Minggu, 1 Mar 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Negara Tidak Boleh Lengah: Keracunan Makanan MBG Mengancam Psikis dan Keselamatan Anak Bangsa

Negara Tidak Boleh Lengah: Keracunan Makanan MBG Mengancam Psikis dan Keselamatan Anak Bangsa

  • account_circle webtable
  • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
  • visibility 303
  • print Cetak

Oleh: Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH, MH | Pakar Hukum Internasional & Ekonom Nasional

PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) pada dasarnya lahir dari niat baik negara untuk memastikan hak dasar anak-anak Indonesia atas asupan gizi yang layak.

PRESIDEN Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tentu menghendaki agar program ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi masa depan generasi penerus bangsa.

Namun niat baik saja tidak cukup bila tidak diiringi pengawasan yang ketat, tata kelola yang transparan, serta penegakan hukum yang tegas.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kasus keracunan makanan masih terus terjadi pada siswa-siswi penerima manfaat MBG. Peristiwa ini tidak bisa dianggap sepele. Keracunan makanan bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga menghantam kondisi psikologis anak-anak sekolah. Rasa trauma, ketakutan, dan ketidakpercayaan terhadap lingkungan sekolah adalah konsekuensi serius yang dapat mengganggu proses belajar dan tumbuh kembang mereka.

“Negara tidak boleh lengah. Tidak boleh ada toleransi terhadap kelalaian, apalagi pembiaran

SAYA menegaskan, pengawasan terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan penyelenggara MBG harus dilakukan secara ekstra dari pusat hingga daerah. Setiap rantai tanggung jawab—mulai dari perencanaan, pengolahan, distribusi, hingga konsumsi—harus berada di bawah kontrol negara yang ketat. Keracunan makanan memiliki risiko fatal, bahkan kematian, tergantung daya tahan tubuh korban. Oleh karena itu, bila terjadi keracunan, penanggung jawab dapur SPPG atau pengelola MBG wajib ditangkap dan diproses hukum. Tidak ada alasan untuk memaafkan kelalaian yang mengorbankan keselamatan anak-anak.

Keprihatinan saya semakin dalam karena program MBG dan SPPG telah berjalan lebih dari satu tahun. Namun kasus-kasus keracunan seolah terus berulang tanpa penyelesaian yang tegas. Seakan-akan penderitaan para pelajar tidak benar-benar menjadi perhatian. Lebih memprihatinkan lagi, lemahnya penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab menimbulkan kesan bahwa program ini hanya berjalan secara seremonial—indah di atas kertas, rapuh dalam praktik.

Padahal, sejak 1 Juli 2025, petugas SPPG telah diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025. Sebanyak 2.080 petugas—termasuk Kepala SPPG, Ahli Gizi, dan Akuntan—telah memperoleh kepastian karier, hak, dan perlindungan negara. Logikanya, dengan status ASN dan dukungan regulasi tersebut, kualitas layanan dan tanggung jawab seharusnya semakin meningkat.

Namun di sisi lain, muncul persoalan serius: pengelolaan dapur MBG justru diserahkan kepada pihak swasta. Di sinilah letak kejanggalan tata kelola. Negara mengangkat petugas gizi sebagai ASN, tetapi menyerahkan pengolahan makanan kepada pihak swasta dengan aturan yang tidak transparan. Ini menimbulkan pertanyaan besar tentang efisiensi, akuntabilitas, kualitas, serta potensi penyalahgunaan anggaran.

Dalam sejumlah rapat dengar pendapat, terungkap adanya aturan-aturan pengelola MBG yang sangat aneh dan berpotensi melanggar hukum. Misalnya, larangan mengambil gambar dapur MBG, larangan memperkarakan kasus keracunan, hingga ketentuan bahwa bila siswa sakit akibat makanan MBG, maka tanggung jawab dibebankan kepada orang tua. Bahkan ada aturan yang melarang guru mencicipi makanan MBG, dengan dalih tugas guru hanya menghitung dan membagikan paket.

Aturan semacam ini bukan hanya tidak masuk akal, tetapi juga berpotensi melanggar Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Penyelenggara MBG tidak berhak membuat aturan sepihak yang menghilangkan hak siswa, orang tua, maupun guru. Transparansi adalah keharusan. Tanggung jawab atas keamanan pangan tidak boleh dialihkan kepada masyarakat.

Ungkapan yang beredar, “guru-guru memeras keringat, penyelenggara kipas-kipas,” terasa pahit namun nyata. Guru dibebani tanggung jawab distribusi, sementara kualitas makanan berada di luar kendali mereka. Ini ketimpangan yang harus segera diperbaiki.

Lebih jauh, rencana pembiayaan MBG yang menyerap anggaran besar—bahkan disebut-sebut berasal dari pemotongan 20 persen anggaran pendidikan—harus dievaluasi secara menyeluruh. DPR, BPK, kementerian terkait, serta masyarakat sipil wajib terlibat aktif dalam mengoreksi tata kelola program ini. Jangan sampai niat baik negara justru menjadi beban baru bagi dunia pendidikan.

Kebijakan pembagian paket MBG di bulan puasa untuk dibawa pulang dan digunakan saat berbuka pun patut dikaji ulang. Risiko makanan basi, keamanan pangan, dan efektivitas program harus menjadi pertimbangan utama. Program yang baik tidak boleh berubah menjadi sumber masalah baru.

Saya tidak menolak esensi pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah. Namun negara juga harus jujur bertanya: adakah program yang lebih strategis dan berdampak luas? Peningkatan mutu guru, perbaikan infrastruktur pendidikan, serta penguatan sistem pengawasan justru menjadi fondasi utama untuk melahirkan generasi unggul.

Presiden RI Prabowo Subianto tentu tidak menginginkan satu pun anak bangsa menjadi korban akibat kelalaian pengelolaan MBG. Karena itu, saya menegaskan: bila terjadi keracunan, tidak ada kata maaf. Siapa pun oknumnya harus ditangkap, dan dapur bermasalah wajib ditutup. Inilah wujud kehadiran negara yang sesungguhnya—tegas, adil, dan berpihak pada keselamatan rakyatnya, terutama anak-anak Indonesia. (\•/)

 

Cijantung, 1 Februari 2026
Ditulis oleh Prof Dr KH Sutan Nasional, SH, MH di Markas Partai Oposisi Merdeka, Kawasan Komplek Kopassus, Kota Jakarta Timur

  • Penulis: webtable

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Bhayangkari Daerah Babel Bagikan 350 Paket Takjil Untuk Masyarakat Di Halaman Mapolda

    Ketua Bhayangkari Daerah Babel Bagikan 350 Paket Takjil Untuk Masyarakat Di Halaman Mapolda

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle
    • visibility 38
    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | BABEL – Ketua Bhayangkari Daerah Bangka Belitung Ny. Novi Hendro Pandowo didampingi Wakil Ketua dan beberapa Pengurus Bhayangkari menggelar bagi-bagi takjil berbuka puasa kepada masyarakat, Kamis (6/3/25) sore. Total ada sebanyak 350 paket takjil yang bagikan bersama Kapolda Babel Irjen Pol Hendro Pandowo dan beberapa Pejabat Utama Polda. Tak seperti biasanya, bagi-bagi takjil […]

  • Antisipasi Cuaca Ekstrem, Satsamapta Polres Karimun Sambangi Warga Pesisir

    Antisipasi Cuaca Ekstrem, Satsamapta Polres Karimun Sambangi Warga Pesisir

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle M. Saipul
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Mengantisipasi cuaca ekstrem yang masih berpotensi melanda wilayah Kepulauan Riau, Satuan Samapta Polres Karimun menggelar patroli sambang ke permukiman pesisir di Pantai Kangkung dan Sei Pasir, Kamis (4/12/2025). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan warga serta memberikan pemahaman terkait langkah-langkah keselamatan. KARIMUN | HITV — Patroli dipimpin Briptu Annas Abdul Kholid, SH, dengan menyasar warga […]

  • Eks Karyawan RS Haji UIN Syarif Hidayutllah Jakarta, Gelar Aksi Damai

    Eks Karyawan RS Haji UIN Syarif Hidayutllah Jakarta, Gelar Aksi Damai

    • calendar_month Senin, 12 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 45
    • 0Komentar

    HITVBerita.Com | Jakarta – Ratusan orang Eks Karyawan RS Haji Jakarta, yang tergabung dalam Serikat Pekerja Rumah Sakit Haji Jakarta dan Forum Karyawan Rasionalisasi serta Forum Eks Karyawan Rumah Sakit Haji Jakarta, yang terdiri dari Para Medis, tenaga kesehatan serta tenaga non kesehatan (administrasi), yang menjadi korban PHK, hari ini Senin tanggal 12 Agustus 2024, […]

  • Sebanyak 50 Peserta Didik PKBM Cahaya Islam, Mengikuti Ujian ANBK Tahun 2024

    Sebanyak 50 Peserta Didik PKBM Cahaya Islam, Mengikuti Ujian ANBK Tahun 2024

    • calendar_month Selasa, 20 Agt 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Kolase Foto: Kegiatan Asesmen Nasional Berbasis Komputer di PKBM Cahaya Islam. (dok/foto/3A) HiTvBerita.COM | Garut – Peserta didik Kesetaraan SMA PKBM Cahaya Islam yang beralamat di Kampung Cigedug Tonggoh RT 03 RW 09 Desa Cigedug Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut Jawa Barat, pada hari Selasa, 20 Agustus 2024, mengikuti kegiatan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) Tahun […]

  • Simpan Puluhan Paket Kecil Sabu Dirumah, 2 Pria Diringkus Tim Satresnarkoba Polresta Pangkal Pinang

    Simpan Puluhan Paket Kecil Sabu Dirumah, 2 Pria Diringkus Tim Satresnarkoba Polresta Pangkal Pinang

    • calendar_month Sabtu, 7 Sep 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM|BABEL – Satuan Reserse Narkoba Polresta Pangkalpinang berhasil mengamankan dua orang berinisial To alias Nobo (34) dan DR alias Kucing (32) pada Kamis (5/9/24) malam. Kedua pelaku diamankan usai kedapatan menyimpan beberapa paket narkotika jenis sabu. “Benar, mereka berdua diamankan oleh Satresnarkoba Polresta Pangkalpinang dirumahnya masing-masing,”kata Kabid Humas Polda Babel Kombes Pol Jojo Sutarjo, Jumat […]

  • Polsek Senayang Bersama Pemdes Salurkan Bantuan Korban Bencana Alam

    Polsek Senayang Bersama Pemdes Salurkan Bantuan Korban Bencana Alam

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Penulis: Ruslan LGA Wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat kembali ditunjukkan jajaran Polsek Senayang yang bekerja sama dengan Pemerintah Desa Pulau Duyung, dengan menyalurkan bantuan sembako kepada korban yang berdampak dari bencana alam.  HITVBERITA.COM | Lingga – Tidak kurang dari Bhabinkamtibmas, Briptu Jhonathan Sianturi, menyerahkan sembako kepada warga terdampak bencana gelombang tinggi yang melanda Desa […]

expand_less