Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Haidar Alwi: Sinergi TNI-Polri Kunci Indonesia Emas dan Ketahanan Pangan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
  • print Cetak

Haidar Alwi tegaskan sinergi TNI dan Polri bukan sekadar jargon, melainkan kunci menjaga keamanan dan ketahanan pangan. (Foto/AYS/HITV)

Penulis: AYS Prayogie

Pendiri Haidar Alwi Care, R. Haidar Alwi, menegaskan sinergi TNI dan Polri bukan sekadar jargon, melainkan kunci menjaga keamanan dan ketahanan pangan. Menurutnya, soliditas aparat menjadi fondasi kokoh untuk mewujudkan Asta Cita dan cita-cita Indonesia Emas.

HITVBERITA.COM | Jakarta — Kekuatan sebuah bangsa, menurut R. Haidar Alwi, tidak semata ditentukan oleh meriahnya perayaan kemerdekaan. Lebih dari itu, ia bergantung pada seberapa kuat aparat negara bersatu menjaga persatuan sekaligus kesejahteraan rakyat.

Pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute itu menilai, dalam usia ke-80 tahun Republik Indonesia, sinergi Polri dan TNI menjadi energi moral yang menopang perjalanan bangsa menuju cita-cita Indonesia Emas.

“Sejarah menunjukkan, ketika aparat negara tidak kompak, rakyatlah yang paling menderita. Karena itu, koordinasi TNI dan Polri harus ditempatkan sebagai prioritas utama untuk memastikan stabilitas nasional,” ujar Haidar Alwi di Jakarta, Rabu (20/8/2025).

Perayaan Kemerdekaan dan Profesionalisme Aparat

Pernyataan itu muncul di tengah rangkaian perayaan HUT ke-80 RI di Istana Merdeka, yang berlangsung aman dengan pengawalan lebih dari 10.000 personel gabungan TNI-Polri. Dari pengibaran bendera, atraksi udara, hingga pengamanan lapangan, seluruh rangkaian berjalan tertib tanpa gangguan berarti.

Bagi Haidar Alwi, hal itu merupakan potret nyata profesionalisme aparat negara ketika bekerja dalam satu barisan. Ia menilai, kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi contoh menonjol karena mampu menjembatani dua institusi besar negara tersebut dalam berbagai momentum strategis.

“Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo adalah Kapolri terbaik sepanjang masa versi Haidar Alwi Institute,” ujarnya menegaskan.

Satgas Pangan dan Stabilitas Sosial

Haidar Alwi menekankan, stabilitas bangsa tidak hanya diukur dari keamanan fisik, tetapi juga dari ketahanan pangan. Menurut dia, kelangkaan bahan pokok atau lonjakan harga sering kali menjadi pemicu kerusuhan sosial.

“Satgas Pangan adalah benteng rakyat. Mereka memastikan distribusi berjalan lancar, harga tetap terkendali, dan mafia pangan tidak punya ruang untuk bermain,” katanya.

Data Kementerian Pertanian menunjukkan, kebutuhan beras nasional mencapai 33 juta ton per tahun, sementara Bulog hanya menguasai sekitar 7–8 persen pasar. Kondisi rawan inilah yang membuat keberadaan Satgas Pangan menjadi sangat vital.

Haidar menilai langkah Kapolri mendukung Asta Cita, khususnya pada misi ketahanan pangan pemerintahan Prabowo, adalah langkah tepat. Satgas Pangan, menurut dia, hadir melindungi petani agar hasil panennya terserap, pelaku usaha agar jalur distribusinya tertata, serta masyarakat agar tetap memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

“Polri tidak cukup hanya dikenal sebagai penegak hukum. Polri juga harus menjadi pengawal perut rakyat. Stabilitas pangan adalah bagian dari stabilitas sosial, dan stabilitas sosial merupakan fondasi stabilitas politik,” ucapnya.

Asta Cita: Integrasi Keamanan dan Kesejahteraan

Haidar Alwi kemudian mengaitkan sinergi Polri-TNI dan kiprah Satgas Pangan dengan visi besar Asta Cita. Delapan misi strategis pemerintahan Prabowo—mulai dari penguatan ideologi Pancasila, swasembada pangan dan energi, hingga reformasi hukum—menurut dia, tak akan berjalan tanpa keamanan yang menyatu dengan kesejahteraan rakyat.

Sejumlah langkah konkret Polri disebutnya sudah mengarah ke sana. Desk Ketenagakerjaan, misalnya, sejak Januari 2025 telah menyalurkan lebih dari 700 pekerja korban PHK ke berbagai perusahaan. Adapun Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini melayani hampir 90.000 penerima per hari melalui 27 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Ini langkah revolusioner. Keamanan tidak lagi berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari kesejahteraan rakyat,” ujar Haidar.

