Ribuan Warga Iringi Pemakaman Pangeran Muasjidinsyah
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
- visibility 25
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ribuan Warga Iringi Pemakaman Pangeran Muasjidinsyah untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Pangeran Muasjidinsyah bin Pangeran Ratu Alamsyah. (Foto/Kisto/HITV)
Penulis: Kistolani Mangun Jaya
Ribuan warga dari berbagai penjuru Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, memadati halaman Istana Kuning, Selasa (19/8/2025), untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Pangeran Muasjidinsyah bin Pangeran Ratu Alamsyah, tokoh adat Kesultanan Kutaringin.
HITVBERITA.COM | Pangkalan Bun — Almarhum yang wafat dalam usia 77 tahun itu dikenal sebagai sosok pemersatu. Sebagai Menteri Luar Kesultanan Kutaringin, ia menjadi jembatan antara adat, kesultanan, dan pemerintahan modern. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar Kesultanan, tetapi juga masyarakat luas yang mengenalnya sebagai pribadi bijaksana dan rendah hati.
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat. Isak tangis terdengar bersahutan di antara lantunan doa ketika jenazah diberangkatkan dari Istana Kuning menuju kompleks pemakaman keluarga kesultanan di Gubah Kocit. Sepanjang jalan, ribuan pelayat berjalan kaki mengiringi, mulai dari kerabat juriat dan juriah, tokoh masyarakat, pejabat pemerintah daerah, aparat TNI–Polri, hingga warga biasa.
“Beliau bukan hanya tokoh adat, beliau adalah nafas identitas kita,” ucap seorang pelayat sambil menahan tangis.
Jalan menuju lokasi pemakaman dipadati lautan manusia yang rela menunggu berjam-jam demi mengantar kepergian sang pangeran. Di tengah suasana haru, putra almarhum, Gusti Awaludin, menyampaikan pesan terakhir ayahandanya.
“Jangan berbuat buruk, berbuatlah baik. Jaga kesultanan kita agar menjadi warisan bagi anak-cucu,” tuturnya.
Pemakaman ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan hidup seorang tokoh adat yang mengabdikan diri pada nilai-nilai luhur dan persatuan masyarakat.
Warisan kepemimpinan yang arif serta dedikasi Pangeran Muasjidinsyah terhadap adat dan rakyat diyakini akan terus dikenang dalam sejarah panjang Kesultanan Kutaringin.
“Selamat jalan, Pangeran Muasjidinsyah. Doa dan air mata juriat serta masyarakat Kobar mengiringi langkahmu menuju surga Allah SWT.”
(///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar