Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Ketika Ritel Global Menang di Lahan UMKM!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 7 Jun 2025
  • print Cetak

Ketua Umum Aliansi Perdagangan dan Industri Kreatif Indonesia (APIKI), Anto Suroto, SH, SE, MM. (Dok/Foto/Red)

Oleh: AYS Prayogie

 

Aroma kopi instan dan onigiri dari gerai Family Mart di kompleks Kementerian Usaha Kecil Menengah (UKM), Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, menyambut pegawai dan tamu yang berkunjung ke gerai itu. Tapi kehadiran ritel modern asal Jepang tersebut bukan cuma menyuguhkan camilan cepat saji—ia juga menyulut polemik!

 

HITVBERITA.COM | Jakarta — Aliansi Perdagangan dan Industri Kreatif Indonesia (APIKI) menyebut kehadiran Family Mart di lingkungan Kementerian UKM sebagai ironi. Lembaga yang seharusnya menjadi panggung utama bagi pelaku usaha kecil, justru tetap membuka ruang bagi ritel berjaringan global.

“Secara administratif sah, tapi secara etis ini mencederai semangat pemberdayaan UMKM,” kata Ketua Umum APIKI, Anto Suroto, dalam pernyataan resminya, pada Sabtu, 7 Juni 2025.

Terkait itu APIKI akan melayangkan surat keberatan kepada Kementerian UKM. Intinya: minta evaluasi. Mereka juga menyoal skema pemanfaatan lahan komersial di kementerian yang dinilai telah mengabaikan prinsip afirmasi terhadap koperasi dan UMKM.

Ditegaskan oleh Ketua Umum APIKI, Anto Suroto, SH, SE, MM bahwa kehadiran Family Mart di lingkungan Kementerian UKM menjadi potret inkonsistensi arah kebijakan.

“Ruang kementerian itu seharusnya jadi etalase produk UMKM unggulan, bukan lahan bisnis investor asing,” ujar Anto, yang juga Dewan Pembina MIO INDONESIA, yakni sebuah organisasi pers tempat berhimpunnya perusahaan perusahaan media berbasis online di Indonesia.

Telusuran Hitvberita.com dilapangan, bahwa pemerintah selama ini memang membuka peluang kerja sama pemanfaatan aset negara dengan pihak swasta, termasuk investor asing.

Dalam praktiknya, aspek teknis seperti layanan 24 jam, sistem distribusi, dan besar sewa jadi pertimbangan utama. Di titik itu, ritel besar seperti Family Mart unggul telak dibanding warung kopi keliling atau gerai keripik lokal.

Namun menurut APIKI, pendekatan berbasis efisiensi semata tak bisa menjadi justifikasi. “Kalau kementerian yang membidangi UMKM saja tak memberi ruang, bagaimana pelaku usaha kecil bisa naik kelas?” ucap Anto.

APIKI mendorong kementerian untuk membuka proses evaluasi secara terbuka dan melibatkan pelaku UMKM. Bagi mereka, keberpihakan pada ekonomi kerakyatan tak cukup hanya dalam dokumen rencana strategis, tapi harus tercermin dalam setiap jengkal ruang yang dikelola.

“Kementerian ini bukan sekadar tempat penyewa properti. Ia penentu arah,” uejar Anto. “Mestinya bisa jadi teladan dalam menempatkan UMKM sebagai tuan rumah di negerinya sendiri.” sambungnya.

Hingga berita ini disusun, pihak Kementerian UKM belum memberikan tanggapan atas pernyataan resmi dari APIKI.

Namun polemik ini kembali menyodorkan satu pertanyaan penting: di tengah gempuran ritel modern dan liberalisasi aset negara, apakah UMKM masih punya tempat di rumah sendiri?

