Safari Ramadan TP PKK Jakarta Timur, Menguatkan Empati dan Ketahanan Keluarga
- account_circle S. Erfan Nurali
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 15
- print Cetak

Ketua TP PKK DKI Jakarta, Hani Pramono Anung, saat berikan santunan kepada anak Yatim, didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) DKI Jakarta, Lisniawati Uus Kuswanto, serta Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin. (dok/foto/erfan)
JAKARTA TIMUR, HITV— Bulan suci Ramadan dimaknai Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Administrasi Jakarta Timur sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan komitmen sosial.
Melalui kegiatan Safari Ramadan yang digelar di Ruang Serbaguna Blok C, Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Senin (2/3/2026), nilai-nilai spiritual dan kepedulian sosial ditegaskan kembali di tengah dinamika kehidupan perkotaan.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP PKK DKI Jakarta, Hani Pramono Anung, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) DKI Jakarta, Lisniawati Uus Kuswanto, serta Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin.
Turut mendampingi Ketua TP PKK Kota Administrasi Jakarta Timur, Essie Feransie, bersama jajaran pengurus TP PKK tingkat kecamatan dan kelurahan se-Jakarta Timur.
Mengusung tema “Ramadan Sebagai Momentum Memperbaiki Diri dan Menata Hati”, rangkaian kegiatan diisi dengan tausiah keagamaan serta pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum duafa. Suasana khidmat terasa ketika peserta bersama-sama merefleksikan makna Ramadan sebagai bulan pembinaan diri, bukan semata ritual tahunan.
Safari Ramadan ini sekaligus menjadi pengingat atas peran strategis PKK dalam membangun ketahanan keluarga—fondasi utama kesejahteraan masyarakat. Di tengah tantangan sosial dan ekonomi, penguatan nilai empati, gotong royong, dan keikhlasan dinilai penting agar program-program pemberdayaan keluarga berjalan lebih membumi dan tepat sasaran.
Melalui momentum ini, TP PKK Jakarta Timur berharap semangat kebersamaan tidak berhenti pada seremoni, melainkan terwujud dalam pelayanan nyata kepada masyarakat.
Dan, ramadan, pada akhirnya, menjadi ruang untuk merawat kepedulian sekaligus mempertegas arah pengabdian. (\•/)
- Penulis: S. Erfan Nurali
