana menyambut tamu dengan senyum lebar. Dialah “Bos Gembel”, panggilan akrab yang justru menjadi merek […]

  • Sultan Kutaringin XV Wafat, Kotawaringin Barat Berduka

    Sultan Kutaringin XV Wafat, Kotawaringin Barat Berduka

    • calendar_month Jumat, 4 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Sultan Kutaringin ke-15, semasa hidup dikenal sebagai sosok pemimpin adat yang arif, bersahaja, dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya. (Dok/Foto/Kisto) Penulis: Kistolani Mangun Jaya Kesultanan Kutaringin dan masyarakat Kotawaringin Barat berduka. Sultan Kutaringin ke-15, Pangeran Ratu Alidin Sukma Alamsyah bin Pangeran Ratu Alamsyah, wafat pada Jumat (4/7/2025) pukul 00.04 WIB di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Surakarta, […]

  • Alokasi Dana BOS SMAN 11 Depok 2023 Disorot, Laporan 2024 Belum Disampaikan

    Alokasi Dana BOS SMAN 11 Depok 2023 Disorot, Laporan 2024 Belum Disampaikan

    • calendar_month Rabu, 30 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Penulis: Erwin Lubis Penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMAN 11 Kota Depok, Jawa Barat, pada tahun anggaran 2023 menjadi sorotan. Sejumlah alokasi dana dinilai tidak proporsional dan kurang menyentuh kegiatan yang langsung berdampak pada siswa. Hingga akhir Juli 2025, laporan penggunaan dana BOS tahun 2024 pun belum tersedia untuk publik. HITVBERITA.COM | Depok […]

  • Dolphin’s Pearl Trial Gamble Totally free Slot Video game

    Dolphin’s Pearl Trial Gamble Totally free Slot Video game

    • calendar_month Jumat, 4 Apr 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Articles Dolphin’s Pearl™ Have Dolphin’s Pearl Luxury Slot RTP, Maximum Commission, and you can Volatility When the precisely around three Pearls house to the reels, you’ll score eight Totally free Online game and you will an excellent x2 multiplier. Five Pearls win your a dozen Free Video game and you may an excellent x5 multiplier, […]

  • Disebut Pembangunan Waduk Marunda Gunakan Bahan Material Ilegal, Adalah Informasi Berita Hoaks!

    Disebut Pembangunan Waduk Marunda Gunakan Bahan Material Ilegal, Adalah Informasi Berita Hoaks!

    • calendar_month Sabtu, 20 Jul 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM JAKUT | Adanya sebuah pemberitaan bernada miring yang di buat oleh salah seorang oknum LSM Pendoa, terkait pembangunan proyek Waduk Marunda yang di kerjakan oleh PT BRP, yang dituding  menggunakan bahan material dari tambang ilegal dan juga gunakan bahan-bahan lainnya yang tidak berkualitas, menuai reaksi keras dari PT BRP selaku pelaksana proyek pembangunan waduk […]

expand_less