Senin, 2 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » GPPI Desak Evaluasi Kebijakan 50 Siswa per Kelas di Jawa Barat

GPPI Desak Evaluasi Kebijakan 50 Siswa per Kelas di Jawa Barat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
  • visibility 41
  • print Cetak

Ketua Umum Gerakan Peduli Pendidikan Indonesia, Ahmad Yusup. (Dok/Foto/Raffa)

Penulis: Raffa Christ Manalu

Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menetapkan jumlah siswa hingga 50 orang dalam satu rombongan belajar menuai kritik dari berbagai pihak. Salah satu suara penolakan datang dari Gerakan Peduli Pendidikan Indonesia (GPPI), yang menilai kebijakan tersebut berpotensi merusak kualitas pendidikan.

HITVBERITA.COM | Bandung — Ketua Umum GPPI, Ahmad Yusup, mengatakan bahwa penetapan jumlah siswa sebanyak itu dalam satu kelas tidak sejalan dengan prinsip dasar pendidikan yang ideal. Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah yang tidak mempertimbangkan kondisi riil di lapangan.

“Penetapan 50 siswa per kelas ini sangat tidak masuk akal. Kebijakan ini tidak hanya melanggar prinsip pedagogis, tetapi juga mencerminkan ketidakpekaan terhadap tantangan nyata di sekolah,” ujar Ahmad dalam keterangannya di Bandung, Sabtu (6/7/2025).

Menurut Ahmad, langkah tersebut bukan solusi atas persoalan kekurangan ruang kelas maupun tenaga pengajar yang masih menjadi tantangan di Jawa Barat. Sebaliknya, kebijakan itu dinilainya justru memperberat beban guru dan mengurangi kualitas interaksi antara guru dan siswa.

“Kalau satu kelas diisi 50 siswa, bagaimana mungkin guru bisa memberikan perhatian dan bimbingan yang layak? Proses belajar mengajar akan berubah menjadi penyampaian materi belaka, bukan pembelajaran yang bermakna,” ujarnya.

GPPI pun mendesak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, untuk segera turun tangan mengevaluasi kebijakan tersebut. Ahmad menilai, pemerintah pusat tidak boleh tinggal diam terhadap kebijakan yang dinilainya kontraproduktif terhadap semangat Merdeka Belajar.

“Pak Menteri tidak bisa hanya mengamati dari jauh. Ini saatnya turun langsung ke sekolah-sekolah di Jawa Barat, melihat dampaknya secara nyata, dan menentukan apakah kebijakan ini layak diteruskan,” kata Ahmad.

Ia menambahkan, pendidikan adalah hak dasar setiap anak yang wajib dijamin oleh negara, baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Kebijakan yang tidak memperhatikan kualitas dan aspek kemanusiaan dalam pembelajaran, menurutnya, tidak boleh dibiarkan.

“GPPI akan terus menyuarakan penolakan terhadap kebijakan ini. Kami berdiri bersama guru, orang tua, dan siswa yang terdampak. Jangan sampai pendidikan Indonesia mundur hanya karena keputusan yang keliru di tingkat daerah,” ujarnya menegaskan. (*/*)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tindak Lanjut Arahan Mendagri, Bupati Garut Instruksikan Inventarisasi Jembatan

    Tindak Lanjut Arahan Mendagri, Bupati Garut Instruksikan Inventarisasi Jembatan

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Abdul Hapid
    • visibility 60
    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | Garut – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menginstruksikan seluruh camat hingga kepala desa di Kabupaten Garut untuk mempercepat pendataan dan inventarisasi jembatan, khususnya yang berfungsi vital sebagai akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, dan sarana publik. Arahan tersebut disampaikan secara virtual dari Command Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Garut, Jumat (28/11/2025). Instruksi ini […]

  • Dasyat, Lagu Mengusap Dada Oleh Penyanyi Dangdut Berbakat Mesran OBM Jadi Trending Topik Pecinta Musik

    Dasyat, Lagu Mengusap Dada Oleh Penyanyi Dangdut Berbakat Mesran OBM Jadi Trending Topik Pecinta Musik

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Dibaca: 23

  • Polda Babel Bakal Gelar OZM 2025 Selama 2 Pekan, Berikut Jadwal Dan Sasaran

    Polda Babel Bakal Gelar OZM 2025 Selama 2 Pekan, Berikut Jadwal Dan Sasaran

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 41
    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | BABEL – Kepolisian Daerah (Polda) Bangka Belitung bakal menggelar operasi Zebra Menumbing 2025. Operasi digelar selama dua pekan mulai tanggal 17 hingga 30 November 2025. Kabid Humas Polda Babel Kombes Pol Fauzan Sukmawansyah mengatakan operasi ini akan dimulai dengan apel gelar pasukan Senin besok. “Ya, dimulainya operasi nanti ditandai dengan apel gelar pasukan […]

  • Polda Babel Tertibkan Tambang Ilegal di Kawasan DAS Kabupaten Bangka

    Polda Babel Tertibkan Tambang Ilegal di Kawasan DAS Kabupaten Bangka

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 177
    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | Babel – Tim gabungan Polda Bangka Belitung terjun langsung memberikan imbauan kepada sejumlah penambang agar tidak melakukan penambangan dikawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Jada Bahrain Merawang Kabupaten Bangka. Dalam kegiatan penertiban sekaligus imbauan ini langsung dipimpin Kasubdit IV Tipidter AKBP Iqbal Surbakti bersama anggota Ditreskrimsus dengan melibatkan jajaran Polres Bangka. “Jadi ini […]

  • Bupati Karimun Buka Pesantren Ramadhan 1447 H, Tekankan Pembinaan Generasi Unggul

    Bupati Karimun Buka Pesantren Ramadhan 1447 H, Tekankan Pembinaan Generasi Unggul

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle M Saipul
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Bupati Karimun Iskandarsyah secara resmi membuka kegiatan Pesantren Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi di Aula Masjid Agung, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (28/2/2026). KARIMUN, HITV–– Kegiatan tersebut digelar oleh Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Karimun bekerja sama dengan Komunitas Peduli Pemuda Muslim Shalih Cendekia (KPPM SHADIK). Dalam sambutannya, Bupati Iskandarsyah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. […]

  • Kekhawatiran Publik Maraknya Penggunaan Narkoba di Kalangan Pejabat, Alarm Serius bagi Bangsa!

    Kekhawatiran Publik Maraknya Penggunaan Narkoba di Kalangan Pejabat, Alarm Serius bagi Bangsa!

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2024
    • account_circle
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Sebagai wakil rakyat, anggota DPRD, DPR, dan pejabat lainnya diharapkan mengemban tanggung jawab besar dalam memperjuangkan kepentingan publik dan menjaga moral bangsa. Namun, kasus-kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan mereka memunculkan kekhawatiran apakah orang-orang yang dipilih untuk memegang amanah rakyat ini benar-benar mampu menjalankan tugas dengan baik jika terlibat dalam aktivitas yang merusak kesehatan fisik, mental, […]

expand_less