Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Pengkajian Ulang Sejarah: Wakil Ketua Umum KNPI Dukung Langkah Kementerian Kebudayaan!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
  • print Cetak

Wakil Ketua Umum DPP KNPI, Saiful Chaniago. (Dok/Foto/Bai)

Penulis: Bainana Bahthy

 

Wacana penulisan ulang sejarah nasional yang digagas oleh Kementerian Kebudayaan di bawah kepemimpinan Menteri Fadli Zon terus menuai tanggapan. Kali ini, dukungan datang dari Wakil Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Saiful Chaniago.

 

HITVBERITA.COM | Jakarta- Saiful menilai langkah Kementerian Kebudayaan untuk mengevaluasi sejumlah catatan sejarah, termasuk mempertimbangkan penghapusan insiden pemerkosaan massal pada tahun 1998 dari narasi sejarah nasional, merupakan kebijakan yang tepat dan terukur.

Menurut Saiful, peristiwa tersebut merupakan kejadian insidentil yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan garis besar perjuangan bangsa ataupun pembentukan identitas nasional.

“Jika seluruh kejadian kriminal yang bersifat insidentil dicatat dalam sejarah, maka buku sejarah kita bisa dipenuhi oleh berbagai kasus serupa di seluruh penjuru negeri, sejak era Orde Lama hingga sekarang,” ujarnya di Jakarta, Rabu, (3/7/2025).

Ia menambahkan, sejarah nasional seharusnya dibingkai dalam semangat pembangunan narasi kebangsaan yang kuat, bukan hanya sebagai dokumentasi kronologis atas segala bentuk kekerasan yang terjadi.

“Pertanyaannya kemudian, apakah semua insiden kriminal semestinya dituliskan dalam buku sejarah nasional? Saya kira jawabannya jelas: tidak,” tegasnya.

Saiful menekankan pentingnya menjadikan sejarah sebagai alat pembelajaran dan pemersatu, bukan sekadar katalog tragedi.

“Sejarah Indonesia harus memiliki nilai kemaslahatan, yang memperkuat eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sejarah harus membangkitkan rasa kebangsaan, bukan sebaliknya,” kata dia.

Meski demikian, sejumlah pihak menilai bahwa penghapusan peristiwa-peristiwa kelam seperti kekerasan seksual pada kerusuhan Mei 1998 justru dapat mengaburkan fakta sejarah serta mengabaikan hak korban atas pengakuan dan keadilan.

Dalam konteks ini, wacana revisi sejarah nasional menuntut kehati-hatian dan pendekatan multi-perspektif, agar tidak mengorbankan kebenaran demi kepentingan narasi tertentu.

Sejarah, sebagaimana kerap diungkapkan para sejarawan, bukan sekadar rangkaian peristiwa masa lalu, melainkan juga cermin bagi bangsa dalam menentukan arah masa depannya.

Oleh karena itu, keputusan untuk menuliskan atau menghilangkan suatu peristiwa dalam buku sejarah nasional tidak hanya memerlukan dasar kebijakan, tetapi juga keberanian untuk mendengar suara korban dan menghargai keberagaman pengalaman rakyat Indonesia. (*/*)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keterbukaan Prabowo dan Kepalsuan Jokowi

    Keterbukaan Prabowo dan Kepalsuan Jokowi

    • 0Komentar

    Oleh: Saiful Huda Ems TANPA sengaja tadi malam saya melihat siaran pertemuan Presiden Prabowo Subianto (PS) dengan 7 jurnalis terkemuka Indonesia, yang disiarkan oleh Tv One. Dalam pertemuan itu terjadi tanya jawab antara Presiden PS dengan 7 jurnalis dengan sangat terbuka, tanpa sensor, tanpa basa-basi. Terus terang kalau saya melihat Pak Prabowo yang sangat terbuka […]

  • Kapolri Tinjau Rest Area KM 57, Pastikan Kelancaran Arus Mudik Lebaran 2025

    Kapolri Tinjau Rest Area KM 57, Pastikan Kelancaran Arus Mudik Lebaran 2025

    • 2Komentar

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan ke Rest Area KM 57 pada Rabu, 26 Maret 2025, untuk memantau persiapan arus mudik Lebaran 2025. HITVBERITA.COM | Karawang– Kunjungan Kapolri tersebut dilakukan bersama dengan Menteri Koordinator PMK Pratikno, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, dan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi. Dalam […]

  • Polres Karimun Gelar Apel Pasukan Operasi Lilin Seligi 2025

    Polres Karimun Gelar Apel Pasukan Operasi Lilin Seligi 2025

    • 0Komentar

    Polres Karimun menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Seligi 2025 sebagai bentuk kesiapan pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Apel tersebut dilaksanakan di Lapangan Bhayangkara Polres Karimun, Jumat (19/12/2025). KARIMUN | HITV — Apel dipimpin langsung oleh Bupati Karimun H. Ing Iskandarsyah dan dihadiri Kapolres Karimun AKBP Robby Topan Manusiwa, SIK, MH, serta […]

  • Dubes Bulgaria dan Mantan Wakil Perdana Menteri Kunjungi Politeknik Belitung

    Dubes Bulgaria dan Mantan Wakil Perdana Menteri Kunjungi Politeknik Belitung

    • 0Komentar

      Duta Besar Bulgaria untuk Indonesia, Tanya Dimitrova, bersama mantan Wakil Perdana Menteri Bulgaria, Dr. Meglena Kuneva, melakukan kunjungan resmi ke Politeknik Belitung, Selasa (3/6/2025). Kunjungan ini dirangkai dengan penyelenggaraan kuliah umum bertema *Kembangnya Hubungan antara Uni Eropa dan Indonesia, yang disampaikan kepada mahasiswa dan sivitas akademika kampus tersebut. Reporter: ISWANDI   HITVBERITA.COM | Tanjungpandan […]

  • Spontan, Kapolres Basel Mendadak Turun Dari Mobil Dinas Dan Bantu Anak SD Seberangi Jalan

    Spontan, Kapolres Basel Mendadak Turun Dari Mobil Dinas Dan Bantu Anak SD Seberangi Jalan

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | BANGKA SELATAN – Aksi tak terduga dilakukan Kapolres Bangka Selatan AKBP Agus Arif Wijayanto yang memberhentikan kendaraan dinasnya secara mendadak saat perjalanan menuju ke Kantor Pemda Parit 3 Basel. Bukan tanpa alasan, ternyata aksinya tersebut dilakukan usai melihat seorang anak Sekolah Dasar (SD) berada ditengah jalan sedang kebingungan ingin menyeberang. Tanpa ragu, Kapolres […]

expand_less