 

Sumber:
Humas MIO INDONESIA

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MBG di Lingga Disorot: Menu Diduga Tak Layak Konsumsi, Orang Tua Pertanyakan Standar Gizi

    MBG di Lingga Disorot: Menu Diduga Tak Layak Konsumsi, Orang Tua Pertanyakan Standar Gizi

    • 0Komentar

    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi upaya pemerintah meningkatkan asupan gizi siswa justru menuai sorotan di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. LINGGA, HITV— Berawal dari sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan paket makanan MBG di salah satu sekolah dasar di daerah Kabupaten Lingga, yang diduga tidak layak konsumsi. Dalam video tersebut, makanan […]

  • Sore Basah, Tawa Hangat: Cerita Langkah Kaiya

    Sore Basah, Tawa Hangat: Cerita Langkah Kaiya

    • 0Komentar

    SORE itu, ruang keluarga rumah keluarga Kaiya Asha Faranisha berubah menjadi tempat paling meriah di rumah. Hujan baru saja reda, menyisakan aroma tanah basah yang menyelinap masuk melalui pintu yang sedikit terbuka. Tetesan air masih menurun perlahan dari genteng rumah, sementara cahaya keemasan matahari senja muncul kembali dari balik awan, memantul lembut ke dalam ruangan. […]

  • Fakta Baru, Harapan ke DPR, dan Pertaruhan Keadilan

    Fakta Baru, Harapan ke DPR, dan Pertaruhan Keadilan

    • 0Komentar

    Perkembangan terbaru dalam perkara ini muncul pada 12 Maret 2026. Para pihak menandatangani kesepakatan perdamaian baru yang memuat pengakuan penting. JAKARTA, HITV — Dalam dokumen tersebut, dinyatakan bahwa tindakan Horas merupakan pelaksanaan kuasa hukum, tanpa niat jahat atau unsur penggelapan. Sengketa disebut terjadi karena kesalahpahaman, dan seluruh laporan pidana maupun perdata dicabut. Bagi Horas, kesepakatan […]

  • Diduga Langgar Tata Ruang, Kades Tanjung Harapan Terbitkan Surat Sporadik untuk Tambak Udang di Kawasan Wisata!

    Diduga Langgar Tata Ruang, Kades Tanjung Harapan Terbitkan Surat Sporadik untuk Tambak Udang di Kawasan Wisata!

    • 0Komentar

    Jika terbukti menyalahgunakan wewenang dalam penerbitan dokumen sporadik, Kepala Desa Tanjung Harapan dapat dijerat dengan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Dok/Foto)HITV) Penulis: Ruslan LGA Dugaan pelanggaran tata ruang kembali mencuat di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Kepala Desa Tanjung Harapan diduga menerbitkan surat […]

  • Pemkab Garut Gelar Sidang GTRA Tahap II, Tuntaskan Penataan Aset dan Akses Tanah

    Pemkab Garut Gelar Sidang GTRA Tahap II, Tuntaskan Penataan Aset dan Akses Tanah

    • 0Komentar

    Penulis: Kang Aden HITVBERITA.COM | GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut menggelar Sidang Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Tahap II Tahun 2025 di Ruang Rapat Sekretariat Daerah, Tarogong Kidul, Jumat (14/11/2025). Sidang dipimpin langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, yang juga menjabat sebagai Ketua GTRA Kabupaten Garut. Sidang ini merupakan kelanjutan dari komitmen pemerintah daerah […]

  • Kanwil DJKN DKI Jakarta Gelar “Kartini Masa Kini: Cantik Berintegritas dalam Inklusi

    Kanwil DJKN DKI Jakarta Gelar “Kartini Masa Kini: Cantik Berintegritas dalam Inklusi

    • 0Komentar

    Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini terus bergema dalam berbagai bentuk hingga hari ini. Semangat perjuangan tersebut tak lagi sebatas simbol emansipasi, peringatan Hari Kartini kini menjadi momentum reflektif untuk mengukur sejauh mana kiprah perempuan Indonesia dalam pembangunan bangsa. HITVBERITA.COM | Jakarta– Hal inilah yang menjadi semangat utama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Kanwil DJKN) […]

expand_less