Kamis, 4 Jun 2026
light_mode

Negara Tidak Boleh Lengah: Keracunan Makanan MBG Mengancam Psikis dan Keselamatan Anak Bangsa

  • account_circle webtable
  • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
  • print Cetak

Oleh: Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH, MH | Pakar Hukum Internasional & Ekonom Nasional

PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) pada dasarnya lahir dari niat baik negara untuk memastikan hak dasar anak-anak Indonesia atas asupan gizi yang layak.

PRESIDEN Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tentu menghendaki agar program ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi masa depan generasi penerus bangsa.

Namun niat baik saja tidak cukup bila tidak diiringi pengawasan yang ketat, tata kelola yang transparan, serta penegakan hukum yang tegas.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kasus keracunan makanan masih terus terjadi pada siswa-siswi penerima manfaat MBG. Peristiwa ini tidak bisa dianggap sepele. Keracunan makanan bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga menghantam kondisi psikologis anak-anak sekolah. Rasa trauma, ketakutan, dan ketidakpercayaan terhadap lingkungan sekolah adalah konsekuensi serius yang dapat mengganggu proses belajar dan tumbuh kembang mereka.

“Negara tidak boleh lengah. Tidak boleh ada toleransi terhadap kelalaian, apalagi pembiaran

SAYA menegaskan, pengawasan terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan penyelenggara MBG harus dilakukan secara ekstra dari pusat hingga daerah. Setiap rantai tanggung jawab—mulai dari perencanaan, pengolahan, distribusi, hingga konsumsi—harus berada di bawah kontrol negara yang ketat. Keracunan makanan memiliki risiko fatal, bahkan kematian, tergantung daya tahan tubuh korban. Oleh karena itu, bila terjadi keracunan, penanggung jawab dapur SPPG atau pengelola MBG wajib ditangkap dan diproses hukum. Tidak ada alasan untuk memaafkan kelalaian yang mengorbankan keselamatan anak-anak.

Keprihatinan saya semakin dalam karena program MBG dan SPPG telah berjalan lebih dari satu tahun. Namun kasus-kasus keracunan seolah terus berulang tanpa penyelesaian yang tegas. Seakan-akan penderitaan para pelajar tidak benar-benar menjadi perhatian. Lebih memprihatinkan lagi, lemahnya penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab menimbulkan kesan bahwa program ini hanya berjalan secara seremonial—indah di atas kertas, rapuh dalam praktik.

Padahal, sejak 1 Juli 2025, petugas SPPG telah diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025. Sebanyak 2.080 petugas—termasuk Kepala SPPG, Ahli Gizi, dan Akuntan—telah memperoleh kepastian karier, hak, dan perlindungan negara. Logikanya, dengan status ASN dan dukungan regulasi tersebut, kualitas layanan dan tanggung jawab seharusnya semakin meningkat.

Namun di sisi lain, muncul persoalan serius: pengelolaan dapur MBG justru diserahkan kepada pihak swasta. Di sinilah letak kejanggalan tata kelola. Negara mengangkat petugas gizi sebagai ASN, tetapi menyerahkan pengolahan makanan kepada pihak swasta dengan aturan yang tidak transparan. Ini menimbulkan pertanyaan besar tentang efisiensi, akuntabilitas, kualitas, serta potensi penyalahgunaan anggaran.

Dalam sejumlah rapat dengar pendapat, terungkap adanya aturan-aturan pengelola MBG yang sangat aneh dan berpotensi melanggar hukum. Misalnya, larangan mengambil gambar dapur MBG, larangan memperkarakan kasus keracunan, hingga ketentuan bahwa bila siswa sakit akibat makanan MBG, maka tanggung jawab dibebankan kepada orang tua. Bahkan ada aturan yang melarang guru mencicipi makanan MBG, dengan dalih tugas guru hanya menghitung dan membagikan paket.

Aturan semacam ini bukan hanya tidak masuk akal, tetapi juga berpotensi melanggar Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Penyelenggara MBG tidak berhak membuat aturan sepihak yang menghilangkan hak siswa, orang tua, maupun guru. Transparansi adalah keharusan. Tanggung jawab atas keamanan pangan tidak boleh dialihkan kepada masyarakat.

Ungkapan yang beredar, “guru-guru memeras keringat, penyelenggara kipas-kipas,” terasa pahit namun nyata. Guru dibebani tanggung jawab distribusi, sementara kualitas makanan berada di luar kendali mereka. Ini ketimpangan yang harus segera diperbaiki.

Lebih jauh, rencana pembiayaan MBG yang menyerap anggaran besar—bahkan disebut-sebut berasal dari pemotongan 20 persen anggaran pendidikan—harus dievaluasi secara menyeluruh. DPR, BPK, kementerian terkait, serta masyarakat sipil wajib terlibat aktif dalam mengoreksi tata kelola program ini. Jangan sampai niat baik negara justru menjadi beban baru bagi dunia pendidikan.

Kebijakan pembagian paket MBG di bulan puasa untuk dibawa pulang dan digunakan saat berbuka pun patut dikaji ulang. Risiko makanan basi, keamanan pangan, dan efektivitas program harus menjadi pertimbangan utama. Program yang baik tidak boleh berubah menjadi sumber masalah baru.

Saya tidak menolak esensi pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah. Namun negara juga harus jujur bertanya: adakah program yang lebih strategis dan berdampak luas? Peningkatan mutu guru, perbaikan infrastruktur pendidikan, serta penguatan sistem pengawasan justru menjadi fondasi utama untuk melahirkan generasi unggul.

Presiden RI Prabowo Subianto tentu tidak menginginkan satu pun anak bangsa menjadi korban akibat kelalaian pengelolaan MBG. Karena itu, saya menegaskan: bila terjadi keracunan, tidak ada kata maaf. Siapa pun oknumnya harus ditangkap, dan dapur bermasalah wajib ditutup. Inilah wujud kehadiran negara yang sesungguhnya—tegas, adil, dan berpihak pada keselamatan rakyatnya, terutama anak-anak Indonesia. (\•/)

 

Cijantung, 1 Februari 2026
Ditulis oleh Prof Dr KH Sutan Nasional, SH, MH di Markas Partai Oposisi Merdeka, Kawasan Komplek Kopassus, Kota Jakarta Timur

  • Penulis: webtable

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hajat Bumi Linggamukti, Tradisi Syukur yang Merekatkan Warga

    Hajat Bumi Linggamukti, Tradisi Syukur yang Merekatkan Warga

    • 0Komentar

    Hajat Bumi Milangkala ke-45 Desa Linggamukti menjadi lebih dari sekadar pesta rakyat. Di tengah arus modernisasi yang terus bergerak cepat, tradisi tahunan masyarakat Desa Linggamukti, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, itu kembali menegaskan akar budaya Sunda yang tetap hidup melalui rasa syukur, gotong royong, dan kebersamaan warga. PURWAKARTA, HITV— Sejak pagi, Rabu (20/5), ruas jalan desa […]

  • Sat Polairud Polres Belitung Lakukan Peninjauan Aktivitas Tambang Ilegal di Sungai Mampadin

    Sat Polairud Polres Belitung Lakukan Peninjauan Aktivitas Tambang Ilegal di Sungai Mampadin

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | BELITUNG – Sat Polairud Polres Belitung melakukan kegiatan pemantauan terhadap dugaan aktivitas tambang ilegal yang berlangsung di aliran Sungai Mampadin, Desa Tanjung Tinggi, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Minggu (13/07/2025). Kegiatan ini dipimpin oleh IPDA Alfadri dan melibatkan sejumlah personel sat polairud polres belitung Dalam pemantauan tersebut, tim tidak menemukan adanya aktivitas penambangan secara […]

  • Kodim 0502/JU Gelar Hanmars 10 Kilometer, Uji Ketahanan Fisik Prajurit

    Kodim 0502/JU Gelar Hanmars 10 Kilometer, Uji Ketahanan Fisik Prajurit

    • 0Komentar

    Komando Distrik Militer (Kodim) 0502/Jakarta Utara menggelar kegiatan Peraturan Satuan Jalan Militer (PSJM) Hanmars sejauh 10 kilometer, Jumat (22/5/2026). JAKARTA UTARA, HITV — Kegiatan ini menjadi bagian dari program latihan Staf Operasi bidang latihan guna menjaga kesiapan dan daya tahan fisik prajurit di wilayah teritorial Jakarta Utara. Kegiatan dipimpin langsung Dandim 0502/JU Kolonel Inf Mohammad […]

  • Kapolres Belitung Hadiri Safari Ramadan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Tahun 1446 H/ 2025 M

    Kapolres Belitung Hadiri Safari Ramadan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Tahun 1446 H/ 2025 M

    • 1Komentar

    HiTvBerita.com | Belitung – Kapolres Belitung AKBP Deddy Dwitiya Putra, S.H. S.I.K menghadiri kegiatan Safari Ramadan Tahun 1446 H/2025 M yang diselenggarakan oleh PJ. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Sugito, S.Sos., M.H., di Rumah Dinas Bupati Belitung pada Senin, 10 Maret 2025. Acara yang berlangsung sejak pukul 16.15 WIB hingga malam hari ini menjadi momentum penting […]

  • Kapolres Karimun Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

    Kapolres Karimun Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem

    • 0Komentar

    Penulis: M Saipul Memasuki masa pancaroba, Polres Karimun meminta masyarakat lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. HITVBERITACOM| Karimun — Hal tersebut ditegaskan Kapolres Karimun, AKBP Robby Topan Manusiwa, yang sekaligus mengingatkan warga untuk tidak lengah menghadapi perubahan cuaca yang kerap tidak menentu. “Masyarakat diimbau memantau perkembangan informasi cuaca dari sumber terpercaya, memastikan saluran air tetap […]

  • Operasi Zebra Lodaya 2025 Resmi Digelar, Polres Subang Kerahkan 78 Personel

    Operasi Zebra Lodaya 2025 Resmi Digelar, Polres Subang Kerahkan 78 Personel

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | Subang – Pelaksanaan Operasi Zebra Lodaya 2025 resmi dimulai ditandai dengan menggelar Apel Pasukan. Upacara ini langsung dipimpin Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono di halaman Mapolres Subang, Senin 17 November 2025. Operasi ini berlangsung serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Polres Subang sebagai bagian dari jajaran Polda Jawa Barat. Operasi penegakan disiplin […]

expand_less