Ia menekankan, kolaborasi ke depan harus lebih luas, melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat sipil dalam sebuah front bersama pangan dan keamanan.

“Jika pangan rakyat terjamin, pekerjaan tersedia, dan aparat bersatu, tidak ada kekuatan asing atau mafia dalam negeri yang bisa menggoyahkan Indonesia,” katanya.

Di akhir refleksinya, Haidar menyatakan, sinergi TNI-Polri yang kokoh, peran Satgas Pangan dalam menjaga ketersediaan bahan pokok, serta dukungan pada Asta Cita, merupakan kombinasi strategis yang akan memperkuat fondasi Indonesia ke depan.

“Dengan kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolri terbaik sepanjang masa versi Haidar Alwi Institute, Indonesia memiliki energi moral yang kuat untuk menatap masa depan,” pungkas Haidar Alwi.

(///)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jejak Panjang Sang Penjaga Marwah Pers!

    Jejak Panjang Sang Penjaga Marwah Pers!

    • 0Komentar

    Oleh: AYS Prayogie SUASANA di sebuah rumah duka di bilangan Bintaro, Jakarta Selatan sore tadi begitu hening. Seolah ikut berkabung atas kepergian seorang tokoh yang selama ini menjadi suara nurani dalam dunia jurnalistik dan hukum pers di tanah air. Wina Armada Sukardi, wartawan senior, advokat, penulis, sekaligus kritikus film itu, tutup usia pada Kamis, 3 […]

  • MSC Gelar Istighosah Rutin, Perkuat Spiritualitas dan Kebersamaan Warga Warakas

    MSC Gelar Istighosah Rutin, Perkuat Spiritualitas dan Kebersamaan Warga Warakas

    • 0Komentar

    HITVBERITA.COM | Jakarta Utara – Muhammad Sanusi Center (MSC) terus memperkuat perannya dalam bidang sosial dan keagamaan melalui berbagai program yang memberi manfaat luas bagi masyarakat. Selain program makan gratis dan senam jantung sehat yang telah berjalan secara konsisten, MSC juga menggelar kegiatan Istighosah rutin setiap Senin malam (Malam Selasa) di Posko MSC, berlokasi di […]

  • Sekjen Majelis Pers: Karya Jurnalistik Tidak Menganut Kriminalisasi Hukum Pidana

    Sekjen Majelis Pers: Karya Jurnalistik Tidak Menganut Kriminalisasi Hukum Pidana

    • 0Komentar

    𝐇𝐈𝐓𝐕𝐁𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚.𝐂𝐨𝐦 | 𝐁𝐎𝐆𝐎𝐑 – Pendalaman Profesi Kejurnalistikan Dalam persepsi Pers bermartabat dengan mengangkat kode etik sebagai pedoman jurnalistik, serta menjunjung tinggi UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers merupakan konsistensi yang tidak bisa ditawar menawar. Hal itu dikatakan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Pers, Ozzy Sulaiman Sudiro dalam memberikan pemaparan dan edukasi pendalaman profesi kejurnalistikan […]

  • Jangan Tunggu Banjir! Relawan PRCLH Angkut Hampir Satu Ton Sampah dari Sungai Titi Nagur, Sergai

    Jangan Tunggu Banjir! Relawan PRCLH Angkut Hampir Satu Ton Sampah dari Sungai Titi Nagur, Sergai

    • 0Komentar

    Penulis: Budiman Manik Puluhan karung sampah rumah tangga diangkat oleh relawan pecinta lingkungan dari aliran Sungai Titi Nagur, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin (16/2/2026). SERDANG BEDAGAI, HITV— Aksi itu dilakukan relawan Perjuangan Rakyat Cinta Lingkungan Hidup (PRCLH) sebagai upaya mencegah banjir sekaligus memulihkan fungsi sungai yang kian tertekan oleh timbunan sampah. Sekitar sepuluh relawan […]

  • Warga Dilarang Nekat Lintasi Kawasan Latihan TNI AL

    Warga Dilarang Nekat Lintasi Kawasan Latihan TNI AL

    • 0Komentar

    Penulis: Ruslan LGA Aparat kepolisian bersama TNI Angkatan Laut mengingatkan warga Desa Marok Kecil agar tidak nekat melintasi kawasan latihan gabungan bersama (Latgabma) SGS 2025. Kawasan itu dinyatakan rawan karena melibatkan unsur tempur laut yang berpotensi membahayakan keselamatan warga. HITVBERITA.COM | Lingga — Bhabinkamtibmas Desa Marok Kecil, Brigadir Celvino Mardha, bersama Babinpotmar, Sertu M. Pohan, […]

expand_less