Nasrullah Ancam Bawa Kasus Pemukulan Oleh Oknum Karyawan PT Hermina Jaya ke Mabes Polri
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
- visibility 45
- print Cetak

Nasrullah alias Boy salah satu dari tiga korban pemukulan yang merasa kecewa atas lambannya penanganan oleh penyidik Polres Lingga. (Foto/Rus/HITV)
Penulis: S Erfan Nurali
Nasrullah, atau akrab disapa Boy, korban pemukulan oleh oknum karyawan PT Hermina Jaya, menyampaikan kekecewaannya atas penanganan kasus yang menimpanya di Desa Tanjung Irat, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga.
HITVBERITA.COM | Lingga — Peristiwa pemukulan yang dilakukan oleh oknum karyawan PT Hermina Jaya itu terjadi beberapa waktu lalu di Jeti X TBJ. Meski kepolisian telah menetapkan tersangka, Nasrullah menilai proses hukum yang ditangani oleh penyidik Polres Lingga berjalan lamban.
“Sudah ada tersangkanya, kenapa tidak dieksekusi? Saya sangat kecewa dengan penanganan kasus ini,” ujar Nasrullah saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, Sabtu (30/8/2025) pagi.
Kekecewaan serupa juga disuarakan tokoh masyarakat Singkep Barat, RN. Ia menekankan pentingnya aparat menegakkan hukum secara adil.
“Supremasi hukum harus benar-benar ditegakkan. Jangan sampai hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas. Jika masyarakat terus dikecewakan, jangan sampai kekecewaan itu dilampiaskan pada hal-hal yang justru merugikan kita semua,” kata RN.
Nasrullah menegaskan, bila dalam waktu dekat tidak ada perkembangan, ia akan melaporkan kasus ini ke Mabes Polri dan Kompolnas.
“Saya akan bawa kasus ini ke Mabes Polri dan Kompolnas minggu depan. Harapan saya sederhana: agar kasus ini ditangani lebih transparan, adil, dan tidak berlarut-larut,” ujarnya.
KASAT Reskrim Polres Lingga, IPTU Maidir Riswanto, SH saat di konfirmasi terkait proses penanganan kasus pemukulan Nasrullah.
Seperti biasanya IPTU Maidir selalu mengatakan bahwa kasus pemukulan terhadap Nasrullah masih dalam proses penanganan pihaknya.
KASUS pemukulan ini juga menyeret nama PT Hermina Jaya, perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi laut dan logistik, termasuk penyedia tenaga kerja bongkar muat di wilayah Lingga.
Perusahaan ini beroperasi di sejumlah pelabuhan lokal, salah satunya Jeti X TBJ, lokasi terjadinya insiden.
Meski berperan dalam mendukung distribusi barang dan aktivitas logistik masyarakat, keberadaan tenaga kerja PT Hermina Jaya kerap bersinggungan dengan pekerja lokal.
Dari sinilah sejumlah persoalan sosial muncul, hingga berujung pada tindak kekerasan yang kini tengah diproses hukum.
Masyarakat menilai, PT Hermina Jaya semestinya lebih memperhatikan hubungan sosial dengan lingkungan sekitar. Selain itu, perusahaan juga dituntut memastikan tenaga kerjanya tidak melakukan praktik intimidasi atau kekerasan.
Bagi publik Lingga, kasus ini bukan sekadar tindak pidana individu, melainkan juga menyangkut citra perusahaan. Bagaimana PT Hermina Jaya menata manajemen internalnya akan menjadi penentu tingkat kepercayaan masyarakat ke depan.
Awak media Hitvberita.com telah berupaya menghubungi pihak PT Hermina Jaya untuk meminta konfirmasi terkait kasus ini.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, perusahaan tersebut belum memberikan tanggapan resmi. (///)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar