Jumat, 12 Jun 2026
light_mode

Kajari Purwakarta Bantah Terafiliasi Program MBG: Informasi yang Beredar Tidak Benar

  • account_circle Raffa Christ Manalu
  • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
  • print Cetak

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwakarta, Apsari Dewi, membantah tegas informasi yang beredar di ruang digital terkait dugaan keterlibatannya dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

PURWAKARTA, HITV — Apsari Dewi memastikan kabar yang telah mencantumkan namanya sebagai pihak yang memiliki atau terafiliasi dengan dapur MBG tidak sesuai dengan fakta.

Klarifikasi tersebut disampaikan Apsari menyusul beredarnya daftar yang memuat sejumlah nama pejabat, tokoh masyarakat, hingga aparat penegak hukum yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan program MBG melalui pengelolaan dapur penyedia makanan.

“Tidak benar. Faktanya saya tidak memiliki dapur dan tidak memiliki afiliasi dengan dapur mana pun,” kata Apsari saat dikonfirmasi, Rabu (10/6/2026).

Menurut Apsari, informasi yang beredar tersebut tidak didukung fakta maupun data yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, ia menilai pencantuman namanya dalam daftar tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Nama Apsari sendiri sempat dikaitkan dengan berbagai spekulasi yang berkembang di ruang publik, termasuk penyebutan namanya dalam pusaran isu yang menyeret Sonny Sonjaya.
Namun hingga saat ini tidak terdapat keterangan resmi maupun fakta hukum yang menunjukkan adanya keterlibatan dirinya dalam perkara dimaksud.

Sebagai aparat penegak hukum, Apsari mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menerima dan menyebarluaskan informasi, terutama yang beredar melalui media sosial dan platform digital.

Ia mengimbau masyarakat untuk melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima dengan mengonfirmasi langsung kepada pihak terkait atau merujuk pada sumber yang kredibel sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.

“Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat perlu lebih cermat dan kritis agar tidak terjebak pada informasi yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Fenomena penyebaran informasi yang belum terverifikasi, menurut sejumlah pengamat komunikasi, menjadi tantangan tersendiri di era digital. Informasi yang beredar tanpa dasar yang jelas tidak hanya berpotensi menyesatkan publik, tetapi juga dapat merugikan pihak-pihak yang namanya dicantumkan tanpa bukti yang memadai.

Melalui klarifikasi tersebut, Apsari berharap masyarakat memperoleh gambaran yang utuh dan berimbang mengenai isu yang berkembang. Ia juga menegaskan bahwa hingga saat ini dirinya tidak memiliki hubungan apa pun dengan pengelolaan dapur MBG maupun pihak-pihak yang menjalankan program tersebut.

Dengan demikian, informasi yang menyebut dirinya terafiliasi dengan dapur MBG dipastikan tidak benar dan tidak memiliki dasar fakta yang dapat diverifikasi. (\•/)

Editor: Asep Yogi
Sumber: HITV Jabar

  • Penulis: Raffa Christ Manalu

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less