Jumat, 3 Jul 2026
light_mode

Calon Pengacara Karbitan dan Penyakit Organisasi Advokat Jamuran

  • account_circle Dr. (c) Pitra Romadoni Nasution, SH, MH
  • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
  • print Cetak

Oleh: Dr. (c) Pitra Romadoni Nasution, SH, MH | Presiden Perkumpulan Praktisi Hukum & Ahli Hukum Indonesia

Profesi advokat sejatinya adalah officium nobile yakni profesi mulia yang mengemban amanah besar dalam menegakkan keadilan dan melindungi hak-hak masyarakat. 

Profesi Mulia yang Tergerus Praktik Instan

Namun, realitas hari ini menunjukkan wajah yang kian buram. Di tengah harapan akan tegaknya supremasi hukum, justru bermunculan calon pengacara karbitan dan organisasi advokat yang tumbuh bak jamur di musim hujan tanpa kualitas, tanpa standar, dan tanpa arah.

Fenomena ini bukan sekadar persoalan etik, melainkan ancaman serius terhadap marwah profesi advokat dan sistem peradilan itu sendiri.

Pengacara Karbitan: Lahir dari Sistem yang Dipermainkan

Istilah “pengacara karbitan” bukan tanpa alasan. Ia menggambarkan sosok yang secara instan “matang” tanpa melalui proses pendidikan, magang, dan pembentukan integritas yang memadai.

• Dalam praktiknya, banyak individu yang: Menganggap profesi advokat sebagai jalan pintas mencari uang.

• Minim pemahaman hukum substantif maupun prosedural

• Tidak memiliki etika profesi yang kuat

Mengabaikan tanggung jawab moral terhadap klien dan pengadilan

Padahal, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat secara tegas mensyaratkan proses panjang: pendidikan khusus profesi advokat (PKPA), ujian, magang, hingga pengangkatan dan sumpah.

Namun sayangnya, standar ini kerap dilonggarkan, bahkan dipermainkan. Akibatnya, lahirlah “advokat instan” yang lebih mengandalkan atribut daripada kapasitas.

Organisasi Advokat Jamuran: Banyak, Tapi Tidak Berkualitas

Masalah tidak berhenti pada individu. Penyakit yang lebih kronis adalah menjamurnya organisasi advokat.

Alih-alih menjadi wadah pembinaan profesional, banyak organisasi justru:
Menjadi “pabrik” kartu advokat

• Mengutamakan kuantitas anggota daripada kualitas

• Tidak memiliki sistem pengawasan etik yang efektif

• Tidak konsisten dalam standar pendidikan dan ujian

Fragmentasi organisasi advokat telah melahirkan dualisme bahkan multiisme kepemimpinan. Tidak ada lagi standar tunggal yang kuat. Setiap organisasi berjalan dengan versinya sendiri bahkan terkadang saling mengklaim legitimasi.

Akibatnya, publik menjadi bingung: siapa advokat yang benar-benar profesional dan siapa yang sekadar “berlabel” ? 

  • Penulis: Dr. (c) Pitra Romadoni Nasution, SH, MH

Rekomendasi Untuk Anda

  • Air Bersih Tersendat, Warga Tanjung Lipat Bergantung pada Sumur Keruh

    Air Bersih Tersendat, Warga Tanjung Lipat Bergantung pada Sumur Keruh

    • 0Komentar

    Akses air bersih di Desa Tanjung Lipat, Kecamatan Bakong Serumpun, masih menjadi persoalan mendasar yang belum terselesaikan.  LINGGA, HITV — Warga setempat pun mengeluhkan tidak berfungsinya fasilitas Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) yang dibangun pada 2021 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Alih-alih menjadi solusi, infrastruktur tersebut justru terbengkalai. Sejumlah warga menyebut, fasilitas […]

  • Munandar Motong Resmi Ditunjuk Jadi Direktur PDAM Tirta Batu Mentas

    Munandar Motong Resmi Ditunjuk Jadi Direktur PDAM Tirta Batu Mentas

    • 0Komentar

    Munandar Motong Resmi Ditunjuk Jadi Direktur PDAM Tirta Batu Mentas Penulis: Iswandi Pemerintah Kabupaten Belitung resmi menetapkan Munandar Motong, SE. sebagai Direktur Perumda Air Minum Tirta Batu Mentas periode 2025–2030, usai melalui seleksi ketat dan wawancara akhir bersama Bupati Belitung, yang menegaskan pemilihan dilakukan demi kepemimpinan berintegritas untuk mewujudkan layanan air bersih dan kemandirian perusahaan […]

  • Dhddjdjf

    Tim Polda Babel Menang Lawan Tim Polda Lampung, Harus Puas Duduki Peringkat 2 Pool A

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | BABEL,Tim Bola Basket Polda Bangka Belitung mendapatkan hasil positif pada laga kedua Kejuaraan Basket Ball Kapolri Cup 2024 yang berlangsung di GOR Sumantri Brojonegoro Jakarta Selatan pada Kamis (25/7/24) sore. Tim besutan pelatih Dimas berhasil menang atas Tim Basket dari Polda Lampung dengan skor tipis 41-36 dari 5 set yang berlangsung. Kendati menang […]

  • Polda Babel Dapat Tambahan Paja Baru Berpangkat Ipda, 4 Lulusan Akpol Dan 1 Lulusan SIPSS 2025

    Polda Babel Dapat Tambahan Paja Baru Berpangkat Ipda, 4 Lulusan Akpol Dan 1 Lulusan SIPSS 2025

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | BABEL – Polda Bangka Belitung kembali mendapatkan penambahan 4 personel dari Perwira Remaja (Paja) Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 56 tahun 2025. Keempat Paja yang baru dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto ini akan segera bergabung dan mendapatkan tugas pertamanya di Polda Babel. “Alhamdulillah, ada 4 personel dari Paja Akpol yang baru dilantik oleh […]

  • Retret APDESI Purwakarta: Bela Negara Dimulai dari Wanayasa, Mengakar Kuat di Desa

    Retret APDESI Purwakarta: Bela Negara Dimulai dari Wanayasa, Mengakar Kuat di Desa

    • 0Komentar

    Di tengah hijaunya perbukitan dan sejuknya udara Wanayasa, sebuah momentum penting tercipta. Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Purwakarta menggelar retret tahunan, sebuah oase refleksi bagi para pemimpin desa untuk merenungkan makna bela negara di era modern ini. Saung Hibar, dengan pesonanya yang alami, menjadi saksi bisu semangat baru yang membara di kalangan kepala […]

  • Pramono Anung Ajak Mahasiswa Pascasarjana UB Jakarta Ikut Bangun Kota Global

    Pramono Anung Ajak Mahasiswa Pascasarjana UB Jakarta Ikut Bangun Kota Global

    • 0Komentar

    Penulis: Abdul Rosad Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak mahasiswa pascasarjana Universitas Brawijaya Kampus Jakarta berperan aktif dalam transformasi ibu kota menuju kota global yang berbudaya. HITVBERITA.COM | Jakarta — Orientasi pendidikan mahasiswa baru program doktor dan magister Universitas Brawijaya Kampus Jakarta Tahun Akademik 2025/2026 digelar di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (23/8/2025). Acara tunggal […]

expand_less