Kemiskinan Meningkat, Dana Desa di Lingga Tak Tersalurkan
- account_circle Ruslan
- calendar_month Senin, 29 Des 2025
- visibility 115
- print Cetak

LINGGA | HITV – Krisis keuangan Kabupaten Lingga kian telanjang. Di tengah angka kemiskinan yang masih tinggi, pemerintah daerah justru gagal menyalurkan alokasi dana desa (ADD) untuk November dan Desember 2025. Defisit anggaran menjadi alasan resmi, sekaligus cermin rapuhnya tata kelola fiskal daerah.
Ketidakmampuan itu ditegaskan dalam Surat Edaran Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Lingga Nomor B.900/PEMBY/XII/2025/790, yang menyatakan penyaluran ADD tidak dapat dilakukan karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah. Akibatnya, aparatur desa dan sejumlah pegawai daerah hingga kini belum menerima hak mereka.
Seorang pegawai daerah menyebut persoalan ini sebagai kegagalan pengelolaan keuangan. “Dana transfer pusat masuk ke semua daerah. Tapi Lingga justru defisit. Ini bukan soal kekurangan dana, tapi ketidakmampuan mengelola anggaran,” katanya, Sabtu (27/12/2025).
Situasi ini memperburuk kondisi sosial. Data 2023 menunjukkan tingkat kemiskinan di Kabupaten Lingga mencapai 7,68 persen, lebih tinggi dari rata-rata provinsi. Angka tersebut menempatkan Lingga sebagai salah satu daerah dengan persoalan kemiskinan struktural yang belum tertangani serius.
Upaya konfirmasi kepada Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lingga, Sutar, tidak menghasilkan klarifikasi. Saat dihubungi melalui WhatsApp, ia justru menjawab singkat, “Lagi malming.” Respons tersebut memantik kritik soal profesionalisme pejabat publik di tengah krisis keuangan daerah.
Kepemimpinan kepala daerah ikut disorot. Slogan Lingga Bersinar yang digaungkan saat kampanye dinilai berbanding terbalik dengan realitas. Lapangan kerja terbatas, harga kebutuhan pokok terus naik, sementara hak aparatur desa tertahan akibat kas daerah yang kosong.
Warga mendesak pemerintah daerah berhenti berlindung di balik dalih defisit anggaran. Mereka menuntut transparansi pengelolaan keuangan, evaluasi pejabat terkait, serta terobosan nyata untuk memulihkan ekonomi daerah yang kian terpuruk.(tr)
- Penulis: Ruslan
